{"id":106339,"date":"2017-01-19T16:03:01","date_gmt":"2017-01-19T09:03:01","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=106339"},"modified":"2017-01-19T16:03:01","modified_gmt":"2017-01-19T09:03:01","slug":"pemerataan-kesejahteraan-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/","title":{"rendered":"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" rel=\"attachment wp-att-106345\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-106345\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" alt=\"Eddy-Cahyono-Sugiarto\" width=\"176\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg 176w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-150x159.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 176px) 100vw, 176px\" \/><\/a>Oleh: Eddy Cahyono *)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menggapai pertumbuhan ekonomi berkualitas menjadi tantangan tersendiri bagi setiap negara, pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya akan berkualitas, \u00a0jika pertumbuhan ekonominya berkonstribusi menekan berkurangnya jumlah penduduk miskin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan ekonomi \u00a0berkualitas juga tercermin dari aktivitas perekonomian yang \u00a0mampu memberikan pemerataan pendapatan masyarakat, serta mendongkrak tumbuhnya lapangan kerja baru yang memiliki daya serap yang tinggi terhadap pertumbuhan tenaga kerja.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya negara berkembang dan <em>emerging<\/em>, seringkali di negara maju juga memiliki tantangan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Fokus pada pertumbuhan ekonomi berkualitas penting karena\u00a0 secara empirik berkorelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja serta peningkatan indikator kesejahteraan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi tata kelola pembangunan, sejatinya pertumbuhan ekonomi berkualitas menjadi <em>ultimate goal\u00a0<\/em>yang dikedepankan dalam bebagai program dan kegiatan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan rakyat\u00a0 yang berkeadilan sebagai perwujudan negara hadir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara sederhana kesejahteraan rakyat yang berkeadilan tersebut ditandai oleh tiga hal yang fundamental. <em>Pertama<\/em>, semakin berkurangnya jumlah penduduk miskin <em>Kedua,<\/em> semakin jumlah penduduk usia produktif yang masih menganggur. <em>Ketiga<\/em>, semakin mengecilnya kesenjangan ekonomi antar sesama penduduk suatu negara. <em>( Dudley Seers, University of Sussex, Inggris, 1972).<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Instrumen yang digunakan\u00a0 untuk\u00a0 mengukur semua indikator kesuksesan pembangunan, utamanya dalam mengatasi persoalan ketidakadilan distribusi hasil hasil pembangunan \u00a0diantaranya dilakukan dengan \u00a0pengukuran ketimpangan ekonomi model indeks gini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasca-reformasi, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi diantara negara-negara berkembang dan emerging. Dampak positif pertumbuhan ekonomi terlihat pada peningkatan belanja pemerintah, peningkatan pembangunan infrastruktur, peningkatan belanja pendidikan dan pendidikan dan sektor lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, \u00a0masih terdapat masalah ketimpangan yang tercermin dari indeks gini ratio, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan indeks ketimpangan di Indonesia \u00a0yang diukur dengan gini ratio pada Maret 2016 turun menjadi 0,397. Namun hal ini masih belum mengindikasikan perbaikan yang berarti dalam mengatasi masalah ketimpangan dan keadilan,\u00a0 mengingat penyumbang perbaikan antara lain adalah kenaikan upah buruh tani harian dan buruh bangunan harian, yang sewaktu-waktu mudah turun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data Global Wealth Report yang dibuat oleh Credit Suisse\u0092s, Indonesia \u00a0juga menempati peringkat ke-4 negara paling timpang di dunia, dimana 1 persen orang terkaya menguasai 49,3 persen kekayaan nasional. Ini menunjukkan bahwa distribusi pendapatan \u00a0dan pemerataan serta keadilan menjadi suatu keniscayaan\u00a0 yang perlu menjadi fokus perhatian sebagai isu strategis pembangunan ditahun 2017 yang perlu digapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bahaya Ketimpangan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hasil penelitian menunjukkan indikasi bahwa sejalan dengan semakin tingginya tingkat ketimpangan, tensi sosial juga akan semakin meningkat meningkat. Lingkungan dengan tensi sosial yang tinggi secara umum memiliki tingkat kerawanan konflik, tindakan kriminal, atau bahkan pembunuhan lebih tinggi <em>(The Equality Trust Research Digest, 2011)<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi ini pada akhirnya akan menurunkan keramahan lingkungan bagi dunia usaha, investasi tidak akan berkembang, sehingga berpotensi mengancam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan proses pembangunan lainnya. Ketimpangan juga menurunkan kualitas pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi tingkat kemiskinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini karena ketika pertumbuhan terjadi di suatu konteks perekonomian yang tidak inklusif atau timpang, maka hasil pertumbuhan ekonomi cenderung semu dan \u00a0hanya dinikmati oleh pelaku ekonomi dengan tingkat pendapatan teratas saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu diperlukan langkah terobosan dalam mengatasi ketimpangan melalui langkah afirmatif untuk \u0093meredistribusi pendapatan dari kalangan teratas ke kalangan terbawah\u0094, melalui serangkaian kebijakan pembangunan yang berorintasi pada pertumbuhan ekonomi inklusif dengan menempatkan pemerataan sebagai penjurunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerataan kesejahteraan rakyat merupakan antitesa terhadap \u00a0tingginya ketimpangan,yang merupakan ancaman bagi suatu bangsa apabila tidak segera diatasi, karena ketimpangan sejatinya adalah \u00a0pemusatan kekayaan ke segelintir kelompok tertentu dan juga mengindikasikan adanya pemusatan kekuasaan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urgensi akselerasi pemerataan\u00a0 kesejahteraan rakyat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita patut bersyukur komitmen Pemerintahan Jokowi dengan menjadikan akselerasi pemerataan kesejahteraan rakyat \u00a0sebagai penjuru yang ingin dicapai dalam tahun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017, semakin mendapatkan prioritas utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun 2017 merupakan momentum dalam memacu dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan rakyat dengan trasformasi strategi pembangunan ekonomi dari <em>picking the winners<\/em>ke arah pembangunan yang lebih berkeadilan <em>(growth with equity).<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan yang lebih berkeadilan\u00a0 menjadi strategi\u00a0 dalam mengurangi kesenjangan yang dilakukan melalui serangkaian kebijakan redistribusi aset dan legalisasi tanah,agar rakyat mendapatkan akses pada tanah untuk kegiatan ekonomi produktif melalui konsensi tanah untuk rakyat, berupa tanah-tanah adat, sertifikat untuk rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerataan ekonomi dengan menggerakkan ekonomi produktif\u00a0 rakyat akan terus ditingkatkan melalui pemberdayaan UMKM dengan meningkatkan akses permodalan,\u00a0 sebagai \u00a0strategi kebijakan dalam mengatasi ketimpangan, hal ini penting mengingat besarnya konstribusi UMKM terhadap PDB nasional\u00a0 yang tercatat sebesar\u00a0 61,41% (Rp.6.228.285 miliar), UMKM dapat menjadi salah satu kekuatan besar penopang pertumbuhan ekonomi berkualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu peran UMKM dalam perekonomian yang paling krusial adalah menstimulus dinamisasi ekonomi, karakter dari peran tersebut sangatlah fleksibel sehingga UMKM dapat direkayasa sedemikian rupa untuk mengganti lingkungan bisnis lebih baik dibandingkan dari perusahaan-perusahaan besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Krisis ekonomi 1997 telah memberikan pelajaran penting kepada kita akan pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi\u00a0 dengan menjadikan UMKM\u00a0 sebagai salah satu pilarnya,\u00a0 mengingat ketangguhan UMKM \u00a0menghadapi badai ekonomi telah teruji, saat krisis moneter terjadi pada tahun 1997 yang membuat hampir 80% perusahaan besar gulung tikar dan melakukan PHK besar-besaran, \u00a0UMKM \u00a0terbukti dapat bertahan dalam krisis, dan dapat menjadi solusi terhadap penyerapan tenaga kerja sekaligus menjadi katalisator pemerataan kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerataan kesejahteraan rakyat\u00a0 perlu dipercepat dengan memperhatikan\u00a0 pertumbuhan lapangan kerja dan penyerapannya,\u00a0 akses rakyat\u00a0 untuk mendapatkan kesempatan kerja secara paralel harus diikuti dengan upaya meningkatkan ketrampilannya agar dapat bersaing di pasar bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja juga akan terus ditingkatkan \u00a0sebarannya dalam tahun 2017 ini melalui peningkatan ketrampilan dengan \u00a0program pendidikan kejuruan, pendidikan vokasi dan juga\u00a0<em>vocational trainin<\/em>g (latihan vokasi) sebagai bentuk proteksi negara kepada warganya dalam berkompetisi di era pasar bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian pula program-program pro-rakyat dan perlindungan sosial \u00a0seperti Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat\u00a0 (KIS) yang akan tersu diperluas lagi pemberiannya agar\u00a0 kelas menengah kebawah dapat menjadi lebih mandiri dan dapat keluar dari jebakan kemiskinan (<em>poverty trap<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai pembangunan infrastruktur \u00a0yang masif\u00a0 dalam 2 tahun terakhir, sebagai turunan visi pembangunan Indonesia Sentris mulai dari jalan raya, jalan kereta api, pelabuhan laut, bandar udara hingga pasar diberbagai wilayah Indonesia, akan terus diupayakan untuk menjamin perbaikan konektivitas dan sistem logistik nasional sehingga disparitas harga dapat ditekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masifnya pembangunan infrastruktur ini tentunya diharapkan dapat mengakselerasi kegiatan ekonomi rakyat, memperlancar \u00a0pertukaran barang dan jasa antar provinsi, antar pulau, dan antar wilayah. Potensi ekonomi daerah tergali dan berkembang. Bergeraknya roda perekonomian ini bakal menciptakan lapangan kerja,\u00a0 meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kesenjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tentunya berharap berbagai program dan kebijakan dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan rakyat guna mengurangi ketimpangan tersebut dapat diakselerasi pada tataran praktis, untuk itu sangat diperlukan komitmen yang tinggi dan kerja keras dari berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sinergitas dan mekanisme kontrol yang ketat terhadap implementasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Early warning System<\/em> perlu terus dikembangkan\u00a0 agar dapat memberikan umpan balik sebagai solusi kebijakan, utamanya terkait dengan mengatasi sumbatan-sumbatan pada tataran praktis,\u00a0 yang berpotensi\u00a0 mengganggu akselerasi pemerataan kesejahteraan rakyat,\u00a0 mengurangi ketimpangan dan kemiskinan serta pengangguran sehingga cita-cita menuju \u00a0kesejahteraan rakyat \u00a0sebagai mana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 secara bertahap akan terwujud. Semoga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis adalah\u00a0Tenaga Ahli Madya Kedeputian I Kantor Staf Presiden<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Eddy Cahyono *) Menggapai pertumbuhan ekonomi berkualitas menjadi tantangan tersendiri bagi setiap negara, pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya akan berkualitas, \u00a0jika pertumbuhan ekonominya berkonstribusi menekan berkurangnya jumlah penduduk miskin. Pertumbuhan ekonomi \u00a0berkualitas juga tercermin dari aktivitas perekonomian yang \u00a0mampu memberikan pemerataan pendapatan masyarakat, serta mendongkrak tumbuhnya lapangan kerja baru yang memiliki daya serap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":106345,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-106339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemerataan Kesejahteraan Rakyat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Eddy Cahyono *) Menggapai pertumbuhan ekonomi berkualitas menjadi tantangan tersendiri bagi setiap negara, pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya akan berkualitas, \u00a0jika pertumbuhan ekonominya berkonstribusi menekan berkurangnya jumlah penduduk miskin. Pertumbuhan ekonomi \u00a0berkualitas juga tercermin dari aktivitas perekonomian yang \u00a0mampu memberikan pemerataan pendapatan masyarakat, serta mendongkrak tumbuhnya lapangan kerja baru yang memiliki daya serap [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-01-19T09:03:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"176\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"187\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\"},\"headline\":\"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat\",\"datePublished\":\"2017-01-19T09:03:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\"},\"wordCount\":1101,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\",\"name\":\"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"datePublished\":\"2017-01-19T09:03:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"width\":176,\"height\":187},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Oleh: Eddy Cahyono *) Menggapai pertumbuhan ekonomi berkualitas menjadi tantangan tersendiri bagi setiap negara, pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya akan berkualitas, \u00a0jika pertumbuhan ekonominya berkonstribusi menekan berkurangnya jumlah penduduk miskin. Pertumbuhan ekonomi \u00a0berkualitas juga tercermin dari aktivitas perekonomian yang \u00a0mampu memberikan pemerataan pendapatan masyarakat, serta mendongkrak tumbuhnya lapangan kerja baru yang memiliki daya serap [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2017-01-19T09:03:01+00:00","og_image":[{"width":176,"height":187,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01"},"headline":"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat","datePublished":"2017-01-19T09:03:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/"},"wordCount":1101,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/","name":"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","datePublished":"2017-01-19T09:03:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","width":176,"height":187},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pemerataan-kesejahteraan-rakyat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemerataan Kesejahteraan Rakyat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/106339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=106339"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/106339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106346,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/106339\/revisions\/106346"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/106345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=106339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=106339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=106339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}