{"id":106836,"date":"2017-01-28T10:18:13","date_gmt":"2017-01-28T03:18:13","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=106836"},"modified":"2017-01-30T09:35:11","modified_gmt":"2017-01-30T02:35:11","slug":"berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/","title":{"rendered":"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_106837\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg\" rel=\"attachment wp-att-106837\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-106837\" class=\"size-medium wp-image-106837\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44-300x185.jpeg\" alt=\"Seskab Pramono Anung saat menjadi Pembicara Kunci dalam diskusi Kerukunan Nasional &amp; Tantangan Bangsa, di Jakarta. (Foto: Humas\/Jay)\" width=\"300\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44-300x185.jpeg 300w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44-150x92.jpeg 150w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44-768x474.jpeg 768w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44-1024x631.jpeg 1024w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44-600x370.jpeg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-106837\" class=\"wp-caption-text\">Seskab Pramono Anung saat menjadi Pembicara Kunci dalam diskusi Kerukunan Nasional &amp; Tantangan Bangsa, di Jakarta. (Foto: Humas\/Jay)<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana di negara lainnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, kebhinnekaan di Indonesia sering terganggu karena politik. Padahal Indonesia mempunyai 250 juta penduduk dengan lebih dari 700 bahasa dialek, 6 agama yang diakui, lebih dari 200 aliran kepercayaan, serta 8 juta diaspora.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u0093Ini membuktikan bahwa Indonesia begitu berbhinneka, begitu beragamnya, begitu mempunyai kelebihan dan tentunya sekaligus ada kekurangannya. Nah sekarang, bagaimana kita merawat itu,\u0094 kata Pramono saat menjadi <i>Keynote Speaker\u00a0<\/i>dalam acara Diskusi Kerukunan Nasional dan Tantangan Kebangsaan di Pempekita, Tebet, Jakarta, Jumat (27\/1) siang.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Seskab, tantangan dunia pada hari ini bukan lagi tantangan perang penguasaan teritorial, melainkan perang ekonomi dan budaya, misalnya dengan menginfiltrasi kultur pendidikan negara lain. Ia menunjuk contoh proses radikalisme, yang bukan hanya ada di negara yang dianggap sebagai negara Islam, tetapi di seluruh negara di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u0093Terorisme terjadi di mana-mana dengan cara yang tidak lagi konvensional. Bahkan, yang terjadi terakhir di berbagai tempat bahkan di Spanyol, perayaan yang merupakan perayaan kegembiraan penjajahan otoritarian itu pun terkena serangan,\u0094 kata Pramono mencontohkan, seraya menyampaikan rasa syukurnya karena di Indonesia perayaan Natal dan Tahun Baru lalu bisa berjalan dengan aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seskab Pramono Anung juga menyoroti, di negara demokrasi terdapat kebebasan berbicara (<i>freedom of speech<\/i>) bagi warganya. Tetapi seringkali akibat terlalu bebas, mereka tidak bisa mengontrol diri sendiri, apalagi dalam era digital dan sosial media saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menunjuk contoh di media twitter, facebook, whatsapp, vlog, dan sebagainya, yang berbuntut pada maraknya fenomena penyebaran informasi <i>hoax<\/i> (palsu). \u0093Jadi, ini bukan hanya menjadi persoalan kita, ini persoalan dunia,\u0094 ungkap Pramono seraya menunjuk contoh bagaimana peristiwa pemilihan presiden (pilpres) yang dulu diagung-agungkan di Amerika Serikat (AS), bisa terkena <i>cyberattack<\/i>\u00a0yang puncaknya ketika pilpres itu berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Pramono, pilpres AS kali ini tidak lagi berbicara program, tapi yang selalu dibicarakan adalah\u00a0<i>email<\/i> dan <i>hoax<\/i>, yang begitu menjadi tontonan dunia. Padahal 4 tahun lalu, ujar Seskab, perdebatannya adalah mengenai program pajak, permasalahan imigran, pertumbuhan ekonomi, kebijakan di Timur Tengah, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, Seskab menegaskan, secara sederhana Pancasila seharusnya bisa menjadi penuntun dan jati diri bangsa Indonesia. \u0093Harus ada perubahan yang mendasar terhadap dunia pendidikan kita, maka Presiden telah menginstruksikan pendidikan dasar dan menengah, bahwa Pancasila, budi pekerti harus diajarkan kembali dengan pendidikan kita,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tidak Bisa Menang-Menangan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Seskab, Indonesia yang multikultur, multietnik, multibahasa, dan sebagainya, tidak bisa dirawat dengan menang-menangan antar elemen tersebut, melainkan harus menjadi milik bersama. Di sinilah, lanjut Seskab, perlunya Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u0093Pancasila bukan persoalan hapalan, Pancasila bukan merupakan persoalan dogmatis yang di rezim yang lalu dengan Manggala-nya, dengan BP4, BP7, dan seterusnya,\u0094 tegas Pramono menambahkan cara penyampaiannya juga harus berbeda, misalnya untuk anak-anak muda harus dengan cara yang gaul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seskab menegaskan, berbangsa dan bernegara adalah berbagi ruang hidup bagi semuanya, berbagi kbhinnekaan atau perbedaan. Perbedaan itu tidak boleh ditutup mengatasnamakan siapapun, karena perbedaan itulah yang membuat bangsa Indonesia menjadi kaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, lanjut Seskab, tugas bangsa Indonesia yang pertama, mengedepankan budaya Indonesia yang dimiliki. \u0093Indonesia adalah bukan budaya dengan kekerasan,\u0094 ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua adalah membuka diri ke semua potensi kekuatan bangsa, untuk bersama-sama serta menurunkan tensi untuk memprovokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menunjuk contoh, saat pergelaran Piala AFF yang lalu, bangsa Indonesia dipersatukan melalui dukungan yang sama kepada Timnas Sepakbola Indonesia. \u0093Artinya apa, kita ini akan menjadi kuat kalau ada musuh bersama. Begitu enggak ada musuh bersama, ya musuhnya ya teman sendiri,\u0094 ujar Pramono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, menurut Seskab, yang penting sekarang sudah waktunya semua orang yang merasa memiliki Republik Indonesia, Kebhinnekaan, dan Pancasila tidak seharusnya semua bergerak berbeda, untuk kekuatan bangsa Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Seskab Pramono Anung, forum yang digagas oleh Perkumpulan Gerakan Bangsa ini juga menghadirkan pembicara Yudhi Latif dan Syahganda Nainggolan, dengan moderator mantan anggota DPR Burzah Zanubi. Turut hadir Sukmawati Soekarno Putri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendampingi Seskab dalam acara tersebut, Deputi Bidang Polhukam Fadlansyah Lubis, Staf Khusus Seskab Emir Kresna Wardhana, dan Asdep Hukum, HAM, serta Aparatur Negara Beben Hurmansyah. <b>(EN\/ES)<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagaimana di negara lainnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, kebhinnekaan di Indonesia sering terganggu karena politik. Padahal Indonesia mempunyai 250 juta penduduk dengan lebih dari 700 bahasa dialek, 6 agama yang diakui, lebih dari 200 aliran kepercayaan, serta 8 juta diaspora. \u0093Ini membuktikan bahwa Indonesia begitu berbhinneka, begitu beragamnya, begitu mempunyai kelebihan dan tentunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":106837,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"class_list":["post-106836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagaimana di negara lainnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, kebhinnekaan di Indonesia sering terganggu karena politik. Padahal Indonesia mempunyai 250 juta penduduk dengan lebih dari 700 bahasa dialek, 6 agama yang diakui, lebih dari 200 aliran kepercayaan, serta 8 juta diaspora. \u0093Ini membuktikan bahwa Indonesia begitu berbhinneka, begitu beragamnya, begitu mempunyai kelebihan dan tentunya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-01-28T03:18:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-01-30T02:35:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"5216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"3216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8\"},\"headline\":\"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan\",\"datePublished\":\"2017-01-28T03:18:13+00:00\",\"dateModified\":\"2017-01-30T02:35:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\"},\"wordCount\":663,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\",\"name\":\"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg\",\"datePublished\":\"2017-01-28T03:18:13+00:00\",\"dateModified\":\"2017-01-30T02:35:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg\",\"width\":5216,\"height\":3216,\"caption\":\"Seskab Pramono Anung saat menjadi Pembicara Kunci dalam diskusi Kerukunan Nasional & Tantangan Bangsa, di Jakarta. (Foto: Humas\/Jay)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/nia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Sebagaimana di negara lainnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, kebhinnekaan di Indonesia sering terganggu karena politik. Padahal Indonesia mempunyai 250 juta penduduk dengan lebih dari 700 bahasa dialek, 6 agama yang diakui, lebih dari 200 aliran kepercayaan, serta 8 juta diaspora. \u0093Ini membuktikan bahwa Indonesia begitu berbhinneka, begitu beragamnya, begitu mempunyai kelebihan dan tentunya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2017-01-28T03:18:13+00:00","article_modified_time":"2017-01-30T02:35:11+00:00","og_image":[{"width":5216,"height":3216,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8"},"headline":"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan","datePublished":"2017-01-28T03:18:13+00:00","dateModified":"2017-01-30T02:35:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/"},"wordCount":663,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/","name":"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg","datePublished":"2017-01-28T03:18:13+00:00","dateModified":"2017-01-30T02:35:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/image-44.jpeg","width":5216,"height":3216,"caption":"Seskab Pramono Anung saat menjadi Pembicara Kunci dalam diskusi Kerukunan Nasional & Tantangan Bangsa, di Jakarta. (Foto: Humas\/Jay)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/berciri-multikultur-seskab-merawat-kebhinekaan-indonesia-tidak-bisa-menang-menangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berciri Multikultur, Seskab: Merawat Kebhinnekaan Indonesia Tidak Bisa Menang-Menangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/nia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/106836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=106836"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/106836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106851,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/106836\/revisions\/106851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/106837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=106836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=106836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=106836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}