{"id":111388,"date":"2017-04-25T14:47:21","date_gmt":"2017-04-25T07:47:21","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=111388"},"modified":"2017-04-25T14:47:21","modified_gmt":"2017-04-25T07:47:21","slug":"pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/","title":{"rendered":"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\" rel=\"attachment wp-att-111390\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-111390\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\" alt=\"PNS Daerah\" width=\"280\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg 800w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah-300x193.jpg 300w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah-768x494.jpg 768w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah-600x386.jpg 600w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah-150x97.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 280px) 100vw, 280px\" \/><\/a>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Maret 2017, juga memuat aturan tentang cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).<\/p>\n<p>Menurut PP ini, cuti diberikan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), yang\u00a0 dapat didelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat di lingkungannya untuk memberikan cuti, kecuali ditentukan lain dalam Peraturan Pemerintah ini atau peraturan perundang-undangan lainnya.<!--more--><\/p>\n<p>\u0093Cuti bagi PNS yang ditugaskan pada lembaga yang bukan bagian dari kementerian atau lembaga diberikan oleh pimpinan lembaga yang bersangkutan kecuali cuti di luar tanggungan negara,\u0094 bunyi Pasal 309 ayat (3) PP tersebut.<\/p>\n<p>Dalam PP ini disebutkan, cuti terdiri atas: a. Cuti tahunan; b. Cuti besar; c. Cuti sakit; d. Cuti melahirkan; e. Cuti karena alasan penting; f. Cuti bersama; dan g. Cuti di luar tanggungan negara.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti Tahunan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>PP ini menyebutkan, PNS dan calon PNS yang telah bekerja paling kurang 1 (satu) tahun secara terus menerus berhak atas cuti tahunan. Lamanya hak atas cuti tahunan sebagaimana dimaksud adalah 12 (dua belas) hari kerja.<\/p>\n<p>Untuk menggunakan hak atas cuti tahunan sebagaimana dimaksud, PNS atau calon PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti tahunan. \u0093Hak atas cuti tahunan sebagaimana dimaksud diberikan secara tertulis oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti tahunan,\u0094 bunyi Pasal 312 ayat (4) PP ini.<\/p>\n<p>Dalam hal hak atas cuti tahunan yang akan digunakan di tempat yang sulit perhubungannya, menurut PP ini, jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 12 (dua belas) hari kalender.<\/p>\n<p>Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun yang bersangkutan, menurut PP ini, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun berjalan.<\/p>\n<p>\u0093Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan,\u0094 bunyi Pasal 313 ayat (2) PP ini.<\/p>\n<p>PNS yang menduduki Jabatan guru pada sekolah dan Jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, menurut PP ini, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti Besar<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>PP ini juga menyebutkan, PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) secara terus menerus, menurut PP ini. berhak lama 3 (tiga) bulan. Ketentuan paling singkat 5 (lima) tahun secara terus menerus dikecualikan bagi PNS yang masa kerjanya belum 5 (lima) tahun, untuk kepentingan agama. PNS yang menggunakan hak atas cuti besar, menurut PP ini, \u00a0tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan.<\/p>\n<p>\u0093Hak cuti besar diberikan secara tertulis oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti besar. Namun hak cuti besar dapat ditangguhkan penggunaannya oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti besar untuk paling lama 1 (satu) tahun apabila kepentingan dinas mendesak, kecuali untuk kepentingan agama,\u0094 bunyi Pasal 317 PP ini.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti Sakit<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Menurut PP ini, setiap PNS yang menderita sakit berhak atas cuti sakit. PNS yang sakit lebih dari 1 (satu) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari, menurut PP ini, berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenangng untuk memberikan hak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter.<\/p>\n<p>PNS yang menderita sakit lebih dari 14 (empat belas) hari, menurut PP ini, berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter pemerintah.<\/p>\n<p>Hak atas cuti sakit sebagaimana dimaksud \u00a0diberikan untuk waktu paling lama I (satu) tahun. Jangka waktu cuti sakit sebagaimana dimaksud dapat ditambah untuk paling lama 6 (enam) bulan apabila diperlukan, berdasarkan surat keterangan tim penguji kesehatan yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.<\/p>\n<p>PNS yang mengalami gugur kandungan, menurut PP ini, berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1 1\/2 (satu setengah) bulan.<\/p>\n<p>\u0093Untuk mendapatkan hak atas cuti sakit sebagaimana dimaksud , PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan,\u0094 bunyi Pasal 321 ayat (2) PP ini.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti Melahirkan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>PP ini juga menyebutkan, \u00a0untuk kelahiran anak pertama sampai dengan kelahiran anak ketiga pada saat menjadi PNS, berhak atas cuti melahirkan. Untuk kelahiran anak keempat dan seterusnya, kepada PNS diberikan cuti besar. Lamanya cuti melahirkan sebagaimana dimaksud adalah 3 (tiga) bulan.<\/p>\n<p>Untuk dapat menggunakan hak atas cuti melahirkan sebagaimana dimaksud, menurut PP ini, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti melahirkan.<\/p>\n<p>\u0093Hak cuti melahirkan sebagaimana dimaksud diberikan secara tertulis oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti melahirkan,\u0094 bunyi Pasal 326 ayat (2) PP ini.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti Karena Alasan Penting<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Menurut PP ini, PNS berhak atas cuti karena alasan penting, apabila: a. ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu salit keras atau meninggal dunia; b. salah seorang anggota keluarga yang dimaksud pada huruf a meninggal dunia, dan menurut peraturan perundang-undangan PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia; atau c. Melangsungkan perkawinan.<\/p>\n<p>\u0093Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti karena alasan penting paling lama 1 (satu) bulan,\u0094 bunyi Pasal 330 PP Nio. 11 Tahun 2017 itu.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti Bersama<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>PP ini menegaskan, Presiden dapat menetapkan cuti bersama. Cuti bersama sebagaimana dimaksud tidak mengurangi hak cuti tahunan.<\/p>\n<p>PNS yang karena Jabatannya tidak diberikan hak atas cuti bersama, menurut PP ini, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan. Cuti bersama sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan Keputusan Presiden.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cuti di Luar Tanggungan Negara<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>PP ini juga menyebutkan, PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus-menerus karena alasan pribadi dan mendesak dapat diberikan cuti di luar tanggungan negara. Cuti di luar tanggungan negara itu dapat diberikan untuk paling lama 3 (tiga) tahun.<\/p>\n<p>\u0093Jangka waktu cuti di luar tanggungan negara sebagaimana dimaksud dapat diperpanjang paling lama I (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting memperpanjangnya,\u0094 bunyi Pasal 334 ayat (3) PP ini.<\/p>\n<p>Menurut PP ini, cuti di luar tanggungan negara mengakibatkan PNS yang bersangkutan diberhentikan dari Jabatannya. Jabatan yang menjadi lowong karena pemberian cuti di luar tanggungan negara harus diisi.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan cuti di luar tanggungan negara, menurut PP ini, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK disertai dengan alasan. \u0093Cuti di luar tanggungan negara hanya dapat diberikan dengan surat keputusan PPK setelah mendapat persetujuan dari Kepala BKN,\u0094 bunyi Pasal 336 ayat (2) PP ini.<\/p>\n<p>Menurut PP ini, selama menjalankan cuti di luar tanggungan negara, PNS yang bersangkutan tidak menerima penghasilan PNS. Dan selama menjalankan cuti di luar tanggungan negara tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS.<\/p>\n<p>Ditegaskan dalam PP ini, PNS yang sedang menggunakan hak atas cuti dapat dipanggil kembali bekerja apabila kepentingan dinas mendesak. Dalam hal PNS dipanggil kembali bekerja sebagaimana dimaksu, menurut PP ini, jangka waktu cuti yang belum dijalankan tetap menjadi hak PNS yang bersangkutan.<\/p>\n<p>Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian cuti diatur dengan Peraturan Kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara).<\/p>\n<p>\u0093Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,\u0094 bunyi Pasal 364 Peratuan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 7 April 2017 itu.\u00a0<strong>(Pusdatin\/ES)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Maret 2017, juga memuat aturan tentang cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurut PP ini, cuti diberikan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), yang\u00a0 dapat didelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat di lingkungannya untuk memberikan cuti, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":111390,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"class_list":["post-111388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Maret 2017, juga memuat aturan tentang cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurut PP ini, cuti diberikan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), yang\u00a0 dapat didelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat di lingkungannya untuk memberikan cuti, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-25T07:47:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"515\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a\"},\"headline\":\"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS\",\"datePublished\":\"2017-04-25T07:47:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\"},\"wordCount\":1208,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\",\"name\":\"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-25T07:47:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg\",\"width\":800,\"height\":515},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/ecip26\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Maret 2017, juga memuat aturan tentang cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurut PP ini, cuti diberikan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), yang\u00a0 dapat didelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat di lingkungannya untuk memberikan cuti, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2017-04-25T07:47:21+00:00","og_image":[{"width":800,"height":515,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a"},"headline":"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS","datePublished":"2017-04-25T07:47:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/"},"wordCount":1208,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/","name":"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg","datePublished":"2017-04-25T07:47:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/PNS-Daerah.jpg","width":800,"height":515},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pp-no-112017-inilah-aturan-tentang-cuti-bagi-pns\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PP No. 11\/2017: Inilah Aturan Tentang Cuti Bagi PNS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/ecip26\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/111388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=111388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/111388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111391,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/111388\/revisions\/111391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/111390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=111388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=111388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=111388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}