{"id":114361,"date":"2017-07-03T12:05:02","date_gmt":"2017-07-03T05:05:02","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=114361"},"modified":"2017-07-03T12:05:02","modified_gmt":"2017-07-03T05:05:02","slug":"manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/","title":{"rendered":"Manajemen Strategik  Komunikasi Publik di Era Digital"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" rel=\"attachment wp-att-114362\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-114362\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" alt=\"Eddy-Cahyono-Sugiarto\" width=\"176\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg 176w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-150x159.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 176px) 100vw, 176px\" \/><\/a>Oleh: Eddy Cahyono <\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>\u0094Ki<\/em><\/strong><strong><em>ta kini memasuki era persaingan dan kompetisiantar negara, untuk itu\u00a0\u00a0 humas kementerian\/lembaga non kementerian\/BUMN agar \u00a0menyampaikan persepsi positip dalam \u00a0membangun trust (kepercayaan) dari rakyat dan\u00a0 dunia, dengan\u00a0 bergerak lebih cepat, memiliki kepekaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, kesampingkan ego sektoral, kedepankan kebersamaan dan sinergi, informasikan apa yang telah dikerjakan, gunakan cara-cara baru dalam menyampaikan informasi, tinggalkan pola-pola lama.\u0094\u00a0 ?<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>\u00a0<\/em><\/strong><em>(Arahan Presiden RI pada pertemuan\u00a0 dengan humas Kementerian dan lembaga non kementerian, serta BUMN di Istana Negara, Jakarta, Kamis 4 Februari 2016)<br \/>\n?<\/em><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan pola komunikasi yang terjadi \u00a0di era digitalisasi dewasa ini telah menjadikan arus informasi mengalir dengan deras dan cepat, pola-pola komunikasi linier mulai digantikan dengan pola-pola komunikasi simetris, pemanfaatan teknologi informasi komunikasi\u00a0 dan internet\u00a0 semakin mempercepat penetrasi pesan ke dalam berbagai elemen masyarakat,\u00a0 wajar jika Thomas L. Friedman mengatakan jika\u00a0<em>the world is flat<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan pola komunikasi\u00a0 diera digital,\u00a0 \u00a0dengan semakin masifnya penetrasi\u00a0 internet, \u00a0diproyeksikan\u00a0 akan semakin mempercepat transformasi ke <em>\u0093pola komunikasi model baru\u0094.\u00a0 <\/em>Premis ini bukan tanpa alasan yang mendasar, merujuk hasil survey 2016 oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet)\u00a0 terkait \u00a0pengguna internet di Indonesia,\u00a0 menunjukkan telah terjadi\u00a0 lonjakan yang\u00a0 sangat pesat, yakni 132,7 juta orang (51,5%) dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 juta orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lonjakan pesat pengguna internet di Indonesia dalam 2 tahun terakhir (2014-2016) mengalami kenaikan sebesar 44,6 juta, dimana pada tahun 2014 pengguna internet di Indonesia baru sebesar 88,1 juta user,\u00a0 dan diprediksi akan terus meningkat tajam pada tahun-tahun mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bila dielaborasilebih mendalam,\u00a0 populasi tertinggi pengguna internet indonesia itu\u00a0 mayoritas ada di pulau Jawa dengan persentase 65 % (86,3 Juta orang) dari 256,2 juta orang,\u00a0 \u00a0pengguna terbanyak ada pada usia 35-44 tahun yakni sebesar 29,2% sedangkan\u00a0 pengguna paling sedikit adalah rentang usia 55 tahu ke atas yang hanya berkisar 10%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari data statistik tersebut di atas, \u00a0bila dikaitkan dengan tahapan perkembangan teknologi komunikasi, \u00a0yang digagas oleh\u00a0 Everett M Rogers, Indonesia sejatinya telah memasuki fase <em>interactive communication era<\/em> sebagai tahapan lebih lanjut dari pengembangan\u00a0 era telekomunikasi. Era ini ditandai dengan \u00a0penggunaan \u00a0internet sebagai media baru\u00a0<em>(new media). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi \u00a0penggunaan internet sebagai media baru <em>(new media)<\/em>telah mengubah sifat dan ruang lingkup media komunikasi , transformasi ini menegaskan bahwa <em>second media age<\/em>, dengan pola simetris dan interaktif, \u00a0\u00a0\u00a0telah mulai menggeser dominasi media broadcast seperti surat kabar, radio dan televisi,\u00a0 pemberitaan yang viral dan menjadi <em>tranding topic<\/em>\u00a0 dalam media sosial bahkan acapkali menjadi pemberitaan utama pada media mainstream.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergeseran pola\u00a0 komunikasi di era digital telah menjadikan <em>citizen journalism<\/em>\u00a0sebagai suatu fenomena baru, komunikasi sekarang bukan lagi\u00a0<em>two-step communication model<\/em>, tetapi\u00a0<em>multi-step communication model<\/em>, yang memposisikan \u00a0individu\u00a0 menjadi \u00a0kekuatan baru yang dapat \u00a0mempengaruhi opini publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadirnya era digital \u00a0dan terjadinya pergeseran pola komunikasi, dengan <em>trend<\/em> meningkatnya penggunaan internet, \u00a0serta merujuk pada distribusi sebaran usia penggunanya, \u00a0seyogyanya menjadi momentum \u00a0bagi praktisi humas (hubungan masyarakat) atau PR (public relations) dan pengelola informasi publik di K\/L, BUMN dan organisasi pemerintah lainnya, untuk mampu berubah dan beradaptasi dengan mereposisi manajemen strategik dalam komunikasi publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reposisi erlu dilakukan dengan \u00a0menata ulang rencana komunikasi strategis <em>(strategic communication plan)<\/em>,\u00a0 sebagai peta jalan perubahan dengan pola kekinian, melakukan <em>market intelejen<\/em> sehingga strategi komunikasi publik disesuaikan dengan penerima pesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eksistensi praktisi humas, PR atau pengelola informasi publik pada organisasi pemerintah semakin menjadi strategis \u00a0ditengah era persaingan dan digitalisasi \u00a0serta disruption era yang membawa \u00a0konsekuensi berubahnya <em>\u0093lanskap media\u0094,<\/em> untuk itu diperlukan SDM\u00a0 yang berorientasi inovasi dan kreatifitas <em>(think across), <\/em>berorientasi pada hasil dibandingkan prosedural administratif dalam strategi komunikasi publiknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Strategisnya positioning\u00a0 SDM sebagai praktisi humas, PR atau pengelola informasi publik dipertegas dalam riset, Sallot dan Johnson (2006), yang melakukan survei terhadap pers di Amerika Serikat (AS), yang menemukan bahwa\u00a0 44 persen media berita di AS dipengaruhi oleh praktisi humas, yang menjadikan output pekerjaan praktisi humas sebagai agenda setting. Bahkan, surat kabar bergengsi seperti the Washington Post dan New York Times\u00a0 mendapatkan lebih dari setengah konten mereka berasal dari siaran dan konferensi pers.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, praktisi humas harus harus mampu mentransformasi mindset dari bekerja secara linier dan <em>business\u00a0 as usual<\/em> menjadi visioner <em>(think ahead)<\/em> dan kreatif serta inovatif, berpikir holistik dan lintas sektor (think across), memiliki kompetensi layaknya seorang <em>chief editor<\/em> atau <em>newsroom head<\/em>, utamanya dalam meningkatkan kemampuan menghasilkan konten komunikasi publik\u00a0 yang menarik, \u00a0lebih padat, berisi, inovatif dan kreatif \u00a0terkait \u00a0pers rilis, foto, dan video,serta memanfaatkan media sosial dalam mengakselerasi diseminasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Strategi komunikasi publik yang dikembangkan harus mampu melayani kebutuhan informasi publik<em>(service delivery culture)<\/em>, membentuk citra positif institusi, memberikan <em>update<\/em>mengenai apa yang telah, sedang, \u00a0dan akan dilakukan, apa manfaatnya bagi masyarakat, merangkul umpan balik dari publik,praktisi komunikasi publik di K\/L harus dapat berperan sebagai \u0093mata dan telinga\u0094.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manajemen strategik sebagai peta jalan perubahan dimaksud seyogyanya diprioritaskan dengan peningkatan <em>core competence, sinergitas dan value creation,<\/em> yang mendorong terwujudnya\u00a0 perbaikan tata kelola\u00a0 public relations, pers dan media relations serta perbaikan manajemen pengelolaan data dan informasi publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Coorporate level strategy<\/em> harus dapat diterjemahkan secara kongkrit sampai dengan tingkatan <em>fungsional level strategy, <\/em>melalui \u00a0perencanaan, implementasi dan evaluasi sebagai suatu kerangka kerja terintegratif, \u00a0hal ini diperlukan dalam memberikan arah rencana strategis organisasi sehingga adaktif terhadap perubahan-perubahan lingkungan strategis eksternal yang terjadi dengan cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manajemen strategik sebagai pilihan cara pengelolaan \u00a0komunikasi publikdengan menjadikan program dan kegiatan prioritas komunikasi publik yang berbasis media sosial, harus dirumuskan dan diimplementasikan dengan menetapkan sasaran-sasaran strategis yang terukur <em>(measurable objective), <\/em>sebagai alat kendali pimpinan terhadap keberhasilan implementasi program komunikasi\u00a0 publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan budaya kerja (coorporate culture)\u00a0 dari yang berorientasi output menjadi berorientasi outcome dan benefit perlu terus ditumbuhkembangkan dalam organisasi sehingga praktisi humas yang ada tidak hanya berkutat pada \u0093kerja pola-pola lama\u0094 yang bersifat teknis semata, \u00a0seperti menyiapkan rilis, menyiapkan \u00a0konferensi pers, peliputan dan dokumentasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Inpres no 9 tahun 2015 dan Pengelolaan Komunikasi Publik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita patut bersyukur komitmen yang tinggi dari Presiden RI dalam\u00a0 memastikan seluruh K\/L bersinergi menunjang keberhasilan Kabinet Kerja, menyerap aspirasi dan mempercepat penyampaian informasi tentang kebijakan dan program pemerintah, telah dilegalitas formalkan dengan terbitnya Inpres No.9 Tahun 2015 yang mengatur tentang pengelolaan komunikasi publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden RI telah menginstruksikan kepada para pejabat di K\/L\u00a0 untu mengambil langlah-langkah yang diperlukan\u00a0 sesuai tugas fungsi dan kewenangannya maing-masing untuk mendukung pelaksanaan komunikasi publik, antara lain dengan menyebarluaskan kepada publik narasi tunggal dan data dukung terkait kebijakan dan program pemerintah dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi\u00a0 kepada masyarakat secara tepat, cepat, obyektif, berkualitas\u00a0 baik berwawasan nasional dan mudah dimengerti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu praktisi komunikasi publik di K\/L pemerintah harus dapat mengubah mindset bekerja dari pelayanan teknis semata menjadi praktisi komunikasi publik yang visioner <em>(think ahead)<\/em> dan bekerja dalam ritme inovatif dan kreatif, berpikir holistik dan lintas sektor<em>(think across) <\/em>sehingga terjadi transformasimenuju kinerja\u00a0 pemerintahan yang mampu beradaptasidengan perkembangan lingkungan strategis (<em>dynamic government).<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai perwujudan <em>think ahead<\/em>, praktisi komunikasi publik di K\/L harus mampu berpikir \u00a0strategis layaknya \u00a0pemimpin redaksi dalam \u00a0merencanakan dan membuat framing\u00a0 pemberitaan terkait dengan apa yang telah, sedang dan akan dikerjakan oleh K\/L, menetapkan berbagai <em>channeling<\/em> yang akan digunakan dan target audience yang akan disasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola baru dengan menggali\u00a0 umpan balik melalui metode 360% perlu terus ditingkatkan, keterlibatan masyarakat\u00a0 harus menjadi fokus perhatian dengan interaktif\u00a0 dalam menyerap aspirasi masyarakat, utamanya untuk mengetahui\u00a0 <em>outcome <\/em>\u00a0dari program dan kegiatan K\/L.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara-cara kerja konvensional\u00a0 yang bersifat teknis pelayanan dalam penyiapan pers rilis, konferensi pers dan penyiapan liputan dan dokumentasi\u00a0 harus dapat dikembangkan dan dikemas secara lebih kreatif dan inovatif, \u00a0sebagai \u00a0pola kerja baru dengan memanfaatkan secara optimal perkembangan teknologi informasi komunikasi, internet dan media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara-cara penyajian dan kemasan komunikasi publik harus mengacu pada kemasan\u00a0 kekinian yang menjadi <em>trend<\/em>\u00a0 dan mudah dicerna, \u00a0tanpa mengurangi makna subtansial dari pesan, model-model penyajian melalui\u00a0 infografis, vblog, \u00a0animasiserta <em>modeling<\/em> analisis berita dengan <em>coding<\/em> teknologi secara realtime dan pengelompokan \u00a0terhadap pro kontra terhadap isu strategis dan kinerja pembangunan perlu terus dikembangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di era digital media, komunikasi publik\u00a0 yang dilakukan pemerintah \u00a0tidak cukup hanya menyampaikan informasi saja, tetapi harus memiliki dashboard pengendalianyang terintegrasi antar K\/L, melalui interface data sebagai <em>one big data, <\/em>yang terus <em>diupdate<\/em> sebagaibackground informasi diseminasi komunikasi publik dan alat kendali pimpinan\u00a0 dalam melakukan perubahan dibelakang panggung <em>(manufacturing quality)<\/em> dan depan panggung <em>(service quality)<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Praktisi humas pada K\/L\u00a0 pemerintah perlu terus\u00a0 mengefektifkan dan mengefesiensikan komunikasi publik yang dilakukan, dengan meningkatkan \u00a0sinergitas antara K\/L, menghapus sekat-sekat sektoral, sehingga komunikasi publik\u00a0 pemerintah dapat mendukung\u00a0\u00a0 conversation di digital media \u00a0agar &#8220;tidak keruh dan dapat berimbang&#8221;, hal ini sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi perubahan tuntutan konten komunikasi publik dari kebutuhan\u00a0 <em>timesseries\u00a0<\/em>menjadi <em>realtime<\/em> dan <em>eksponensial.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan mindset dari <em>owning<\/em>\u00a0<em>economy<\/em> menjadi <em>sharing<\/em>\u00a0<em>economy<\/em> terkait dengan konten komunikasi publik perlu terus digelorakan, konsep berbagi konten\u00a0 komunikasi publik, untuk mendapatkan narasi tunggal menjadi satu keniscayaan, hilangkan belenggu dengan pola pikir konvensional, \u00a0gunakan pola-pola baru dengan inovasi dan kreatifitas\u00a0 sehingga\u00a0 efektifitas dan efesiensi\u00a0 komunikasi publik dapat dicapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengelolaan media sosial\u00a0 sebagai <em>channeling <\/em>baru dalam mendiseminasi pesan seyogyanya menjadi pilihan strategi \u00a0pada berbagai K\/L, disamping tetap membina relasi dengan media mainstream, pemanfaatan berbagai <em>channeling<\/em>diharapkan dapat membangun persepsi positip, sekaligus sebagai upaya <em>nation branding<\/em>\u00a0 guna meningkatkan kepercayaan <em>(trust) <\/em>\u00a0dari\u00a0 rakyat dan dunia internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibarat sebuah paduan suara dan simfoni orkestra, harmonisasi pengelolaan komunikasi publik sangatlah penting,\u00a0 konsistensi dan kejelasan dalam agenda\u00a0setting\u00a0\u00a0 serta narasi tunggal menjadi isu strategis yang perlu terus ditangani secara profesional sehingga dapat berkonstribusi\u00a0 dalam membangun image\u00a0positif\u00a0 tentang Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tentunya berharap dengan semakin terkonsolidasinya komunikasi publik pada K\/L pemerintah, akan dapat memberikan konstibusi menciptakan persepsi positip dalam \u00a0membangun kepercayaan <em>(trust)<\/em> dari masyarakat dan dunia\u00a0 internasional, sehingga investasi dapat terus tumbuh dan agenda-agenda pembangunan dapat terus dipacu, Indonesia akan menjadi bangsa yang terdepan dalam kemajuan dan menjadi bangsa pemenang dalam \u00a0menghadapi era kompetisi.\u00a0 Semoga<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Eddy Cahyono \u0094Kita kini memasuki era persaingan dan kompetisiantar negara, untuk itu\u00a0\u00a0 humas kementerian\/lembaga non kementerian\/BUMN agar \u00a0menyampaikan persepsi positip dalam \u00a0membangun trust (kepercayaan) dari rakyat dan\u00a0 dunia, dengan\u00a0 bergerak lebih cepat, memiliki kepekaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, kesampingkan ego sektoral, kedepankan kebersamaan dan sinergi, informasikan apa yang telah dikerjakan, gunakan cara-cara baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":114362,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-114361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Eddy Cahyono \u0094Kita kini memasuki era persaingan dan kompetisiantar negara, untuk itu\u00a0\u00a0 humas kementerian\/lembaga non kementerian\/BUMN agar \u00a0menyampaikan persepsi positip dalam \u00a0membangun trust (kepercayaan) dari rakyat dan\u00a0 dunia, dengan\u00a0 bergerak lebih cepat, memiliki kepekaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, kesampingkan ego sektoral, kedepankan kebersamaan dan sinergi, informasikan apa yang telah dikerjakan, gunakan cara-cara baru [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-03T05:05:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"176\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"187\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\"},\"headline\":\"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital\",\"datePublished\":\"2017-07-03T05:05:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\"},\"wordCount\":1554,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\",\"name\":\"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-03T05:05:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\",\"width\":176,\"height\":187},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Oleh: Eddy Cahyono \u0094Kita kini memasuki era persaingan dan kompetisiantar negara, untuk itu\u00a0\u00a0 humas kementerian\/lembaga non kementerian\/BUMN agar \u00a0menyampaikan persepsi positip dalam \u00a0membangun trust (kepercayaan) dari rakyat dan\u00a0 dunia, dengan\u00a0 bergerak lebih cepat, memiliki kepekaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, kesampingkan ego sektoral, kedepankan kebersamaan dan sinergi, informasikan apa yang telah dikerjakan, gunakan cara-cara baru [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2017-07-03T05:05:02+00:00","og_image":[{"width":176,"height":187,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01"},"headline":"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital","datePublished":"2017-07-03T05:05:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/"},"wordCount":1554,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/","name":"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","datePublished":"2017-07-03T05:05:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg","width":176,"height":187},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/manajemen-strategik-komunikasi-publik-di-era-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Manajemen Strategik Komunikasi Publik di Era Digital"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/114361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=114361"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/114361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":114363,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/114361\/revisions\/114363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/114362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=114361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=114361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=114361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}