{"id":119324,"date":"2017-10-09T15:09:23","date_gmt":"2017-10-09T08:09:23","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=119324"},"modified":"2017-10-09T15:09:23","modified_gmt":"2017-10-09T08:09:23","slug":"pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/","title":{"rendered":"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png\" rel=\"attachment wp-att-119325\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-119325\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-300x148.png\" alt=\"kraton jawa\" width=\"300\" height=\"148\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-300x148.png 300w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-150x74.png 150w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-768x380.png 768w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-1024x506.png 1024w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-600x297.png 600w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png 1472w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><strong>Oleh Kukuh Pamuji*)<\/strong><\/p>\n<p>Apabila kita menengok kembali ke dunia keraton Jawa Tengah Selatan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, disana Nampak jelas terdapat upacara pujian untuk mengambil hati (<em>propitiation<\/em>) dewi-dewi perkasa, seperti halnya Batari Durga dan Ratu Kidul. Seperti dimaklumi, sudah menjadi salah satu tugas pokok raja di Asia Tenggara adalah menjamin kemakmuran kerajaan mereka dengan mengadakan upacara-upacara khusus.<\/p>\n<p>Upacara dimaksud, diselenggarakan di ibu kota kerajaan atau di tempat-tempat sakral yang berhubungan dengan dewi pelindung yang \u0093<em>membaureksa<\/em>\u0094 kerajaan, melalui utusan khusus istana ke tempat tersebut. Dewi pelindung biasanya menjaga empat penjuru (mata angin), dan sifat baik atau buruknya sangat menentukan keselamatan kerajaan.<!--more--><\/p>\n<p>Grebeg Maulud, Akhir bulan Puasa, dan Hari Raya Haji, merupakan sederetan upacara yang \u00a0penting di pusat kerajaan Jawa Tengah Selatan. Di antara tiga perayaan ini, Grebeg Maulud atau yang sering disebut dengan Sekaten adalah upacara yang paling penting. Upacara perayaan Islam-Jawa ini diselenggarakan untuk memperingati hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW.<\/p>\n<p>Alih-alih merayakan hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW, Grebeg Maulud pada hakikatnya merupakan perayaan hasil panen dan upacara untuk menjamin panen yang melimpah di tahun berikutnya. Salah satu simbol kunci dari upacara tersebut adalah pawai tumpeng raksasa\/gunungan <em>jaler<\/em> (laki-laki) dan gunungan <em>estri <\/em>(perempuan) yang dibawa dalam prosesi dari Keraton ke Masjid Agung, untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung.<\/p>\n<p>Gunungan <em>jaler<\/em> biasanya terdiri atas sayur-mayur hasil bumi seperti kacang panjang, terong, wortel. cabai, sawo, dan tomat; dan yang <em>estri<\/em> rengginan. Kedua gunungan tersebut menurut Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Puger dari Keraton Kesunanan Surakarta merupakan simbol tanda syukur seorang raja kepada rakyatnya.<\/p>\n<p>Selain sebagai tanda syukur raja, terdapat kaitan yang erat dalam tradisi Jawa antara gunungan <em>jaler <\/em>dan <em>estri<\/em> dengan Dewi Sri dan suaminya, Joko Sadono (Wisnu). Hal ini menghubungkan Sekaten dengan upacara perayaan panen yang diselenggarakan di setiap desa di Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Pada zaman Pakubuwono XII\u00a0 bertakhta (1945-2004), Setiap Grebeg Maulud tahun Dal (grebeg kelima dalam siklus sewindu), Sunan dan Garwa Ampeyan (selir) mengadakan upacara khusus dengan mengukus dandang beras bersama. Inilah yang menggarisbawahi makna Sekaten sebagai ritual panen tingkat kerajaan.<\/p>\n<p>Dua utusan kerajaan mengunjungi tempat sakral paling penting bagi Keraton Surakarta yakni Alas Krendowahono (di utara Surakarta) dimana menjadi tempat bagi Batari Durga bersemayam, dan Parangtritis (di pantai selatan) yang dipercaya sebagai kerajaan Ratu Kidul. Konon Ratu kidul sendiri adalah seorang putri Raja Pajajaran yang memiliki nama asli Dewi Retno Suwido.<\/p>\n<p>Melalui Sang Ratu Kidul, raja-raja di Jawa Tengah selatan mempunyai pertalian kekerabatan dengan penguasa baru di tanah <em>sabrang<\/em> di kota Betawi\/Jawa Barat. Namun demikian, kekerabatan ini tidak memberikan hak kepada kedua belah pihak untuk mengklaim satu wewenang terhadap pihak lain. Penguasa Belanda di Betawi maupun raja di Jawa Tengah selatan sama-sama memiliki hak daulat, yaitu Pasundan untuk Belanda dan Kejawen untuk raja di Jawa Tengah selatan.<\/p>\n<p>Pada sisi yang lain, Ratu Kidul adalah dewi pelindung kerajaan Mataram dan istri gaib bagi para raja. Dalam <em>Babad Tanah Jawi<\/em>, Panembahan Senopati dikisahkan berangkat dari Parangtritis\u00a0 menemui Sang Ratu di Istana Bawah laut, yang hanya dihuni roh halus dan bersetubuh dengannya. Hubungan intim dan istimewa antara pendiri Mataram dan sang Ratu ini membawa kerajaan ke puncak kejayaannya pada awal abad ke-17 pada pemerintahan\u00a0 cucu Senopati, Sultan Agung.<\/p>\n<p>Ratu Kidul, merupakan seorang dewi yang kecantikan dan kemudaannya bergantung pada tua-mudanya peredaran bulan, juga merupakan penjelmaan Batari Durga atau Dewi Uma. Sebagai Dewi Uma ia bisa membawa perlindungan dan kemakmuran dan sebagai Dewi Durga \u00a0ia bisa menimbulkan bencana dn penghancuran besar-besaran.<\/p>\n<p>Untuk menjamin perlindungan Sang ratu dan memperkuat pertalian gaib antara keraton dan istana di bawah laut, setiap tahun diadakan upacara khusus di Parangtritis yang dikenal dengan upacara <em>labuhan <\/em>(lepas ke laut). Di Yogyakarta, sesajen <em>labuhan<\/em> berupa kain parang rusak <em>awisan-Dalem<\/em>, dengan kemben hijau (<em>kain cangkring, sumekan gadung<\/em>) yang menjadi warna favorit Sang Ratu dan batik pola hijau-putih bernama <em>gadung mlati<\/em>. Batik ini dipakai penari di Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta dalam tarian suci Bedoyo Ketawang (Kesunanan) dan Bedoyo Semang (Kesultanan) guna mengundang roh halus Ratu Kidul agar bersetubuh dengan sang raja.<\/p>\n<p>Sesajen dilabuh ke laut kidul yang berombak tinggi menggunakan rakit.\u00a0 Sewaktu arus bawah kuat membawa sesajen itu\u00a0 ke laut lepas, sesajen yang lebih intim dari para raja, seperti gunting kuku dan rambut, dipendam di pasir hitam di pantai Parangtritis di atas garis air.<\/p>\n<p>Ketika sedang berlangsung acara labuhan di pantai selatan, utusan lain dari keraton bersilang dari Yogyakarta ke Gunung merapi di arah utara dan dari Surakarta ke Gunung Lawu di arah timur untuk membawa sesajen ke dewa pelindung, yaitu Kyai Sapu Jagad di Gunung Merapi dan Kyai Tunggul Wulung di Gunung Lawu. Hal ini dimaksudkan agar keseimbangan kosmik antara bumi dan air dapat dipertahankan.<\/p>\n<p>Di Surakarta, tarian yang paling penting untuk menghormati dewi laut selatan adalah Bedoyo Ketawang. Tarian ini menampilkan Sembilan orang penari perempuan yang semuanya belia dan keturunan bangsawan atau raja. Tarian ini mengisahkan pertemuan antara Ratu Kidul dan Senopati. Sang Ratu dipujikan dengan diberi sesajen berupa pakaian\u00a0 dengan pola batik dan makanan khas kesukaannya. Bila tarian dilaksanakan dengan tepat, penarinya bersih jasmani (tidak menstruasi) dan hatinya tenang, Sang Ratu biasanya muncul dengan memasuki tubuh salah seorang penari. Sang penari yang kerasukan, dibawa ke <em>Proboyekso<\/em> (kediaman pribadi raja), dimana putri belia itu disetubuhi oleh Susuhunan dalam suatu ritual yang mengingatkan rayuan asmara antara Senopati dan Ratu Kidul.<\/p>\n<p>Raja bisa langsung melihat siapa putri penari yang harus diambil, sebab ada semacam cahaya kehijau-hijauan yang menyala redup dari vaginanya, sesuatu yang mengingatkan kita pada simbol \u0093gua garba yang bercahaya\u0094 seorang Ken Dedes atau Dewi Mundingsari putri dari Pajajaran.<\/p>\n<p>Salah satu ritual Keraton Surakarta yang menarik dalam konteks ini adalah <em>Maesa-Lawung<\/em>, suatu upacara yang mengisahkan penusukan seekor banteng oleh seorang pangeran dari Puri Mangkunegaran atas Jasa Sri Susuhunan. Sasaran upacara tersebut adalah sang dewi maut Batari Durga yang dianggap memiliki keraton gaib di Alas Krendowahono di sisi utara Surakarta. Sebagai ratu dengan tenaga luar biasa yang tercermin dalam pepatah Jawa: <em>nagari mawi tata, desa mawi cara<\/em>, dimaksudkan untuk menjinakkan sang dewi agar kekuatan di bawah kendalinya tidak lolos, sehingga berdampak fatal bagi kerajaan dan masyarakat (semacam \u0093tsunami\u0094 dari dunia gaib).<\/p>\n<p>Makna kultus ratu Kidul dan Batari Durga yang merupakan pertalian antara penegakan kedaulatan kerajaan\u00a0 dan perempuan dengan daya gaib yang luar biasa sudah sangat jelas. Kita harus berpaling dari dunia gaib ke dunia riil dan dari dunia mitos kepada sejarah untuk menyaksikan realitas peran perempuan perkasa yang membawa Jawa ke pintu zaman modern.<\/p>\n<p><strong>*) Widyaiswara Madya Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara<\/strong><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Arie Sunaryo, <em>\u0093Dua Pasangan Gunungan Sekaten Solo ludes sebelum didoakan\u0094,<\/em> 3 Januari 2015, <a href=\"http:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/dua-pasang-gunungan-sekaten-solo-ludes-sebelum-didoakan.html\">http:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/dua-pasang-gunungan-sekaten-solo-ludes-sebelum-didoakan.html<\/a>.<\/p>\n<p>KGPAA Hadiwidjojo, 1972. <em>\u0093Danse sacree a Surakarta; La Signification du Bedojo Ketawang<\/em>\u0094 Archipel 3, hl. 117-126.<\/p>\n<p>Peter Carey danVincent Houben, <em>Perempuan-Perempuan Perkasa di Jawa abad 18 -19<\/em>, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2016.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Kukuh Pamuji*) Apabila kita menengok kembali ke dunia keraton Jawa Tengah Selatan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, disana Nampak jelas terdapat upacara pujian untuk mengambil hati (propitiation) dewi-dewi perkasa, seperti halnya Batari Durga dan Ratu Kidul. Seperti dimaklumi, sudah menjadi salah satu tugas pokok raja di Asia Tenggara adalah menjamin kemakmuran kerajaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":119325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-119324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Kukuh Pamuji*) Apabila kita menengok kembali ke dunia keraton Jawa Tengah Selatan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, disana Nampak jelas terdapat upacara pujian untuk mengambil hati (propitiation) dewi-dewi perkasa, seperti halnya Batari Durga dan Ratu Kidul. Seperti dimaklumi, sudah menjadi salah satu tugas pokok raja di Asia Tenggara adalah menjamin kemakmuran kerajaan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-09T08:09:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-1024x506.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"506\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\"},\"headline\":\"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan\",\"datePublished\":\"2017-10-09T08:09:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\"},\"wordCount\":1109,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\",\"name\":\"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png\",\"datePublished\":\"2017-10-09T08:09:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png\",\"width\":1472,\"height\":728},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Oleh Kukuh Pamuji*) Apabila kita menengok kembali ke dunia keraton Jawa Tengah Selatan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, disana Nampak jelas terdapat upacara pujian untuk mengambil hati (propitiation) dewi-dewi perkasa, seperti halnya Batari Durga dan Ratu Kidul. Seperti dimaklumi, sudah menjadi salah satu tugas pokok raja di Asia Tenggara adalah menjamin kemakmuran kerajaan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2017-10-09T08:09:23+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":506,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa-1024x506.png","type":"image\/png"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01"},"headline":"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan","datePublished":"2017-10-09T08:09:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/"},"wordCount":1109,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/","name":"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png","datePublished":"2017-10-09T08:09:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/kraton-jawa.png","width":1472,"height":728},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pola-adat-ritual-di-keraton-keraton-jawa-tengah-selatan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pola Adat Ritual di Keraton-Keraton Jawa Tengah Selatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/119324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=119324"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/119324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119327,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/119324\/revisions\/119327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/119325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=119324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=119324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=119324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}