{"id":119409,"date":"2017-10-11T11:34:32","date_gmt":"2017-10-11T04:34:32","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=119409"},"modified":"2017-10-11T11:34:32","modified_gmt":"2017-10-11T04:34:32","slug":"era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/","title":{"rendered":"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" rel=\"attachment wp-att-119410\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-119410\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg\" alt=\"Eddy-Cahyono-Sugiarto\" width=\"176\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto.jpg 176w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-150x159.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 176px) 100vw, 176px\" \/><\/a>Oleh: Eddy Cahyono<\/strong><\/p>\n<p>(<em>\u0093The greatest danger in times of turbulence; it is to act with yesterday\u0092s logic\u0094&#8212;<\/em><em>Peter F. Drucker<\/em>)<\/p>\n<p>Dunia kini tengah mengalami guncangan besar,\u00a0 sebagaimana\u00a0 yang diilustrasikan dengan baik oleh Paul Gilding dan Francis Fukuyama dalam bukunya <strong><em>\u0093The Great Disruption\u0094,\u00a0 <\/em><\/strong>fenomena ini terbentuk sebagai akumulasi\u00a0 perubahan ekologi dramatis dan meningkatnya persaingan global yang salah satu faktor penyebabnya diakselerasi oleh konvergensi teknologi informasi (TIK).<!--more--><\/p>\n<p><em>Disruption<\/em> era diyakini telah mempengaruhi berbagai relasi bangsa\u00a0 dalam memenangkan persaingan global,\u00a0\u00a0 sistem negara dan sumber daya sedang menuju ke suatu sistem yang saling terkait,\u00a0 <em>sharing economy<\/em> guna mendapatkan kecepatan dan efesiensi penggunaan sumber daya.<\/p>\n<p>Fenomena <em>disruption<\/em> telah mendorong dunia global berpikir tentang bagaimana menerapkan ilmu \u0093masa depan\u0094 dalam kondisi \u0093sekarang\u0094. Disisi lain, banyak pemimpin, politisi, birokrat, bahkan pengusaha masih berkutat dengan logika \u0093masa lalu\u0094 untuk diterapkan \u0093sekarang\u0094.<\/p>\n<p>Kesenjangan kondisi inilah yang menjadikan reformulasi manajemen strategik \u00a0pada berbagai organisasi, \u00a0baik organisasi bisnis maupun pemerintahanmenjadi relevan dengan melakukan <em>disruption mindset<\/em>,\u00a0 sehingga faktor-faktor manajerial lebih terkelola dengan efesien dan cepat sebagai\u00a0 faktor penentu keberhasilan <em>(critical success factor).<\/em><\/p>\n<p>Manajemen strategik organisasi yang mengarah kepada upaya <em>disruption mindset<\/em> merupakan jawaban terhadap fenomena <em>disruption<\/em>, kondisi yang ditandai dengan indikator\u00a0<em>simpler<\/em>\u00a0(lebih mudah),\u00a0<em>cheaper<\/em>\u00a0(lebih murah),\u00a0<em>accesible<\/em>\u00a0(lebih terjangkau), dan\u00a0<em>faster<\/em>\u00a0(lebih cepat).<\/p>\n<p>Renald Khasali dalam bukunya <em>Disruption<\/em>, secara apik menggambarkan fenomena <em>disruption <\/em>sebagai sebuah inovasi, yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru, d<em>isruptionakan <\/em>menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologl digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat.<\/p>\n<p><em>Disruption<\/em>\u00a0pada akhirnya menciptakan suatu dunia baru:\u00a0<em>digital marketplace<\/em>. Pada era ini, perdagangan melalui dunia maya akan semakin intens, membuat para pendatang baru menantang korporasi-korporasi besar dan para\u00a0<em>incumbent<\/em>.\u00a0<em>Disruption<\/em>\u00a0menjadi sesuatu yang tak terhindarkan atau sudah menjadi keniscayaan.<\/p>\n<p>Dalam era <em>disruption<\/em> kemunculan fenomena ekonomi\u00a0berbagi\u00a0 (<em>sharing economy), internet of things<\/em>menjadi keniscayaan<em>, <\/em>\u00a0\u00a0<em>Idle capacity<\/em>\u00a0karena konsekuensi budaya lama penumpukan kapital (<em>owning economy<\/em>), akan menjadi beban pemilik, sehingga perlu utilisasi optimal untuk menghasilkan perolehan.<\/p>\n<p>Persaingan abad ini dan kedepan akan ditandai bukan lagi antara produk dalam industri yang sejenis, melainkan antara model bisnis dalam industri yang batas-batasnya semakin kabur.<\/p>\n<p>Fenomena ini sekaligus\u00a0menjadi ancaman bagi para\u00a0<em>incumbent<\/em>\u00a0yang terbelenggu aturan-aturan lama, manajemen birokrasi,\u00a0<em>fixed cost<\/em>\u00a0yang tinggi, biaya transaksi yang mahal, serta metode-metode yang hanya cocok dipakai sebelum dunia mengenal\u00a0<em>smartphone<\/em>, aplikasi teknologi,\u00a0<em>statistic analytic<\/em>dan\u00a0<em>bigdata<\/em>.<\/p>\n<p><strong><em>\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Relevansi reformulasi manajemen strategik birokrasi<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Disruption era yang tengah melanda dunia global dewasa ini mendapatkan perhatian khusus dari Presiden RI, sebagai sebagai sebuah fenomena yang harus disikapi dengan cepat melalui akselerasi reformasi birokrasi substansial yang tidak hanya prosedural semata.<\/p>\n<p>Mereformulasi manajemen strategik birokrasi menjadi keniscayaan di era disruption mengingat peran sentralnya dalam berkonstribusi pada peningkatan daya saing bangsa<br \/>\nDi dalam pendekatan institusional (kelembagaan), &#8216;lalu-lintas&#8217; administrasi negara dari eksekutif &#8216;turun&#8217; ke Kebijakan Administrasi, lalu ke Administrasi dan yang terakhir ke pemilih.<\/p>\n<p>Artinya, setiap kebijakan negara yang yang diselenggarakan pihak eksekutif diterjemahkan ke dalam bentuk kebijakan administrasi negara, di mana pelaksanaan dari administrasi tersebut dilakukan oleh lembaga birokrasi.<\/p>\n<p>Birokrasi adalah &#8220;setiap organisasi yang berskala besar yang terdiri atas para pejabat yang diangkat, di mana fungsi utamanya adalah untuk melaksanakan (to implement) kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh para pengambil keputusan (decision makers).<\/p>\n<p>Idealnya, birokrasi merupakan suatu sistem rasional atau struktur yang terorganisir yang dirancang sedemikian rupa guna memungkinkan adanya pelaksanaan kebijakan publik yang efektif dan efisien dan cepat, yang kesemuanya bermuara pada kualitas\u00a0 dan kecepatan pelayanan dan peningkatan daya saing.<\/p>\n<p>Dalam arahannya, pada saat membuka Seminar Internasional Ikatan Notaris Indonesia, di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu (9\/9\/2-17) Presiden RI kembali mengingatkan \u00a0peran sentral birokrasi dimaksud<strong>, Menurut Presiden \u00a0bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tetapi negara yang cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat.<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kunci yang mendapatkan penekanan lebih dari Presiden adalah\u00a0 kecepatan birokrasi, kecepatan perizinan dalam melayani investasi-investasi yang datang, perlu akselerasi reformasi birokrasi untuk menyelesaikan regulasi-regulasi, peraturan-peraturan yang menghambat, maupun sistem-sistem yang masih menggunakan sistem-sistem lama.<\/p>\n<p>Disisi lain masalah inefisiensi dalam penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara atau daerah, keterpaduan program dan kegiatan yang berorientasi <em>money follow program<\/em> serta\u00a0 tujuan dan sasaran yang \u00a0berorientasi pada hasil perlu terus diupayakan percepatannya melalui akselerasi\u00a0 reformulasi manajemen strategik birokrasi.<\/p>\n<p>Urgensi reformulasi manajemen strategik birokrasi pada berbagai tingkatannya, perlu terus diupayakan agar bisnis proses mulai dari perencanaan, pengorganisasi, eksekusi dan pengendalian\u00a0 serta umpak balik yang diberikannya \u00a0dapat mempercepat birokrasi\u00a0 adaktif terhadap perubahan.<\/p>\n<p>Disinilah urgensi reformulasi manajemen strategik \u00a0birokrasi dalam mendukung percepatan perizinan, utamanya dengan membangun transparasi, akuntabilitas, efektif dan efesien guna peningkatan kualitas pelayanan yang memiliki korelasi positip terhadap peningkatan daya saing.<\/p>\n<p>Penerapan good governance dan pemerintahan yang berbasis elektronik\u00a0<em>(e-governance)<\/em>\u00a0 sejalan dengan \u00a0visi Nawacita, dalam mewujudkan kehadiran negara dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.<\/p>\n<p>Penerapan\u00a0<em>e-governance<\/em>\u00a0 yang pada intinya merupakan digitalisasi data dan informasi seperti\u00a0<em>e-budgeting, \u00a0e-project planning, system delivery<\/em>, penatausahaan,\u00a0<em>e-controlling<\/em>,\u00a0<em>e-reporting\u00a0<\/em>hingga\u00a0e-monev\u00a0serta apllikasi\u00a0<em>custom<\/em>\u00a0lainnya perlu terus diimplementasikan sebagai perwujutan reformasi birokrasi substansial sebagai antitesa \u00a0birokrasi prosedural (dokumen-dokumen administratif, pelaporan SPJ,\u00a0 absensi dan tunjangan kinerja).<\/p>\n<p>Pada setiap level manajemen perlu terus dikembangkan dashboard kepemimpinan \u00a0untuk \u00a0mengukur\u00a0<em>performance\u00a0<\/em>pekerjaan yang dilaksanakan, siapa pelaksananya, \u00a0kapan waktu pelaksanaan dan bagaimana perkembangan capaiannya.<\/p>\n<p>Penggunaan teknologi informasi akan lebih memudahkan birokrasi dalam memberikan pelayanannya, pelayanan yang cepat, murah dan tepat seperti yang diimpikan oleh sebagian masyarakat \u00a0dan dunia usaha, hal ini \u00a0secara agregat akan berimbas pada peningkatan daya saing.<\/p>\n<p>Selain itu, kinerja organisasi pada berbagai levelnya dapat lebih difokuskan pada upaya untuk mewujudkan\u00a0<em>outcomes\u00a0<\/em>\u00a0(hasil), setiap individu pegawai memiliki kontribusi yang jelas terhadap kinerja unit kerja terkecil, satuan unit kerja di atasnya hingga pada organisasi secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Perwujudan <em>sharing economy<\/em>\u00a0 harus dimulai dari level yang paling sederhana, mulai dari kenderaan operasional dari memiliki menjadi menyewa, ruang rapat, penataan ruang kerja dan lainnya dengan mengedepankan konsep berbagi dan sinergi bukan lagi memiliki, ini perlu untuk menekan operasional cost.<\/p>\n<p><em>Perubahan paradigma <\/em>\u00a0beli, miliki, kuasai, lengkapi sendiri, \u00a0acapkali pemanfaatannya tidak optimal yang mengakibatkan aset menganggur.\u00a0<em>Mindset<\/em>-nya birokratik, beli dan kuasai, mengerem dengan dalih mitigasi resiko atau\u00a0<em>compliance<\/em> perlu diubah menjadi <em>sharing economy<\/em>.<\/p>\n<p><em>Sistem yang terintegrasi (Sispan Pengendalian, One big data, dll) sebagai single system <\/em>perlu diakselerasi dan dipaksakan penerapannya dengan tenggat waktu tertentu, meskipun tiap-tiap K\/L dapat berkonstribusi dalam updatingnya, \u00a0sehingga \u00a0pengendalian terintegrasi dengan membangun sinergitas antar K\/L \u00a0dalam satu platform dapat mengedepankan efesiensi dan kecepatan.<\/p>\n<p>Fenomena dilakukannya pemantauan dan pelaporan satu objek program pembangunan dengan objek dan spasial yang sama oleh berbagai K\/L yang berbeda-beda sangat tidak efesien dan menghabiskan sumber daya, integrasi data melalui <em>sharing economy<\/em> ini akan sangat bermanfaat untuk menekan efesiensi dan integrasi output pelaporan.<\/p>\n<p>Perbandingan praktek konvensional dan inovasi disruptif memberikan gambaran birokrasi berbasis teknologi informasi dan sharing economy \u00a0mendisrupsi ketentraman sistem bisnis tradisional dan zona nyaman birokrat, yang rentan terhadap praktik morald hazard.<\/p>\n<p>Kita tentunya berharap pemimpin birokrasi pada berbagai level tingkatannya,\u00a0 baik di pusat maupupn di daerah, \u00a0memiliki pemahaman dan kesadaran yang sama\u00a0 untuk mewujudkan\u00a0<em>shared vision<\/em>\u00a0 disruption birokrasi memimpin dan mengakselerasi perubahan di era disruption sehingga dapat berkonstribusi positip terhadap kecepatan pelayanan dan peningkatan daya saing bangsa.<strong>\u00a0Semoga.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Eddy Cahyono (\u0093The greatest danger in times of turbulence; it is to act with yesterday\u0092s logic\u0094&#8212;Peter F. Drucker) Dunia kini tengah mengalami guncangan besar,\u00a0 sebagaimana\u00a0 yang diilustrasikan dengan baik oleh Paul Gilding dan Francis Fukuyama dalam bukunya \u0093The Great Disruption\u0094,\u00a0 fenomena ini terbentuk sebagai akumulasi\u00a0 perubahan ekologi dramatis dan meningkatnya persaingan global yang salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":119411,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-119409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Eddy Cahyono (\u0093The greatest danger in times of turbulence; it is to act with yesterday\u0092s logic\u0094&#8212;Peter F. Drucker) Dunia kini tengah mengalami guncangan besar,\u00a0 sebagaimana\u00a0 yang diilustrasikan dengan baik oleh Paul Gilding dan Francis Fukuyama dalam bukunya \u0093The Great Disruption\u0094,\u00a0 fenomena ini terbentuk sebagai akumulasi\u00a0 perubahan ekologi dramatis dan meningkatnya persaingan global yang salah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-11T04:34:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"176\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"187\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\"},\"headline\":\"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi\",\"datePublished\":\"2017-10-11T04:34:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\"},\"wordCount\":1159,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\",\"name\":\"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-11T04:34:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg\",\"width\":176,\"height\":187},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Oleh: Eddy Cahyono (\u0093The greatest danger in times of turbulence; it is to act with yesterday\u0092s logic\u0094&#8212;Peter F. Drucker) Dunia kini tengah mengalami guncangan besar,\u00a0 sebagaimana\u00a0 yang diilustrasikan dengan baik oleh Paul Gilding dan Francis Fukuyama dalam bukunya \u0093The Great Disruption\u0094,\u00a0 fenomena ini terbentuk sebagai akumulasi\u00a0 perubahan ekologi dramatis dan meningkatnya persaingan global yang salah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2017-10-11T04:34:32+00:00","og_image":[{"width":176,"height":187,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01"},"headline":"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi","datePublished":"2017-10-11T04:34:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/"},"wordCount":1159,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/","name":"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg","datePublished":"2017-10-11T04:34:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Eddy-Cahyono-Sugiarto-1.jpg","width":176,"height":187},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/era-disruption-dan-manajemen-strategik-birokrasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Era Disruption dan Manajemen Strategik Birokrasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/119409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=119409"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/119409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119412,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/119409\/revisions\/119412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/119411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=119409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=119409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=119409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}