{"id":146570,"date":"2018-11-13T13:07:13","date_gmt":"2018-11-13T06:07:13","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=146570"},"modified":"2018-11-13T13:28:56","modified_gmt":"2018-11-13T06:28:56","slug":"ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/","title":{"rendered":"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg\" rel=\"attachment wp-att-146571\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-146571\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono-300x297.jpg\" alt=\"eddy cahyono\" width=\"300\" height=\"297\" srcset=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono-300x297.jpg 300w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono-150x150.jpg 150w, https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg 361w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto&#8230;*)<\/strong><\/p>\n<p>Gelombang Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global, ditandai dengan semakin \u00a0berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang mendisrupsi berbagai sendi kehidupan global, termasuk persaingan dalam bidang ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disrupsi tersebut\u00a0 dapat kita saksikan dengan \u00a0cepatnya perubahan yang terjadi akibat pemanfaatan <em>artificial intelli<\/em>gence (AI), <em>internet of things, human-machine interface<\/em>, dan merebaknya fenomena <em>sharing economy, <\/em>menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai garda terdepan memenangkan persaingan ekonomi global.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Era revolusi industri 4.0\u00a0 menjadikan ekonomi kreatif menjadi salah satu isu strategis yang layak mendapatkan pengarusutamakan sebagai pilihan strategi memenangkan persaingan global, ditandai dengan\u00a0 terus dilakukannya inovasi dan kreativitas guna n menigkatkan nilai tambah ekonomi\u00a0 melalui kapitalisasi ide kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekonomi kreatif sendiri\u00a0 mulai dikenal luas sejak munculnya buku\u00a0<em>The Creative Economy: How People Make Money from Ideas<\/em>\u00a0yang ditulis oleh John Howkins.Istilah ekonomi kreatif dimunculkan Howkins ketika melihat ada gelombang ekonomi baru yang melanda Amerika Serikat. Gelombang ekonomi baru itu dicirikan dengan aktivitas ekonomi berbasis ide, gagasan, dan kreativitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asumsi Howkins tentang munculnya gelombang ekonomi baru di AS itu bukan tanpa dasar. Pada tahun 1997 saja, perekonomian Amerika Serikat meraup tidak kurang dari 414 miliar dolar hanya dari produk barang-jasa yang berbasis kreativitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara definitif, ada banyak tafsiran mengenai pengertian ekonomi kreatif. John Howkins sendiri memaknai ekonomi kreatif sebagai \u0093<em>The creation of values as a result of idea\u0094<\/em>. Menurutnya, karakter ekonomi kreatif dicirikan dari aktivitas ekonomi yang bertumpu pada eksplorasi dan eksploitasi ide-ide kreatif yang memiliki nilai jual tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Roberta Comunian dan Abigail Gilmore dalam buku\u00a0<em>Higher Educatian and the Creative Economy<\/em>\u00a0mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai sebuah konsep ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan sebagai faktor produksi yang utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekonomi kreatif dapatdikatan sebagai konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan\u00a0<em>stock of knowledge<\/em>\u00a0dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekonomi kreatif dengan turunan 16 sektornya antara lain fashion, seni, kuliner,\u00a0 design produk, game on line, film, animasi dan lainnya layak\u00a0 menjadi pilihan strategi untuk terus ditumbuhkembangkan. Fenomena Gangnam Style\u00a0 yang mewabah\u00a0 menjadi sekedar contoh bagaimana kreatifitas dapat menjadi mesin ekonomi baru bagi Korea Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka menjadi tidak berlebihan bila Howkins menyebutkan ekonomi baru telah muncul seputar\u00a0 ekonomi kreatif yang dikendalikan oleh hukum kekayaan intelektual seperti paten, hak cipta, merek, royalti dan desain, ekonomi kreatif akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Momentum WCCE 2018<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia baru saja\u00a0 sukses menyelenggarakan <em>The World Conference on Creative Economy (WCCE)<\/em> atau Konferensi Global tentang Ekonomi Kreatif di Bali pada 6-8 November 2018 lalu, yang mempertemukan perwakilan dari pemerintah, pengusaha, think tank, komunitas, organisasi internasional, media dan ahli di bidang ekonomi kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangsa Indonesia seyogyanya dapat menjadikan Forum WCCE \u00a0sebagai momentum\u00a0 memacu\u00a0 tumbuhkembangkan ekonomi kreatif di tanah air, dengan keragaman budaya dan bonus demografi yang dimiliki, perlu terus dikembangkan jejaring antar pelaku ekonomi kreatif lokal dan \u00a0global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencana aksi kongkrit layak terus dikembangkan dan didukung seluruh pemangku kepentingan agar \u00a0manfaat nya dari isu strategis pengembangan inklusif ekonomi kreatif, utamanya dalam membangun \u00a0kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif, dapat memberikan konstribusi positip bagi masa depan pengembangan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Momentum itu semakin mendapatkan tempat ditengah perkembangan revolusi industri 4.0 dan penggunaan teknologi informasi, karena faktor \u00a0geografis \u00a0sejatinya bukan lagi menjadi sebuah penghalang, internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama memperkuat positioning ekonomi kreatif Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keunikan budaya, seni, kuliner dan kerajinan serta peran kaum muda Indonesia dalam mengembangkan berbagai starup bisnis dapat menjadi kekuatan yang amat dasyat bila dikapitalisasi guna menjawab permasalahan ketimpangan ekonomi dan kesejahteraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam\u00a0 WCCE yang baru lalu tersebut,\u00a0 seyogyanya dijadikan \u00a0ajang pembelajaran bagi pemangku kepentingan ekonomi kreatif di Indonesia, \u00a0mengingat sejumlah produk kreatif global seperti Disney, Grab, TikTok, Shopee, Potato Head,\u00a0 dan Mobile Legend juga ditampilkan dalam kegiatan bertajuk\u00a0<em>Creativillage<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, disuguhkan pula program unggulan dari Bekraf dalam upaya mengembangkan dan menguatkan ekosistem nasional dalam acara tersebut. Di antaranya Akatara, yaitu pertemuan investor dengan pelaku kreatif perfilman; Bekraf Developer Day, acara yang mempertemukan para pengembang aplikasi;\u00a0<em>Unity in Diversoto<\/em>, yaitu program untuk memperkenalkan kuliner soto yang beraneka ragam di Indonesia kepada dunia internasional dan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun 2018 diprediksi akan menjadi momentum\u00a0 pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf) atau tahun Emas bagi Indonesia ini, dengan semakin \u00a0tumbuhnya wirausaha baru generasi milenial yang semakin menunjukkan eksistensinya menjadi ujung tombak pengembangan ekonomi kreatif pada berbagai subsektor turunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Indonesia ekonomi kreatif sudah selayaknya menjadi andalan pertumbuhan ekonomi melihat begitu besar potensi yang dimiliki, kenaikan kontribusi\u00a0ekonomi kreatif<strong>\u00a0<\/strong>terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada 2017 kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB berkisar \u00a0Rp990,4 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang sebesar Rp894,6 triliun dan naik dari 2015 yang sebesar Rp852 triliun. Sektor ini pada 2017 juga mampu menyediakan pekerjaan bagi 16,4 juta orang naik di bandingkan tahun 2016 sebanyak 16,2 juta dan 16,96 juta pekerja tahun 2015.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai capaian tersebut dapat dijadikan momentum untuk terus meningkatkan size ekonomi kreatif Indonesia sekaligus menambah optimisme bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi mesin \u00a0ekonomi terbaru Indonesia di masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Justifikasi tersebut bukanlah berlebihan mengingat \u00a0kekuatan ekonomi kreatif Indonesiajuga telah mulai menorehkan prestasi prestasinya di dunia global, kita bisa buktikan dengan fenomena novel Andrea Hirata yang sangat laris sehingga dibikin film dan akhirnya menghidupkan perekonomian di Belitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekspansi ekpansi bisnis yang dilakukan Nadiem Makarim dengan Gojek yang mulai merambah \u00a0Vietnam dan Singapura serta berbagai contoh-contoh kongkrit lainnya, sekedar menyebut contoh Kota Bandung dengan\u00a0<em>distro<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>factory outletnya,\u00a0<\/em>Kota Jember dengan<em>\u00a0Jember Fashion Festival<\/em>nya<em>\u00a0<\/em><em>.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjadi tidak berlebihan\u00a0 apabila\u00a0 McKinsey Global Institute, meramalkan masa depan ekonomi Indonesia akan semakin gemilang, bila Indonesia hari ini menduduki kekuatan ekonomi peringkat 16 di dunia dan kuat kemungkinan akan meningkat di peringkat tujuh ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai argumentasi yang dikemukakan antara lain Indonesia hari ini memiliki kurang lebih 45 juta konsumen aktif dan akan bertambah menjadi 135 juta pada tahun 2030, populasi anak muda yang tumbuh cepat di daerah urban, faktor ini memberi kekuatan tersendiri untuk meningkatkan pemasukan negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Solusi <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti pemberdayaan ekonomi pada umumnya, ekonomi kreatif juga menghadapi sejumlah kendala. Satu hal yang paling banyak dikeluhkan oleh para pelaku industri kreatif, utamanya yang masih berupa rintisan,\u00a0 adalah belum kondusifnya regulasi\u00a0 sehingga perlu segera dilakukan harmonisasi regulasi simple cepat dan\u00a0 ramah terhadap lingkungan bisnis, utamanya star-up bisnis .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekonomi kreatif yang mengepankan inovasi dan kreatifitas pelu \u00a0didukung\u00a0 kejelasan aturan hukum terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dalam industri kreatif, HKI adalah nyawa, karena menjadi komoditas utamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bidang musik dan film, misalnya, ketidakjelasan aturan HKI menjadi celah bagi maraknya aksi pembajakan. Di industri musik dan film, persoalan pembajakan menjadi persoalan yang sampai hari ini masih menjadi tantangan .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu terus dikembangkan ekosistem yang mendukung persemaian bibit-bibit unggul kaum milenial dalam menghasilkan karya kreatif, memasifkan penyebaran spirit enterpreneur dan kreasi dikalangan generasi muda\u00a0 melalui berbagai forum-forum diskusi dan sharing session sampai dengan ke akar rumput agar tumbuh talenta-talenta berskala internasional di bidang industri kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arah kebijakan perlu terus diupayakan menjaga menjaga keseimbangan pertumbuhan pemain asing dan lokal, dengan menyesuaikan aturan untuk menghadapi inovasi teknologi dan karakter pasar yang berubah cepat.<br \/>\nPelajaran berharga dapat dipetik dari konsep \u0093Sharing Economy\u0094, Uber, sebagai perusahaan yang tidak memiliki aset kendaraan mampu menjadi perusahaan transportasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan teknologi dan internet, model ini memungkinkan saling berbagi aset sehingga mampu menekan biaya. Amazon dengan konsep \u0093Marketplace\u0094, tanpa memiliki alat produksi, dapat menghubungkan pembeli dan penjual dengan lebih cepat dan lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu juga dengan Konsep O2O \u0093<em>Online to Offline<\/em>\u0094 dimana perusahaan makanan, dan produk lainnya, menyediakan layanan online untuk pemesanan meskipun penyediaan produk\/jasa dilakukan secara offline.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai model baru ini dimungkinkan akibat perkembangan teknologi, <em>device<\/em> dan internet. Dan Revolusi Industri 4.0 akan menyebabkan relokasi produksi lebih dekat ke target market, sehingga membutuhkan\u00a0<em>agility<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>flexibility<\/em>, tidak hanya\u00a0<em>scale<\/em>\u00a0 teknologi informasi, merupakan\u00a0<em>enabler<\/em>\u00a0terbesar dari transformasi digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besarnya potensi pengembangan ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia, dengan karunia Tuhan akan kekayaan dan keragaman budaya, keindahan geografis wilayah serta sumber daya manusia kaum muda yang indentik dengan\u00a0 dunia kreatif, perlu terus ditransformasikan menjadikan mesin kekuatan ekonomi baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, diperlukan adanya sinergitas dari semua pemangku kepentingan, dalam mengatasi berbagai tantangan yang berpotensi menjadi\u00a0<em>bottleneck<\/em>\u00a0pengembangan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bercermin dari beberapa\u00a0<em>bottleneck<\/em>\u00a0 sebagaimana yang diidentifikasikan di atas, seyogyanya Kementrian\/Lembaga pusat dan daerah\u00a0 sebagai perumus kebijakan ekonomi kreatif diharapkan dapat memfasilitasi, memotivasi dan menginspirasi pengembangan ekonomi kreatif dalam bentuk rencana aksi yang mendepankan skala priroritas, fokus dan kongkrit terukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah pusat dan daerah harus duduk bersama menyelaraskan\u00a0<em>shared vision<\/em> agar formulasi manajemen strategik pengembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah dapat diimplementasikan secara masif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Spirit\u00a0 menjadikan ekonomi kreatif sebagai bisnis masa depan yang menjanjikan, memfasilitasi promosi dan mengintensifkan bantuan modal usaha, kalangan bisnis diharapkan dapat mengoptimalkan\u00a0<em>self development<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pengembangan kapasitas usaha melalui sistem lokomotif \u0096 gerbong dan tak kalah pentingnya adalah dukungan cendikiawan melalui pengembangan penetrasi pasar dengan pemanfaatan\u00a0<em>online<\/em>\u00a0<em>marketing<\/em>, disamping berbagai terobosan lain, berpikir\u00a0<em>out of the box,\u00a0\u00a0<\/em>menciptakan\u00a0\u00a0<em>linkage\u00a0<\/em>atau konektivitas ekonomi kreatif dengan pariwisata,\u00a0 sebagai\u00a0<em>venue<\/em>\u00a0untuk proses produksi, distribusi sekaligus pemasarannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam persaingan global yang kita hadapi dewasa ini, dengan penetrasi produk ekonomi kreatif yang tanpa batas, menyadarkan kita pula akan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip marketing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Produk tidak semata-mata benda mati yang diperjual belikan, namun lebih kepada strategi kita dalam mengemas produk, diferensiasi produk, targeting\u00a0 dan strategi dalam \u00a0memasarkan produk,\u00a0 diperlukan penerapan \u00a0<em>marketing intelejen<\/em>, \u00a0agar kira mengetahui kekuatan \u00a0pesaing-pesaing\u00a0 kita dan selera pasar, \u00a0karena di era globalisasi, perang\u00a0\u00a0 sejatinya adalah perang di medan ekonomi dan ekonomi kreatif menjadi senjata utamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tentunya sangat berharap dengan komitmen yang tinggi dari pemangku kepentingan ekonomi kreatif di Indonesia, dalam memanfaatkan momentum pengembangan ekonomi kreatif, dapat menjadikan ekonomi kreatif\u00a0 sebagai masa depan mesin pertumbuhan ekonomi baru\u00a0 dalam\u00a0 meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju Indonesia Emas 2045. <strong>Semoga.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">*) Penulis adalah Asisten Deputi Hubungan Kemasyarakatan, Kementerian Sekretariat Negara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto&#8230;*) Gelombang Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global, ditandai dengan semakin \u00a0berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang mendisrupsi berbagai sendi kehidupan global, termasuk persaingan dalam bidang ekonomi. Disrupsi tersebut\u00a0 dapat kita saksikan dengan \u00a0cepatnya perubahan yang terjadi akibat pemanfaatan artificial intelligence (AI), internet [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":146571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-146570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto&#8230;*) Gelombang Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global, ditandai dengan semakin \u00a0berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang mendisrupsi berbagai sendi kehidupan global, termasuk persaingan dalam bidang ekonomi. Disrupsi tersebut\u00a0 dapat kita saksikan dengan \u00a0cepatnya perubahan yang terjadi akibat pemanfaatan artificial intelligence (AI), internet [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-13T06:07:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-13T06:28:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"361\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"357\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\"},\"headline\":\"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia\",\"datePublished\":\"2018-11-13T06:07:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-13T06:28:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\"},\"wordCount\":1605,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg\",\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\",\"name\":\"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg\",\"datePublished\":\"2018-11-13T06:07:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-13T06:28:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg\",\"width\":361,\"height\":357},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto&#8230;*) Gelombang Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global, ditandai dengan semakin \u00a0berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang mendisrupsi berbagai sendi kehidupan global, termasuk persaingan dalam bidang ekonomi. Disrupsi tersebut\u00a0 dapat kita saksikan dengan \u00a0cepatnya perubahan yang terjadi akibat pemanfaatan artificial intelligence (AI), internet [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2018-11-13T06:07:13+00:00","article_modified_time":"2018-11-13T06:28:56+00:00","og_image":[{"width":361,"height":357,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01"},"headline":"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia","datePublished":"2018-11-13T06:07:13+00:00","dateModified":"2018-11-13T06:28:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/"},"wordCount":1605,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg","articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/","name":"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg","datePublished":"2018-11-13T06:07:13+00:00","dateModified":"2018-11-13T06:28:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/eddy-cahyono.jpg","width":361,"height":357},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/ekonomi-kreatif-masa-depan-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/da311fca3f88df6ee138f0159fcc6c01","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f392d60e763a917dedac5d6fa75a1b3ac69334b9d6980bb8800f774c4d744c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/edinur\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/146570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=146570"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/146570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146575,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/146570\/revisions\/146575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/146571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=146570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=146570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=146570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}