{"id":168247,"date":"2019-09-05T16:00:14","date_gmt":"2019-09-05T09:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beta.setkab.go.id\/?p=168247"},"modified":"2019-09-05T16:00:49","modified_gmt":"2019-09-05T09:00:49","slug":"penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/","title":{"rendered":"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bismillahirrahmanirrahim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br \/>\nSelamat pagi,<br \/>\nSalam sejahtera bagi kita semuanya,<br \/>\n<em>Shalom<\/em>.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang saya hormati Bapak Ketua DPD RI, Pak Oesman Sapta Odang, sekaligus tokoh masyarakat di Kalbar beliau ini;<br \/>\nYang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja. Hadir bersama saya Pak Menteri PU, Pak Menteri ATR\/Kepala BPN, Bu Menteri Kehutanan, Pak Menko Perekonomian, dan juga Pak Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan;<br \/>\nYang saya hormati para Anggota DPR RI\/DPD RI yang hadir, Gubernur Kalimantan Barat, beserta Gubernur se-Kalimantan yang hadir di sini. Gubernur Kalimantan Timur Pak Isran Noor, beliau ini sekarang setiap hari keluar TV terus dan kelihatan paling cerah karena ibu kota akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Pak Wagub Kalimantan Barat, Pak Wagub Kalimantan Tengah,<br \/>\nBapak-Ibu sekalian penerima SK Hutan Adat yang tadi juga telah kita serahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, perlu saya sampaikan mengenai sertifikat dulu, bukan ini ya, sertifikat.\u00a0Di Indonesia ini, di seluruh tanah air Indonesia harusnya itu ada 126 juta sertifikat tanah yang harusnya dipegang rakyat. Tetapi di tahun 2015 baru 46 juta yang diterima. Jadi yang belum pegang sertifikat itu ada 80 juta bidang. Yang mestinya harus pegang sertifikat 80 juta. Setahun produksi sertifikat kita 500.000, sebelumnya dulu, 500.000. Berarti kalau 80 juta, Bapak-Ibu menunggu sertifikatnya berapa? 160 tahun. Mau? Siapa yang mau menunggu sertifikat 160 tahun? Yang mau sini maju saya beri sepeda. Ada yang mau? Menunggu 160 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah yang ingin kita selesaikan. Sehingga, saya ingat, 2015 akhir, 2016 saya perintahkan ke Pak Menteri ATR\/Kepala BPN, Pak Menteri enggak bisa ini diterus-teruskan seperti ini, saya minta tahun depan lima juta harus keluar. Dari 500.000 menjadi lima juta. Terus 2018 saya enggak mau lima juta lagi, tujuh juta harus keluar. Tahun ini target kita sembilan juta harus keluar. Saya yakin insyaallah juga akan bisa terselesaikan karena yang lima juta kemarin terlampaui, tujuh juta terlampaui, sembilan juta pasti&#8230; Nyatanya kita bisa melakukan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkiraan kita nanti di 2025 semua lahan yang 80 juta tadi sudah bersertifikat. Jadi tidak ada lagi begitu saya masuk ke kampung, masuk ke desa suara sengketa lahan, sengketa tanah, konflik lahan, konflik tanah, enggak ada. Itu yang menyebabkan kita sering konflik ya di situ, tanah. Benar\u00a0<em>ndak<\/em>? Di semua provinsi, di semua wilayah kita, enggak di Sumatra, enggak di Kalimantan, enggak di Jawa, enggak di Maluku, enggak di Papua, semuanya konflik-konflik itu ada dan banyak. Karena apa? Ya tadi, 80 juta belum bersertifikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini problem yang harus saya sampaikan apa adanya. Tapi rampung, percayalah. Sekarang kantor BPN kerjanya dari pagi sampai tengah malam, Sabtu-Minggu juga\u00a0<em>ngurusi<\/em>\u00a0penyelesaian sertifikat. Karena saya target, menterinya saya target sembilan juta, iya kan. Menteri target ke Kanwil BPN Provinsi, \u201ckamu dua juta, kamu tiga juta, kamu&#8230;,\u201d yang enggak selesai ya ganti saja kanwilnya. Kanwil perintah ke kantor di kabupaten, \u201ckamu seratus ribu, kamu 200 ribu.\u201d Ya, kantor BPN di kabupaten enggak selesai ya ganti juga. Iya kan? Ya kerja seperti itu. Saya target sembilan juta ke menteri, lima juta kemarin berhasil, tujuh juta berhasil, tahun ini sembilan juta berhasil, kalau berhasil. Kalau enggak berhasil? Ya kan&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita kerja seperti itu. Kalau kerja enggak seperti itu&#8230; Ya rakyat menunggu 80 juta sertifikat yang harus diserahkan,\u00a0<em>gimana<\/em>\u00a0kalau kerjanya 500.000? 160 tahun,\u00a0kita sudah enggak ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sekarang yang kedua, urusan ini. Sudah pegang semua ya tadi ya? Mana? Sudah? Coba. Ya, oke, oke oke, sudah. Oke, baik yang hijau maupun yang biru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini adalah proses kita untuk mendistribusi lahan dan memberikan kepastian hukum. Ini adalah kepastian hukumnya kalau sudah pegang ini. Benar\u00a0<em>ndak<\/em>? Setelah pegang ini nanti, tolong juga diurus ke BPN untuk menjadi sertifikatnya. Tapi ini sudah, ini sudah kuat ini, sebetulnya sudah kuat. Tapi kalau mau sertifikat lagi, urus lagi di Kantor BPN. Tapi Pak Menteri BPN sudah bisik-bisik saya, \u201cPak sudah, ini kalau sudah yang pegang ini gampang, nanti begitu ukur tanah rampung akan bisa kita selesaikan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya yang pegang lahan ini tidak hanya yang gede-gede. Saya selalu sampaikan, saya enggak pernah memberikan ke yang gede-gede, tapi ke rakyat yang kecil-kecil saya berikan, ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tadi saya lihat itu ada yang empat juta meter persegi tadi ada. Ada yang delapan juta meter persegi diberikan. Ada yang 150 hektare, berarti berapa itu? Sudah kalikan sendiri kalau di meter perseginya berapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi hari ini ada 133.000 yang kita bagikan tapi yang hadir di sini tadi yang kita berikan 19.000 hektare. Ini gede banget\u00a0<em>lho<\/em>. Jangan dipikir 133.000 hektare itu kecil, gede banget ini. Apalagi dijadikan meter persegi untuk 5.200 KK. Bagi, sudah, sehingga status hukumnya menjadi jelas. Bapak-Ibu semuanya yang sudah pegang ini juga menjadi jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senang?<br \/>\nSenang?<br \/>\nSenang?<br \/>\nSenang?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang enggak senang maju, saya beri sepeda. Silakan, ada yang mau maju satu saja. Saya mau tahu ini mau dipakai apa. Jangan-jangan sudah dibagi-bagi, dapat sekian hektare, sekian ratus hektare, ada delapan ribu hektare, ada yang empat ribu hektare ternyata dianggurkan, enggak dikerjakan, tidak ditanami apa-apa, tidak produktif. Hati-hati, saya sudah peringatkan juga, tidak yang gede, tidak yang kecil sama, tanah yang tidak produktif cabut. Harus produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada yang mau dipakai untuk menanam durian serumbut? Enggak ada? Ada yang mau dipakai untuk menanam singkong? Ada? Mana? Singkong, singkong. Apa? Singkol? Jengkol? Coba yang mau\u00a0<em>nanem<\/em>\u00a0jengkol tadi sini.\u00a0 Yang mau\u00a0<em>nanem<\/em>\u00a0singkong tadi mana? Tunjuk jari. Ada yang menanam singkong? Mau menanam singkong? Ya coba maju yang mau menanam singkong, sini. Ya, sini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sini Pak, maju. Ya dikenalkan dulu nama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Selamat siang semuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Yang terhormat Bapak Presiden yang saya cintai dan juga pasti semuanya masyarakat\u00a0yang hadir di sini juga. Oke perkenalkan nama saya Agung Gregorius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Siapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Agung Gregorius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Agung Gregorius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Gregorius. Saya berasal dari Sekadau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Sekadau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Kecamatan Belitang Hulu, Desa Seburuk Satu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Ya, Sekadau. Oke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Oke. Kenapa saya tertarik untuk menanam jengkol, kebetulan saya&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Sebentar, belum ditanya. Tanahnya berapa hektare atau berapa meter persegi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Sembilan ribu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Sembilan ribu meter persegi, satu hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Iya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Satu hektare. Oh ya, satu hektare itu gede itu satu hektare. Oke, mau ditanam?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Jengkol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Ya, mau ditanam jengkol. Sekarang pertanyaan saya, kenapa ditanam jengkol?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Oke. Ya pertama kenapa saya mau tanam jengkol karena peluangnya masih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Peluang apa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Peluang untuk memodalkan bisnis. Karena kebetulan saya di Pontianak ini tinggal\u00a0<em>ngekos<\/em>\u00a0dan yang punya kos kami itu bisnis jengkol. Jadi setiap minggu dia harus kirimkan belasan ton ke Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh, ini dikirim ke Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Iya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Berarti yang makan jengkol ini orang Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Bisa jadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke. Yang\u00a0<em>nanem\u00a0<\/em>di Kalimantan, yang makan di&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Jawa. Kita juga sebagian penikmatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Yang dapat untung di sini, yang di sana dapat jengkolnya. Oke. Oke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu hektare itu bisa ditanam berapa pohon? Atau sembilan ribu tadi bisa ditanam berapa pohon?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Kira-kira jarak jengkol itu sekitar lima meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Lima meter? Lima kali satu atau lima kali lima?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Lima kali lima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Lima kali lima?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Iya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke,\u00a0<em>nggih<\/em>. Berarti hanya berapa itu? Berapa pohon itu bisa ditanam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>(Menghitung)<br \/>\nDua ratus ya, dua ratus, kurang lebih begitu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Ya, oke. Terus satu hektare kira-kira nanti akan, kalau dipanen itu menghasilkan berapa jengkol? Sudah dihitung?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Itu belum, karena tergantung juga biasa buah jengkol itu kan apalagi kalau saya pribadi untuk di bidang yang namanya perkebunan seperti itu bukan\u00a0<em>basic<\/em>-nya tapi pengin belajar, jadi belum pernah menghitung pupuknya harus berapa, hasilnya berapa. Yang pasti pengin untuk berbisnis jengkol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Bapak-Ibu sekalian, jadi kalau punya lahan ya, pengin ditanami singkong, pengin ditanami jengkol tolong dihitung betul. Ada berapa, perkiraan enggak apa-apa perkiraan, ada berapa pohon bisa kita tanam, kemudian hasil tiap pohon berapa kilo, berarti hasilnya per hektare bisa berapa ton. Semuanya harus terhitung. Kalau kita enggak punya duit, ya kan, apalagi pinjam bank, hitungannya harus lebih detail lagi. Oh, saya bisa mengangsur cicilannya ke bank, enggak apa-apa pinjam ke bank kan juga enggak apa-apa. Tapi kalau enggak pinjam, tetap harus dihitung sehingga kita mengerti\u00a0<em>income\u00a0<\/em>kita berapa, kita akan dapat pendapatan berapa, panennya nanti pada tahun berapa, menjadi jelas. Kalau kurang jelas tanyakan yang belum tahu. Jadi jangan lahan\u00a0 segede itu ditanami, ya kan, ternyata jengkolnya tidak berbuah\u00a0<em>gimana<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya bisa saja karena kita, pengetahuan kita di situ belum, ya kan. Atau berbuah tapi hanya sedikit, lebih baik ditanami misalnya durian. Kan harus ada pembanding, untung ditanami durian atau untung ditanami jengkol. Tapi memang jengkol sekarang harganya tinggi, memang betul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya jadi diharapkan dapat\u00a0<em>income\u00a0<\/em>berapa dari satu hektare nanti? Sudah ada hitungannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Paling enggak penghasilan perbulan itu satu ton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Satu ton itu berapa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Kalau di sini sekarang harga jengkol itu kalau tidak lagi dengan kulitnya itu rata-rata Rp18.000-20.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Rp18.000, berarti dapat berapa juta itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Rp18 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Rp18 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agung Gregorius<br \/>\n<\/strong>Bisik-bisik dari belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Ya, Rp18 juta. Ya, saya kira baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya sekarang gantian singkong. Dikenalkan dulu namanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Ya maaf ya saya ini, aduh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Sini-sini. Kok belum-belum sudah maaf ya ini kenapa? Sini-sini Pak. Agak sini Pak, agak sini, agak sini, agak sini. Ya, silakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Jadi mengapa tadi saya bilang mau tanam&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Namanya dulu, nama dulu. Nama, nama dulu. Pak? Bapak?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Namanya tadi&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Namanya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Singkong, singkong kan? Oh, nama saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Ya, nama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Nama saya Hermanus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Hermanus. Pak Hermanus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Dari Kabupaten Sekadau, Kecamatan Belitang Hulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Pak Hermanus juga dari Sekadau, oke. Terus cerita, silakan urusan singkong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Jadi mengapa saya tadi katakan mau menanam singkong karena singkong itu bermacam-macam kegunaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Contoh, untuk apa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Contohnya segala kerupuk&#8230; Mulai dari\u00a0dulu-dulu kakek-nenek moyang kita makan singkong juga, begitu juga anak-cucunya. Sampai sekarang juga masih makan singkong. Bahkan bukan hanya kita manusia, segala ayam juga mau makannya. Saya kira segala macam&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Jadi manusia makan singkong, ayam juga makan singkong?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Iya, mau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke. Terus, bagus&#8230; Oke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Dibelah-belah, dibuang, ya mau dia\u00a0<em>gini-ginikan\u00a0<\/em>dia<em>&#8230;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke, bagus. Terus?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Jadi&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Jadi Pak Hermanus ini ada berapa hektare tanahnya tadi? Punya berapa hektare atau berapa meter persegi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Tanahnya untuk menanam singkong, maklum tanahnya kadang tanah&#8230;, kadang-kadang langsung dua hektare ada satu hektare saja yang bisa untuk menanam singkong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Yang mau ditanami berapa Pak Hermanus?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Yang satu&#8230; Kadang-kadang jaraknya kurang lebih\u00a0<em>segini-gini\u00a0<\/em>lah jaraknya itu, pohon-pohonnya. Jadi\u00a0<em>ndak\u00a0<\/em>terhitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh, enggak terhitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Enggak terhitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Kadang-kadang tanamnya&#8230; Kalau seandainya satu hektare dua ribu pohon&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh, oke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong><em>Ndak\u00a0<\/em>terhitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong><em>Ndak\u00a0<\/em>terhitung?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Kalau saya menanam singkong saya enggak hitung, enggak mampu. Untuk apa saya menghitung?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Jadi kalau menanam singkong enggak mampu menghitung?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong><em>Ndak<\/em>, untuk apa saya menghitung?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh, oke. Sudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Jadi makanya&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke. Kalau, bertanya saja berarti hasilnya satu musim berapa ton? Sudah enggak usah menghitung enggak apa-apa tapi berapa ton masa juga enggak dihitung? Enggak, enggak tahu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Kalau saya pernah menanam singkong enggak pernah dijual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Waduh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Untuk itu&#8230;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Jadi dimakan sendiri?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Ya dimakan iya, tadi saya bilang macam-macam, dimakan ayam, segala babi&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Kita juga mau kalau kelaparan enggak bawa nasi, ah rebus saja singkong untuk makan, kenyang lah kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Nanti pulang ke rumah baru makan nasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke. Berarti enggak dijual sama sekali?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Enggak dijual? Singkongnya itu enggak dijual ke Jawa atau&#8230;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Ya, di kampung termasuk kurang mencari singkong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oh&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Kalau dekat-dekat kota ya\u00a0<em>mungkinan<\/em>\u00a0lah, dekat-dekat pasar\u00a0<em>gitu\u00a0<\/em>lah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke, baik-baik. Oke.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Kalau di kampung mana orang mau beli, terserah saja mau berapa ribu, busuk\u00a0<em>gitu ja\u00a0<\/em>enggak ada orang beli, coba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke. Ditanya apa lagi ya? Enggak terjawab semuanya, mau tanya apa lagi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Nah itu lah maka saya&#8230; Semua orang mau tanam singkong, enggak makan singkong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Oke, oke, oke. Sudah,\u00a0<em>nangkep, nangkep.\u00a0<\/em>Sudah sepedanya bawa ke sini saja sudah. Saya jadi pusing sendiri mau tanya apa\u00a0<em>gitu<\/em>. Pintar banget ini Pak Hermanus, pintar banget, sudah. Sudah, sudah.\u00a0<em>Nggih,\u00a0<\/em>terima kasih. Terima kasih. Pak Agung, terima kasih, Pak Hermanus, terima kasih. Sudah, sepedanya diambil sudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh ini, ini, masih ada juga. Sepeda diberi, ada foto juga. Sebentar, nah ini foto. Ini baru lima menit di sini fotonya sudah jadi ini. Ini yang namanya semuanya kerja harus cepat, ya seperti ini. Ini, sudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hermanus<br \/>\n<\/strong>Terima kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)<br \/>\n<\/strong>Ya, sudah. Ini Pak Hermanus. Oh ini kebalik ini mungkin, fotonya kebalik. Coba dicek, dicek, cek dulu. Sudah, jawabnya malah bikin pusing saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya sudah pilih yang mana lah, malah jadi ribut itu. Sudah, sudah dapat sepeda, dapat foto. Itu sampai rumah diangkat\u00a0<em>gitu<\/em>\u00a0terus?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bapak-Ibu sekalian,<br \/>\nSekali lagi saya titip, sekali lagi saya titip agar lahan-lahan yang sudah diberikan ini, tanah yang sudah diberikan betul-betul digunakan agar produktif. Saya hanya titip itu saja. Saya akan nanti perintahkan untuk cek satu per satu apakah tanah-tanah yang ada ini betul-betul digunakan. Tadi Pak Gubernur sudah menyampaikan juga akan dilakukan pendampingan. Jadi untuk misalnya singkong ya mungkin dicarikan bibit singkongnya yang baik. Yang mau ditanami durian ya dicarikan bibitnya yang baik. Yang mau ditanami jengkol mungkin juga bisa disiapkan bibit-bibit yang baik. Karena memang kalau semua lahan, tanah di seluruh tanah air ini produktif, sudah, sebetulnya rampung, selesai. Semuanya bekerja, semuanya menghasilkan, dan semuanya mendapatkan\u00a0<em>income<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Nanti kalau saya sudah mendapatkan laporan, \u201coh jengkolnya tanamannya sudah bagus-bagus, singkongnya sudah produksinya sudah baik, duriannya sudah tinggi-tinggi dan sudah menghasilkan,\u201d saya akan datangi. Datang untuk panen\u00a0<em>duren<\/em>, panen singkong, dan panen produk-produk yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya tutup.<br \/>\nTerima kasih.<br \/>\nWassalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakatuh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shalom.<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":167482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[865,87],"tags":[],"class_list":["post-168247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sambutan","category-transkrip-pidato"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shalom.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-05T09:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-09-05T09:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8\"},\"headline\":\"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat\",\"datePublished\":\"2019-09-05T09:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2019-09-05T09:00:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\"},\"wordCount\":2463,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"articleSection\":[\"Sambutan\",\"Transkrip Pidato\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\",\"name\":\"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"datePublished\":\"2019-09-05T09:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2019-09-05T09:00:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"width\":1024,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/nia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shalom.","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2019-09-05T09:00:14+00:00","article_modified_time":"2019-09-05T09:00:49+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":768,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","type":"image\/png"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8"},"headline":"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat","datePublished":"2019-09-05T09:00:14+00:00","dateModified":"2019-09-05T09:00:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/"},"wordCount":2463,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","articleSection":["Sambutan","Transkrip Pidato"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/","name":"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","datePublished":"2019-09-05T09:00:14+00:00","dateModified":"2019-09-05T09:00:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","width":1024,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/penyerahan-sk-redistribusi-tanah-objek-reforma-agraria-tora-dan-sk-hutan-adat-5-september-2019-di-taman-digulis-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyerahan SK\u00a0Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK\u00a0Hutan Adat,\u00a05 September 2019, di Taman Digulis, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/nia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/168247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=168247"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/168247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168251,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/168247\/revisions\/168251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/167482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=168247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=168247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=168247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}