{"id":176034,"date":"2019-11-28T23:38:01","date_gmt":"2019-11-28T16:38:01","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=176034"},"modified":"2019-12-01T10:56:46","modified_gmt":"2019-12-01T03:56:46","slug":"pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/","title":{"rendered":"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bismillahirrahmanirrahim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Assalamu\u2019alaikum warahmatullah wabarakatuh,<br \/>\nSelamat malam,<br \/>\nSalam sejahtera bagi kita semuanya,<br \/>\n<em>Om Swastiastu,<br \/>\n<\/em><em>Namo Buddhaya,<br \/>\n<\/em>Salam kebajikan.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang saya hormati Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry\u00a0Warjiyo\u00a0beserta seluruh Deputi dan keluarga besar Bank Indonesia,<br \/>\nYang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-11, Bapak Prof. Dr. Boediono,<br \/>\nYang saya hormati para\u00a0Menteri\u00a0Kabinet\u00a0Kerja,<br \/>\nPara\u00a0Gubernur dan Bupati\/Wali\u00a0Kota,<br \/>\nYang saya hormati Pimpinan DPR dan seluruh anggota DPR yang hadir,<br \/>\nYang saya hormati\u00a0Ketua OJK beserta seluruh komisioner OJK,<br \/>\nBapak-Ibu\u00a0sekalian, undangan yang berbahagia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tadi ke sini macet, setengah jam berhenti betul, setengah jam berhenti. Ya itulah\u00a0kenapa ibu\u00a0kota dipindah,\u00a0dan karena alasan-alasan yang banyak yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati,<br \/>\nTadi sudah disampaikan secara jelas dan gamblang oleh Bapak Gubernur BI. Kita melihat kondisi ketidakpastian ekonomi saat ini. Dan saya teringat akan apa yang\u00a0pernah\u00a0disampaikan oleh Pak Perry Warjiyo. Pak Perry pernah mengatakan setidaknya ada tiga nilai yang dapat dijadikan acuan oleh pelaku usaha Indonesia untuk tetap eksis di tengah ketidakpastian\u00a0global. Tadi juga diingatkan oleh Pak Perry bahwa satu tahun yang lalu di dalam <em>Annual<\/em> <em>Meeting<\/em> Bank Dunia di Bali,\u00a0saya menyampaikan mengenai bahwa akan datang musim dingin,\u00a0<em>winter is coming<\/em>. Dan sekarang betul,\u00a0<em>coming-<\/em>nya betul-betul benar ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan kembali lagi ke tiga nilai tadi.\u00a0Ini saya melihat\u00a0tiga nilai tadi kalau kita adaptasi dari film Cast Away, ini aktornya masih\u00a0saudara\u00a0saya,\u00a0Tom\u00a0Hanks. Ini bercerita sebetulnya di dalam film ini ada pesawat kargo jatuh ke dalam sebuah pulau dan hanya ada satu orang yang bisa bertahan hidup. Kenapa dia bisa bertahan hidup dan akhirnya selamat? Ini kalau dihubung-hubungkan dengan tadi ketidakpastian tadi, yang pertama,\u00a0harus mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa dirinya. Ini Chuck Noland mengalami ini, Chuck Noland itu yang diperankan oleh Tom\u00a0Hanks tadi. Jadi mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa dirinya, yang pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua, mampu mencari sumber baru yang dapat mendukung upaya untuk tetap bertahan. Artinya kita harus mampu mencari sumber baru,\u00a0yang\u00a0nanti\u00a0akan kita hubungkan dengan ekonomi nanti, mampu mencari sumber baru yang dapat mendukung upaya untuk tetap bertahan. Yang kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang ketiga, tetap optimis dalam menghadapi berbagai tekanan. Jangan kalau ada tekanan eksternal kita semuanya langsung berbicaranya <em>pesimis, ngomong<\/em>-nya selalu menunggu,\u00a0<em>wait and see<\/em>, ya enggak akan memecahkan masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga hal ini penting untuk kita ingat, akan saya ulangi lagi biar kita ingat\u00a0semuanya.\u00a0Yang pertama, mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa dirinya.\u00a0Yang kedua, mampu mencari sumber baru yang dapat mendukung upaya untuk tetap bertahan.\u00a0Yang ketiga,\u00a0tetap optimis dalam menghadapi berbagai tekanan.\u00a0Enggak ada teman, sampai buat orang-orangan, membuat\u00a0topeng untuk diajak bicara di dalam\u00a0Cast Away\u00a0tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang ingin saya sampaikan di\u00a0sini,\u00a0bahwa kita harus bersyukur negara kita masih diberi pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Ini yang patut kita syukuri. Bahkan kalau dibandingkan dengan negara-negara G20 kita ini masih di\u00a0<em>ranking<\/em>\u00a0yang ketiga. <em>Lha<\/em> kalau kita tidak bersyukur, artinya kita ini kufur nikmat. Kufur nikmat, tidak mensyukuri pertumbuhan di atas lima persen tadi. Coba, kita ini hanya di bawah Tiongkok dan di bawah India. G20: Tiongkok, India, Indonesia, kemudian keempat\u00a0 Amerika. Kita di atas Amerika, pertumbuhan ekonomi. <em>Lha<\/em> kalau kita enggak bersyukur, sekali lagi,\u00a0kufur nikmat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi\u00a0ya kita juga harus berbicara apa adanya,\u00a0tekanan eksternal ini tidak mudah, tidak gampang. Tapi saya bersyukur,\u00a0komunikasi antara pemerintah, Menteri Keuangan,\u00a0dengan Bank Indonesia,\u00a0dengan Gubernur BI,\u00a0dengan OJK, Ketua OJK Pak\u00a0Wimboh\u00a0sangat-sangat baik sekali. Ini penting, karena kalau komunikasi\u00a0tidak\u00a0<em>nge-klik<\/em> atau sendiri-sendiri\u00a0<em>policy<\/em>-nya,\u00a0bisa akan ke\u00a0mana-mana situasi seperti sekarang ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian yang kedua, saya juga mendapatkan peringatan waktu bertemu dengan <em>Managing Director<\/em> IMF yang baru, <em>Ms.<\/em> Kristalina. Dia menyampaikan, \u201cPresiden Jokowi tahun depan 2020 hati-hati, kemungkinan yang namanya pertumbuhan ekonomi global itu akan masih turun lagi.\u201d\u00a0Jadi harus memiliki strategi-strategi yang sangat khusus dan spesifik agar bisa keluar dari terpaan turunnya pertumbuhan ekonomi yang sekarang ini hampir semua negara mengalami. Dari yang tujuh menjadi minus ada, dari empat turun menjadi dua ada, ada\u00a0yang\u00a0empat turun\u00a0menjadi hampir nol ada, di dekat-dekat kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal-hal seperti ini memang harus kita lihat sebagai sebuah kenyataan yang harus kita hadapi dan dicarikan solusinya. Dan saya melihat masih banyak peluang-peluang yang bisa kita kerjakan. Kita memiliki sebuah <em>framework<\/em>\/kerangka yang akan kita kejar, karena saya sampaikan kepada Bu Menteri Keuangan, \u201cBu Menteri, sudah, konsentrasi saja di fiskal yang <em>prudent<\/em>, yang hati-hati, karena pengaruh APBN itu hanya empat belas sampai enam belas persen terhadap ekonomi kita.\u201d Betul Bu Menteri? Betul? Benar? Kok enggak yakin? Saya ingat terus <em>lho<\/em> apa yang disampaikan, pengaruhnya hanya empat belas sampai enam belas persen. Artinya, sisanya itu berada di peran sektor swasta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, sering saya sampaikan dan berkali-kali saya sampaikan, swasta itu berikan terlebih dahulu kalau ada peluang,\u00a0ada\u00a0<em>opportunity<\/em>, ada kesempatan. Hati-hati,\u00a0jangan <em>dikit-dikit<\/em> diambil BUMN. Ini yang hadir BUMN juga banyak. Swasta dulu. Kalau swasta tidak mampu mengerjakan, artinya <em>internal rate of return-<\/em>nya rendah,\u00a0silakan BUMN yang mengerjakan.\u00a0Tentu saja biasanya ada suntikan dari yang namanya PMN (Penyertaan Modal Negara). Dia bisa karena disuntik PMN. Kalau swasta tidak mau, BUMN tidak mau, baru pemerintahlah yang mengerjakan, karena mungkin memang berada pada posisi yang tidak untung benar. Selalu saya\u00a0 sampaikan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang ketiga, saya ingin menyampaikan mengenai apa yang harus kita kerjakan di luar fiskal dan moneter. Saya\u00a0sudah jaga,\u00a0sudah moneter,\u00a0keuangan, BI, OJK, fiskalnya silakan <em>prudent,<\/em> hati-hati, Menteri Keuangan. Saya mengerjakan di luar itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang pertama, kita sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa\u00a0lima\u00a0tahun ke depan pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus dan prioritas pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua, kelanjutan pembangunan infrastruktur akan diteruskan dengan menyambungkan jalan-jalan tol yang ada ke dalam kawasan pertanian, kawasan industri, kawasan wisata, kawasan sentra-sentra nelayan, sentra-sentra petani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang ketiga, penyederhanaan regulasi yang segera\u00a0ini nanti\u00a0bulan\u00a0Desember kita akan mengajukan <em>omnibus law <\/em>kepada DPR. Dan bulan Januari lagi kita akan mengajukan juga <em>omnibus law<\/em> yang kedua\u00a0kepada DPR. Sehingga terjadi sebuah kecepatan dalam dunia usaha apabila ingin menanamkan modalnya. Inilah yang kita namakan undang-undang cipta lapangan pekerjaan,\u00a0undang-undang cipta lapangan kerja karena muaranya dari setiap investasi dalam negeri maupun dari luar adalah cipta lapangan kerja. Karena masih tujuh juta masyarakat kita yang berada pada posisi pengangguran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang keempat, penyederhanaan birokrasi. Mohon maaf kalau di sini ada\u00a0eselon\u00a0IV,\u00a0eselon\u00a0III, kita akan pangkas itu mulai tahun depan. Untuk apa? Agar terjadi kecepatan dalam setiap memutuskan kalau ada perubahan-perubahan dunia yang berubah begitu sangat cepatnya. Tapi pelan-pelan, dan yang paling penting tidak mengganggu\u00a0<em>income\/<\/em>gaji dari tadi yang dipotong. Tidak akan menurunkan pendapatan. Saya sudah berbicara dengan banyak jago-jago IT kalau bisa itu diganti\u00a0AI (<em>artificial intelligence<\/em>), sehingga muncul sebuah kecepatan, muncul sebuah perubahan, muncul sebuah budaya kerja yang lain, kultur yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kelima, yang berkaitan dengan transformasi ekonomi. Ini yang penting, yang ingin saya sampaikan. Kita tahu sudah berapa tahun defisit perdagangan kita, <em>current account deficit<\/em> kita, defisit transaksi berjalan kita selalu mengganggu volatilitas dari rupiah, sehingga ini perlu kita selesaikan. Karena apa? Selalu\u00a0<em>current account deficit\u00a0<\/em>kita terganggu karena ketergantungan pada komoditas. Ketergantungan pada harga komoditas. Yang kedua, juga impor yang besar atas energi, terutama minyak dan gas. Ini mengganggu. Kemudian yang ketiga juga adanya impor bahan baku maupun barang modal.\u00a0 Sebetulnya\u00a0enggak masalah kalau ini dipakai lagi untuk ekspor ke luar. Tetapi inilah yang sangat mengganggu volatilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi kita,\u00a0<em>current account deficit\u00a0<\/em>kita. Sehingga saya ingin fokus ke sini, menyelesaikan persoalan-persoalan ini tanpa mengganggu apa yang sudah dikerjakan di Kementerian Keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang ingin kita kerjakan? Yang pertama, meningkatkan ekspor dan substitusi impor, produk substitusi impor. Kita tahu sekarang ini yang banyak kita ekspor adalah bahan-bahan mentah\u00a0(<em>raw material<\/em>), baik itu timah, nikel, bauksit, batu\u00a0bara. Padahal ini kalau diolah, kalau diolah dalam turunan menjadi barang setengah jadi atau jadi,\u00a0ini akan meningkatkan nilai tambah yang luar biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh batu bara, kalau diolah menjadi\u00a0DME (<em>Dimethyl Ether<\/em>), menjadi <em>polypropylene<\/em>, bisa mengganti impor kita atas LPG, bisa mengganti bahan-bahan baku impor untuk pakaian. Kenapa lama tidak kita lakukan? Karena kita senang impor. Siapa yang impor? Ya orang-orang yang senang impor. Bapak-Ibu saya kira tahu semuanya, ada yang senang impor dan\u00a0tidak\u00a0mau diganggu impornya, baik itu minyak, baik itu LPG. Ya\u00a0ini mau saya ganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">CPO,\u00a0kenapa kita selalu mengekspornya dalam bentuk\u00a0<em>crude palm\u00a0oil<\/em>, kenapa tidak kita gunakan sendiri di dalam negeri juga\u00a0bisa\u00a0kita <em>ngerjain<\/em> kok, sehingga enggak perlu\u00a0\u00a0kita takut di-<em>banned<\/em>\u00a0di Eropa? Kenapa takut kalau konsumsi di dalam negeri kita juga bisa kita lakukan, bisa menyerap? Kalau ini\u00a0dikerjakan,\u00a0artinya B20 berjalan dan sudah berjalan, sebentar lagi Januari B30 berjalan, nanti masuk\u00a0ke\u00a0B50 itu bisa berjalan, artinya apa? Impor minyak kita akan turun secara drastis. Sehingga tadi, urusan-urusan neraca perdagangan, transaksi berjalan kita menjadi lebih baik. Kenapa ini tidak dikerjakan dari dulu? Karena ada yang senang impor minyak. Saya\u00a0tahu\u00a0yang impor siapa sekarang. Yang saya\u00a0sudah saya sampaikan, kalau mengganggu acara B20, mengganggu acara B30, mengganggu tadi yang urusan\u00a0DME, urusan\u00a0<em>polypropylene<\/em>,\u00a0hati-hati\u00a0pasti\u00a0akan saya gigit orang itu.\u00a0Enggak akan selesai-selesai kalau masalah ini tidak kita selesaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita juga merancang sekarang ini yang namanya strategi besar bisnis negara. Yang namanya nikel itu turunannya bisa dibuat <em>lithium battery<\/em>, karena kita punya nikel, punya mangan, punya kobalt. Ya ini strategi besar bisnis\u00a0negara\u00a0itu\u00a0harus diatur, sehingga kita nanti akan menjadi pemain besar penghasil produksi lithium<em> battery<\/em> dunia. Karena ke depan yang namanya mobil listrik itu pasti akan besar-besaran diproduksi. Karena orang sudah tidak senang lagi menggunakan energi fosil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah kita harus, strategi itu harus\u00a0didesain\u00a0dari sekarang. Kita punya kekuatan itu kok, kenapa tidak dikerjakan?\u00a0Senang masih ekspor\u00a0<em>raw material<\/em>. <em>Ndak,<\/em> saya sekarang\u00a0<em>ndak,\u00a0ndak,\u00a0ndak<\/em>.\u00a0Setop!\u00a0Kita gunakan sendiri di sini, kita desain yang benar, sehingga nantinya benar-benar yang namanya\u00a0hub\u00a0besar untuk produksi mobil listrik itu ada di sini. Baterainya ada di sini, karena komponen baterai itu\u00a0<em>cost<\/em>-nya sampai hampir lima puluh persen dari\u00a0<em>cost<\/em>\u00a0produksi sebuah mobil listrik. Ini strategi seperti ini yang harus kita desain termasuk nanti untuk barang-barang yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua, kita memiliki sebuah kekuatan besar yaitu di\u00a0<em>hydropower<\/em>\u00a0yang tidak pernah kita gunakan. Apa itu? Sungai besar yang kita miliki. Pak Gubernur ada di sini, Kalimantan Utara, kalau yang namanya\u00a0Sungai Kayan dibendung ada sepuluh titik di situ dan dipakai untuk\u00a0<em>hydropower <\/em>(pembangkit listrik tenaga air), muncul biayanya hanya dua sen. Kalau kita pakai batu\u00a0bara bisa enam sampai tujuh sen. Siapa yang bisa melawan angka dua sen ini? Semuanya akan berbondong-bondong ke sini. Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur ini akan kita mulai, karena dari sinilah kita nanti memiliki <em>competitiveness, <\/em>memiliki daya saing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita masih memiliki sungai besar lagi yang ada di Papua,\u00a0Mamberamo.\u00a0Sama, di sini kira-kira bisa 11.000 megawatt\u00a0(di Sungai Kayan), di Mamberamo bisa 23.000 megawatt. Sebuah kekuatan besar dengan hanya\u00a0<em>cost<\/em>\u00a0produksinya dua sen. Siapa yang bisa melawan ini? Kekuatan seperti inilah yang harus terus kita cari sehingga\u00a0<em>competitiveness<\/em>\u00a0kita, daya saing kita betul-betul kita miliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua, yang berkaitan dengan tambahan devisa. Saya kira kita sudah sering bercerita bahwa kita akan membangun Sepuluh Bali\u00a0Baru dan kita sekarang ini dalam\u00a0tiga\u00a0tahun sampai nanti 2020 memang fokus hanya di lima tempat: di Labuan Bajo, di Mandalika, di Danau Toba, di Borobudur, dan di Manado. Infrastruktur insyaallah nanti di akhir 2020 selesai semuanya.\u00a0<em>Airport<\/em>, terminal\u00a0dibesarkan,\u00a0<em>runway<\/em>\u00a0diperpanjang semuanya,\u00a0jalan menuju ke tempat-tempat wisata<em>\u00a0dikerjain\u00a0<\/em>semua. Saya cek terus, saya cek\u00a0 terus.\u00a0Lima\u00a0selesai 2020, sisanya setelah itu\u00a0tiga\u00a0tahun setelah itu rampungkan lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya kita akan mendapatkan devisa dari sektor ini. Kalau produknya selesai, barang-barang itu diperbaiki, produknya selesai,\u00a0ada\u00a0<em>calendar of event, <\/em>ada <em>annual event<\/em>\u00a0yang besar,\u00a0<em>creative\u00a0industry<\/em>,\u00a0<em>creative\u00a0economy<\/em>\u00a0di situ semuanya fokus dikerjakan. Promosi besar-besaran silakan, Kementerian Pariwisata silakan. Kalau negara lain misalnya dana promosinya sepuluh, Menteri Pariwisata minta dua puluh,\u00a0saya beri. Tapi harus tepat sasaran,\u00a0karena saya sampaikan,\u00a0produk-produk ini tolong ada segmentasinya: ada yang super premium, ada yang premium, ada yang menengah-bawah.\u00a0Jangan dicampur-campur. Yang super premium juga ada kuotanya. Misalnya Labuan Bajo,\u00a0enggak semua orang boleh ke sana, bayarnya mahal, misalnya. Ini belum, baru didesain,\u00a0tahun depan akan selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, kembali lagi yang terakhir, menarik FDI (<em>Foreign\u00a0Direct Investment<\/em>) dengan perbaikan iklim investasi yang betul-betul riil. Oleh\u00a0sebab\u00a0itu,\u00a0 kalau kita hanya satu-satu mengajukan revisi undang-undang, satu, satu, itu lima puluh tahun enggak\u00a0akan selesai. Iya benar, lima puluh tahun enggak akan selesai. Sehingga 74 undang-undang akan kita gabungkan dan kita mintakan <em>omnibus law<\/em> kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Nah ini beliau-beliau ada, mohon didukung, jangan di-<em>lama-lamain<\/em>, jangan <em>disulit-sulitin<\/em>. Karena ini,\u00a0sekali lagi,\u00a0untuk cipta lapangan kerja. Ada 74 undang-undang yang akan\u2026 sudah kita teliti satu per satu, kita gabungkan, dan kita mintakan nanti untuk direvisi secara berbarengan, bersama-sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau ini rampung semuanya, tadi yang saya sampaikan,\u00a0tiga\u00a0nilai pada saat sulit seperti ini, memang inilah waktunya. Kita tunjukkan bahwa kita mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa kita, meskipun kita tidak sulit, masih lima persen kok.\u00a0Yang kedua, mencari sumber baru. Yang tadi nikel, CPO, batu\u00a0bara, itu\u00a0mencari sumber baru. Tempat wisata, tempat destinasi wisata baru, itu. Dan tetap optimis. Jadi kalau di sini hadir para pengusaha, jangan sampai ada yang menyampaikan\u00a0<em>wait and see<\/em>,\u00a0<em>ndak<\/em>. Kalau mau investasi ya investasi lah, karena kita akan memperbaiki iklim investasi itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya\u00a0rasa\u00a0itu yang bisa saya sampaikan\u00a0pada\u00a0kesempatan yang baik ini.<br \/>\nTerima kasih.<br \/>\nWassalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakatuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu\u2019alaikum warahmatullah wabarakatuh, Selamat malam, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":167482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[865,87],"tags":[947,1002,1003],"class_list":["post-176034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sambutan","category-transkrip-pidato","tag-jokowi","tag-sambutan","tag-transkripsi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu\u2019alaikum warahmatullah wabarakatuh, Selamat malam, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-28T16:38:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-01T03:56:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8\"},\"headline\":\"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta\",\"datePublished\":\"2019-11-28T16:38:01+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-01T03:56:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\"},\"wordCount\":2211,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"keywords\":[\"Jokowi\",\"Sambutan\",\"Transkripsi\"],\"articleSection\":[\"Sambutan\",\"Transkrip Pidato\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\",\"name\":\"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"datePublished\":\"2019-11-28T16:38:01+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-01T03:56:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png\",\"width\":1024,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/nia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu\u2019alaikum warahmatullah wabarakatuh, Selamat malam, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2019-11-28T16:38:01+00:00","article_modified_time":"2019-12-01T03:56:46+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":768,"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","type":"image\/png"}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8"},"headline":"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta","datePublished":"2019-11-28T16:38:01+00:00","dateModified":"2019-12-01T03:56:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/"},"wordCount":2211,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","keywords":["Jokowi","Sambutan","Transkripsi"],"articleSection":["Sambutan","Transkrip Pidato"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/","name":"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","datePublished":"2019-11-28T16:38:01+00:00","dateModified":"2019-12-01T03:56:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/1-2.png","width":1024,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/pertemuan-tahunan-bank-indonesia-2019-28-november-2019-di-ballroom-raffles-hotel-provinsi-dki-jakarta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, 28 November 2019, di Ballroom Raffles Hotel, Provinsi DKI Jakarta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/931804c03c38910257896fbebe2f4aa8","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51bf3d344a42ec4723f90b75510f2abe7e9af7383c90facc25dec6f906adc2e1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/nia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/176034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=176034"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/176034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176037,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/176034\/revisions\/176037"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media\/167482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=176034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=176034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=176034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}