{"id":30861,"date":"2015-07-02T10:50:01","date_gmt":"2015-07-02T03:50:01","guid":{"rendered":"https:\/\/setkab.go.id\/?p=30861"},"modified":"2015-07-02T10:50:52","modified_gmt":"2015-07-02T03:50:52","slug":"kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/","title":{"rendered":"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-30750 alignleft\" style=\"margin: 5px;\" alt=\"Purnomo Sucipto\" src=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\" width=\"230\" height=\"200\" \/><\/a>Oleh: <b>Purnomo Sucipto, Pemerhati Perundang-undangan<\/b><\/p>\n<p>Sejak era reformasi, terjadi perubahan kewenangan dalam pengangkatan pejabat negara dan pejabat tinggi lainnya. Sebelumnya, Presiden lebih dominan dalam menentukan pejabat-pejabat tersebut. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat ikut menentukan pejabat yang mengisi jabatan-jabatan publik. Keikutsertaan DPR tersebut dalam rumusan peraturan menggunakan berbagai istilah, seperti \u0093memperhatikan pertimbangan\u0094, \u0093pertimbangan\u0094, \u0093persetujuan\u0094, \u0093diajukan oleh\u0094, \u0093dipilih oleh\u0094, \u0093memilih\u0094, \u0093berkonsultasi dengan\u0094, \u00a0dan \u0093atas usul DPR\u0094.<!--more--><\/p>\n<p>Kewenangan Dewan tidak hanya pada pejabat non-eksekutif, seperti hakim agung, tetapi juga pada jabatan eksekutif, seperti duta besar. Hal ini dimungkinkan akibat dari bergesernya bandul kekuasaan dari eksekutif ke legislatif, dari <i>executive heavy <\/i>ke<i> legislative heavy<\/i>. Dari sudut ketatanegaraan, tampaknya telah terjadi perubahan penerapan sistem presidensial di Indonesia yang tidak sepenuhnya memberikan kekuasaan eksekutif kepada Presiden.<\/p>\n<p>Berikut ini disampaikan hasil penelitian kami berupa daftar pejabat yang pengangkatannya menjadi kewenangan bersama Presiden dan DPR dalam berbagai peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p>Bagi yang berkepentingan dapat menggunakan daftar ini dengan mengutip sumbernya.<\/p>\n<table width=\"907\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<thead>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\"><b>No.<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">\n<p align=\"center\"><b>Jabatan<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">\n<p align=\"center\"><b>Ketentuan\/Peraturan<\/b><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">1.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Duta&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UUD Tahun 1945Pasal 13<\/p>\n<p>(1)\u00a0 Presiden mengangkat duta dan konsul.<\/p>\n<p>(2)\u00a0 Dalam hal mengangkat duta, Presiden <b>memperhatikan pertimbangan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.*)<\/p>\n<p>(3)\u00a0 Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan <b>memperhatikan pertimbangan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.*)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">2.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota BPK<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UUD Tahun 1945Pasal 23F ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0 Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan <b>memperhatikan pertimbangan<\/b> Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.***)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">3.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Hakim Agung<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UUD Tahun 1945Pasal 24A ayat (3)<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan <b>persetujuan<\/b> dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. ***)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>UU No.3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung<\/p>\n<p>Pasal 8 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0\u00a0 Hakim agung ditetapkan oleh Presiden dari nama calon yang <b>diajukan<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>UU No.48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman<\/p>\n<p>Pasal 30 ayat (2)<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0\u00a0 Pengangkatan hakim agung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) <b>dipilih<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat dari nama calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>UU No.5 Tahun 2004 tentang Perubahan UU Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung<\/p>\n<p>Pasal 8 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Hakim agung diangkat oleh Presiden dari nama calon yang <b>diajukan oleh<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">4.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Komisi Yudisial<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UUD Tahun 1945Pasal 24B ayat (3)<\/p>\n<p>(3) \u00a0 Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan <b>persetujuan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat. ***)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">5.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota KPU<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan UmumPasal 15<\/p>\n<p>(2) \u00a0 Dewan Perwakilan Rakyat <b>memilih<\/b> calon anggota KPU berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">6.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Bawaslu<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan UmumPasal 89<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0 Dewan Perwakilan Rakyat <b>memilih<\/b> calon anggota Bawaslu berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">7.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Kepala BIN<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.17 Tahun 2011 tentang IntelijenPasal 36<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0\u00a0 Kepala Badan Intelijen Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat <b>pertimbangan <\/b>Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">8.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Dewan Komisioner OJK&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa KeuanganPasal 11<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0\u00a0 Anggota Dewan Komisioner sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4) huruf a sampai dengan huruf g <b>dipilih<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan calon anggota yang diusulkan oleh Presiden.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">9.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Baznas<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan ZakatPasal 10<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0\u00a0 Anggota BAZNAS dari unsur masyarakat diangkat oleh Presiden atas usul Menteri setelah mendapat <b>pertimbangan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">10.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Dewan Pengawas BPJS<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan SosialPasal 30<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia <b>memilih<\/b> anggota Dewan Pengawas yang berasal dari unsur Pekerja, unsur Pemberi Kerja, dan unsur tokoh masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), paling lama 20 (dua puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan usulan dari Presiden.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">12.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Lembaga Sensor Film&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.33 Tahun 2009 tentang PerfilmanPasal 64 ayat (3)<\/p>\n<p>Anggota lembaga sensor film diangkat oleh Presiden setelah <b>berkonsultasi<\/b> dengan Dewan Perwakilan Rakyat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">13.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah HajiPasal 16<\/p>\n<p>Anggota KPHI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri setelah mendapat <b>pertimbangan<\/b> DPR.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">14.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Komisi Informasi Pusat&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi PublikPasal 31 ayat (1), (2), dan (3)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Calon anggota Komisi Informasi Pusat hasil rekrutmen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia oleh Presiden sejumlah 21 (dua puluh satu) orang calon.<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia <b>memilih<\/b> anggota Komisi Informasi Pusat melalui uji kepatutan dan kelayakan.<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Anggota Komisi Informasi Pusat yang telah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selanjutnya ditetapkan oleh Presiden.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">15.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Ombudsman<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik IndonesiaPasal 14<\/p>\n<p>Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Ombudsman <b>dipilih<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan calon yang diusulkan oleh Presiden.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">16.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Pengarah Penanggulangan Bencana<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan BencanaPasal 14 ayat (3)<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Keanggotaan unsur pengarah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b <b>dipilih<\/b> melalui uji kepatutan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">17.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Dewan Energi Nasional<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.30 Tahun 2007 tentang EnergiPasal 13 ayat (2)<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0 Anggota Dewan Energi Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (5) huruf b <b>dipilih<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">18.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota LPSK<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan KorbanPasal 23 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Anggota LPSK diangkat oleh Presiden dengan <b>persetujuan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">19.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota BPK<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa KeuanganPasal 14<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0\u00a0 Anggota BPK <b>dipilih <\/b>oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">19.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank IndonesiaPasal 41 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan <b>persetujuan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">20.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Komisi Yudisial&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.22 Tahun 2004 tentang Komisi YudisialPasal 27 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0 Anggota Komisi Yudisial diangkat oleh Presiden dengan <b>persetujuan<\/b> DPR.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">21.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Panglima TNI&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional IndonesiaPasal 13 ayat (2)<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0 Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat <b>persetujuan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara<\/p>\n<p>Pasal 17 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Presiden mengangkat dan memberhentikan Panglima setelah mendapat <b>persetujuan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">22.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Kapolri<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RIPasal 11 ayat (1) dan ayat (2)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan <b>persetujuan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat.<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0 Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">23.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Komisi Perlindungan Anak<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan AnakPasal 75 ayat (3)<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat <b>pertimbangan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun, dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">24.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Pimpinan KPK&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiPasal 30 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a <b>dipilih<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia berdasarkan calon anggota yang diusulkan oleh Presiden Republik Indonesia.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">25.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Komisi Penyiaran Indonesia&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.32 Tahun 2002 tentang PenyiaranPasal 10 ayat (2) dan ayat (3)<\/p>\n<p>(2)\u00a0\u00a0 Anggota KPI Pusat <b>dipilih<\/b> oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan KPI Daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atas usul masyarakat melalui uji kepatutan dan kelayakan secara terbuka.<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Anggota KPI Pusat secara administratif ditetapkan oleh Presiden <b>atas usul<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan anggota KPI Daerah secara administratif ditetapkan oleh Gubernur atas usul Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">26.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Dewan Pengawas RRI dan TVRI&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.32 Tahun 2002 tentang PenyiaranPasal 14 ayat (5)<\/p>\n<p>(5)\u00a0\u00a0 Dewan pengawas ditetapkan oleh Presiden bagi Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia <b>atas usul <\/b>Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia; atau oleh Gubernur, Bupati, atau Walikota bagi Lembaga Penyiaran Publik lokal atas usul Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan secara terbuka atas masukan dari pemerintah dan\/atau masyarakat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">27.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Kepala Badan Pelaksana Migas&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas BumiPasal 45 ayat (3)<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Kepala Badan Pelaksana diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah <b>berkonsultasi<\/b> dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">28.<\/p>\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Migas&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas BumiPasal 47 ayat (3)<\/p>\n<p>(3)\u00a0\u00a0 Ketua dan anggota Komite Badan Pengatur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat <b>persetujuan <\/b>Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">29.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Hakim Adhoc MA&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi ManusiaPasal 33 ayat (4)<\/p>\n<p>(4) \u00a0 Hakim ad hoc di Mahkamah Agung diangkat oleh Presiden selaku Kepala Negara <b>atas usulan<\/b> Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"47\">\n<p align=\"center\">30.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"161\">Anggota Komnas HAM<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"699\">UU No.39 Tahun 1999Pasal 83 ayat (1)<\/p>\n<p>(1)\u00a0\u00a0 Anggota Komnas HAM berjumlah 35 (tiga puluh lima) orang yang <b>dipilih <\/b>oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden selaku Kepala Negara.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Purnomo Sucipto, Pemerhati Perundang-undangan Sejak era reformasi, terjadi perubahan kewenangan dalam pengangkatan pejabat negara dan pejabat tinggi lainnya. Sebelumnya, Presiden lebih dominan dalam menentukan pejabat-pejabat tersebut. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat ikut menentukan pejabat yang mengisi jabatan-jabatan publik. Keikutsertaan DPR tersebut dalam rumusan peraturan menggunakan berbagai istilah, seperti \u0093memperhatikan pertimbangan\u0094, \u0093pertimbangan\u0094, \u0093persetujuan\u0094, \u0093diajukan oleh\u0094, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[554],"tags":[],"class_list":["post-30861","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-evaluasi_polhukam"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v24.1 (Yoast SEO v26.1.1) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Purnomo Sucipto, Pemerhati Perundang-undangan Sejak era reformasi, terjadi perubahan kewenangan dalam pengangkatan pejabat negara dan pejabat tinggi lainnya. Sebelumnya, Presiden lebih dominan dalam menentukan pejabat-pejabat tersebut. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat ikut menentukan pejabat yang mengisi jabatan-jabatan publik. Keikutsertaan DPR tersebut dalam rumusan peraturan menggunakan berbagai istilah, seperti \u0093memperhatikan pertimbangan\u0094, \u0093pertimbangan\u0094, \u0093persetujuan\u0094, \u0093diajukan oleh\u0094, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-02T03:50:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-07-02T03:50:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@setkabgoid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a\"},\"headline\":\"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi\",\"datePublished\":\"2015-07-02T03:50:01+00:00\",\"dateModified\":\"2015-07-02T03:50:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\"},\"wordCount\":1307,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\",\"articleSection\":[\"Evaluasi Polhukam\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\",\"name\":\"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-02T03:50:01+00:00\",\"dateModified\":\"2015-07-02T03:50:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia\",\"description\":\"Kabinet Merah Putih\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Setkab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#organization\",\"name\":\"Sekretariat Kabinet\",\"alternateName\":\"Setkab\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png\",\"width\":720,\"height\":788,\"caption\":\"Sekretariat Kabinet\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid\",\"https:\/\/x.com\/setkabgoid\",\"https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g\",\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a\",\"name\":\"Humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Humas\"},\"url\":\"https:\/\/setkab.go.id\/author\/ecip26\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","og_description":"Oleh: Purnomo Sucipto, Pemerhati Perundang-undangan Sejak era reformasi, terjadi perubahan kewenangan dalam pengangkatan pejabat negara dan pejabat tinggi lainnya. Sebelumnya, Presiden lebih dominan dalam menentukan pejabat-pejabat tersebut. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat ikut menentukan pejabat yang mengisi jabatan-jabatan publik. Keikutsertaan DPR tersebut dalam rumusan peraturan menggunakan berbagai istilah, seperti \u0093memperhatikan pertimbangan\u0094, \u0093pertimbangan\u0094, \u0093persetujuan\u0094, \u0093diajukan oleh\u0094, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/","og_site_name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","article_published_time":"2015-07-02T03:50:01+00:00","article_modified_time":"2015-07-02T03:50:52+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@setkabgoid","twitter_site":"@setkabgoid","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/"},"author":{"name":"Humas","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a"},"headline":"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi","datePublished":"2015-07-02T03:50:01+00:00","dateModified":"2015-07-02T03:50:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/"},"wordCount":1307,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg","articleSection":["Evaluasi Polhukam"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/","name":"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi - Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg","datePublished":"2015-07-02T03:50:01+00:00","dateModified":"2015-07-02T03:50:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Purnomo-Sucipto.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/kewenangan-pengangkatan-pejabat-sejak-era-reformasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/setkab.go.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kewenangan Pengangkatan Pejabat Sejak Era Reformasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#website","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","name":"Sekretariat Kabinet Republik Indonesia","description":"Kabinet Merah Putih","publisher":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization"},"alternateName":"Setkab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/setkab.go.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#organization","name":"Sekretariat Kabinet","alternateName":"Setkab","url":"https:\/\/setkab.go.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","contentUrl":"https:\/\/setkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/garuda.png","width":720,"height":788,"caption":"Sekretariat Kabinet"},"image":{"@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/Setkabgoid","https:\/\/x.com\/setkabgoid","https:\/\/www.instagram.com\/sekretariat.kabinet\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCey1BgbIUz6eVz2vywc2d7g","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sekretariat_Kabinet_Republik_Indonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@setkabgoid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/e9c8db526ae0107dd2cb77bd4e94463a","name":"Humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/setkab.go.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b97eecce3878654dd77af18f5dde09e45e0ea17340e68b8cbfebb3ac21c72aa?s=96&d=mm&r=g","caption":"Humas"},"url":"https:\/\/setkab.go.id\/author\/ecip26\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/30861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/comments?post=30861"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/30861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30863,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/posts\/30861\/revisions\/30863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/media?parent=30861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/categories?post=30861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setkab.go.id\/api\/wp\/v2\/tags?post=30861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}