web analytics

Blog

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Buka Puasa Bersama dengan Pimpinan Lembaga Negara, 6 Mei 2019, di Istana Negara, Jakarta

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 6 May 2019 ; 4080 Views Kategori: Transkrip Pidato

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati Ketua dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara, serta para Menteri Kabinet Kerja. 

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran di sore hari ini. Dan juga menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa di tahun 2019 ini.

Yang kedua, alhamdulillah kita juga patut bersyukur ke hadirat Allah SWT karena pileg dan pilpres, pemilu 17 April 2019 yang lalu berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar.

Dan pada kesempatan yang baik ini, mumpung bertemu dengan Ketua dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara, saya ingin menyinggung sedikit mengenai hal yang berkaitan dengan pemindahan ibu kota.  Kita serius dalam hal ini karena sejak tiga tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas di internal. Kemudian satu setengah tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail, baik dari sisi ekonomi, sisi sosial politik, dan juga dari sisi lingkungan.

Kita tahu semuanya bahwa di Pulau Jawa ini sudah dihuni oleh 57 persen dari total penduduk kita atau kurang lebih 149 juta orang. Padahal di pulau-pulau yang lain, misalnya di Sumatra dihuni 21 persen, kemudian di Pulau Kalimantan baru dihuni oleh enam persen, dan pulau-pulau yang lain misalnya kayak di Sulawesi tujuh persen, Papua dan Maluku baru kurang lebih baru dua sampai tiga persen.

Oleh sebab itu, kami nantinya akan tindaklanjuti konsultasi ini, tentu saja dengan lembaga-lembaga negara yang terkait dengan ini, baik dari sisi hukum maupun politisnya. Tetapi perlu kami sampaikan bahwa dari sisi lingkungan, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan, memang Jakarta kita tahu semuanya bahwa kita ini berada di dalam ring of fire dan juga banjir yang kita sudah berusaha penuh untuk menyelesaikan ini. Dan yang kedua juga dari sisi tersedianya air bersih. Saya kira ke depan ini akan menjadi sebuah persoalan besar apabila kita tidak segera memikirkan langkah-langkah dalam hal penyediaan air ini.

Oleh sebab itu, sekali lagi, bahwa pemindahan ibu kota ini akan segera kita putuskan, tetapi sekali lagi, kami akan konsultasikan dengan tahapan-tahapan besar, dengan Bapak-Ibu sekalian, utamanya kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan ini. Kami sudah menyiapkan ada tiga alternatif daerah yang sudah menyiapkan lahannya. Ada yang 80.000 hektare, ada yang sudah menyiapkan 120.000 hektare, dan ada juga yang 300.000 hektare yang telah disediakan, meskipun belum kita putuskan yang mana yang ingin kita pakai. Seperti kita ketahui, di Jakarta ini ada 66.000 hektare, sehingga apa yang sudah tersedia ini saya kira lebih dari cukup kalau hanya untuk dipakai ibu kota pemerintahan. Artinya ini tinggal memutuskan.

Kemudian yang terakhir, mungkin yang menyangkut biaya atau anggaran. Kemarin juga Menteri Keuangan sudah menyampaikan, karena hitungan dari Menteri PU juga sudah keluar. Meskipun secara detail nanti akan kami minta. Kalau Menteri Keuangan menyampaikan, “kalau angka seperti itu tidak ada masalah Pak, asal tidak dikerjakan satu tahun.” Artinya juga anggaran kita siap untuk menjalankan keputusan ini. Tetapi saya sampaikan kepada Menteri Keuangan bahwa kita berharap tidak membebani APBN, akan kita cari sebuah scheme khusus sehingga nantinya ibu kotanya jadi, tetapi APBN tidak terbebani.

Saya rasa itu mungkin sebagai pengantar pembuka dalam pertemuan pada sore hari ini. Terima kasih sekali lagi kami sampaikan atas kehadiran Bapak-Ibu sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artikel lainnya :