PNPM Mandiri Membangun Infrastruktur Perdesaan di Kab. Cilacap

By Alfurkon Setiawan
Date 11 Maret 2014
Category: Pro People

file (3)Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri telah menjangkau seluruh kecamatan dan desa/kelurahan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yakni 24 kecamatan dan 284 desa/kelurahan.  Anggaran PNPM Mandiri tahun 2013 sebesar Rp 41,425 miliar yang terdiri dari APBN Rp 39,358 miliar dan APBD Rp 2,066 miliar. Sedangkan anggaran PNPM Mandiri tahun 2014 sebesar Rp 41,325 miliar yang terdiri dari APBN Rp 39,263 miliar dan APBD Rp 2,061 miliar. PNPM Mandiri terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan yang menjangkau 21 kecamatan dan 269 desa, serta PNPM Mandiri Perkotaan yang menjangkau 3 kecamatan dan 15 kelurahan.

Berbagai infrastruktur perdesaan telah dibangun PNPM Mandiri tahun 2013, yakni jalan lingkungan sepanjang  35,15 km, drainase sepanjang 5,5 km, gedung Posyandu sebanyak 40 unit, jembatan sebanyak 25 unit, sarana pendidikan sebanyak  50 unit, sarana air bersih sebanyak 50 unit, MCK sebanyak 400 unit, kios sebanyak 16 unit, tempat sampah 1.094 unit, dan lain sebagainya. Sedangkan tahun 2014 dibangun jalan lingkungan sepanjang  50,5 km, drainase sepanjang 6,5 km, gedung Posyandu sebanyak 30 unit, jembatan sebanyak 60 unit, sarana pendidikan sebanyak  60 unit, sarana air bersih sebanyak 70 unit, MCK sebanyak 300 unit, kios sebanyak 30 unit, tempat sampah 200 unit, dan lain sebagainya.

Selain membangun berbagai infrastruktur, PNPM Mandiri juga memberikan pinjaman dana untuk tambahan modal berusaha yang dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan khusus diberikan kepada kaum perempuan. Sedangkan kategori kedua adalah Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri Perkotaan dan diberikan kepada masyarakat umum.  Dana yang digulirkan PNPM Mandiri sepanjang 2007 – 2013 telah mencapai Rp 59,3 miliar yang diberikan kepada 15.260 orang.

Beragam pembangunan  infrastruktur dan jenis usaha yang dibiayai PNPM Mandiri di Kabupaten Cilacap sejak dilaksanakan tahun 2007 hingga tahun 2013 menyerap tenaga kerja sekitar 50.000 orang. Dengan demikian PNPM Mandiri ikut berperan mengurangi angka pengangguran dari 11,92% tahun 2006 (sebelum ada PNPM Mandiri) menjadi 6,76% pada tahun 2013.

Tahun 2013 PNPM Mandiri Perdesaan membangun jalan rabat beton berukuran 100 meter x 3 meter, jalan aspal berukuran 195 x 3 meter, dan gorong-gorong sepanjang  100 meter di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, dengan total dana Rp 72.316.000. Dana tersebut terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan Rp 71.444.000  dan swadaya masyarakat Rp 872.000. Semula berupa jalan tanah, berlubang-lubang, dan becek di musim hujan, sehingga sulit dilalui kendaraan sepeda, sepeda motor, gerobak, becak, dan mobil. Karena kondisi jalan rusak tidak sedikit pengendara sepeda dan sepeda motor yang terjatuh. Jalan itu akses menuju ke sawah dan desa-desa lain. Mengingat begitu pentingnya jalan tersebut, PNPM Mandiri Perdesaan membangun jalan rabat beton yang berada di lingkungan perumahan dan jalan aspal yang menuju ke sawah. Selain itu juga dibangun gorong-gorong agar air tidak meluber ke jalan.

Setelah dibangun PNPM Mandiri, jalan di Desa Karangbenda itu ramai dilewati warga yang menggunakan sepeda, sepeda motor, dan mobil. Warga tidak lagi khawatir terjatuh karena kondisi jalan mulus. Salah seorang pengguna jalan tersebut adalah Badriah yang sehari-hari berjualan keripik pisang. Warga Desa Karangbenda ini tiap hari berkeliling menjajakan dagangannya dengan mengunakan sepeda motor. “Dulu waktu  masih jalan tanah tidak enak dilewati, karena berlubang-lubang, becek, dan licin. Beberapa kali saya terjatuh dan keripik menjadi rusak. Sekarang jalannya bagus dan enak dilewati. Saya tidak perlu lagi khawatir terjatuh. Jalan yang telah dibangun PNPM Mandiri ini telah memperlancar pekerjaan saya berkeliling menjajakan keripik pisang,” kata Badriah dengan wajah berseri-seri.

Di Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, tahun 2013 PNPM Mandiri Perdesaan membangun jalan aspal sepanjang 236 meter dengan lebar 3 meter. Semula berupa jalan tanah, rusak, berlubang-lubang, dan becek di musim hujan. Di sekitar jalan ini terdapat beragam industri rumah (home industry) kue, keripik, dan batik. Selain itu di sekitar jalan tersebut juga terdapat kompleks perumahan, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Kondisi jalan yang rusak tentu membuat warga tidak merasa nyaman, dan mereka lalu mengusulkan kepada PNPM Mandiri Perdesaan untuk membangun jalan aspal. Gayung pun bersambut. Pembangunan jalan aspal itu menelan dana sebesar Rp 117.243.500 yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan Rp 115.173.500 dan swadaya masyarakat Rp 2.070.000.

Sebelumnya pada tahun 2012 PNPM Mandiri membangun sebuah gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Ayam Alas, Kecamatan Kroya, dengan dana sebesar Rp 148.707.950  yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan Rp 146.507.950 dan swadaya masyarakat Rp 2.200.000. Kegiatan PAUD berlangsung sejak tahun 2008 di sebuah rumah yang berdinding papan dan beratap genteng. Karena kondisi tempat itu kurang memadai untuk kegiatan belajar, warga lalu mengusulkan kepada PNPM Mandiri Perdesaan untuk membangun gedung PAUD yang bagus di tanah kosong di samping gedung PAUD yang lama . Gedung PAUD yang baru berukuran 15,5 meter x 7,5 meter, berdinding tembok, beratap asbes, dan berlantai ubin. Selain itu gedung PAUD dilengkapi beragam mainan, sehingga anak-anak semakin bersemangat belajar dan bermain.

Jumlah muridnya sebanyak 50 orang dan gurunya berjumlah tiga orang. Gedung PAUD terdiri dari tiga kelas, dan waktu belajarnya pukul 08.00 – 10.00 WIB. Setiap murid membayar uang SPP Rp 20.000. Honor guru diambil dari uang SPP. Guru-guru PAUD berpendidikan SMA dan mereka telah mengikuti pelatihan guru PAUD. “Alhamdulillah, berkat PNPM Mandiri kami dapat belajar di gedung PAUD yang bagus seperti ini. Gedung PAUD yang baru ini memacu anak-anak untuk semakin rajin belajar,” kata Sumiati, salah seorang guru.

Sementara itu di bidang ekonomi berbagai sektor usaha yang dibiayai PNPM Mandiri mengalami kemajuan. Usaha mikro, kecil, dan  menengah itu meliputi usaha warung nasi goreng, usaha pembuatan bata merah, usaha kerajinan pernik laut, perdagangan ikan asin, dan lain-lain. Salah seorang penerima dana SPP adalah Kaminem, warga Desa Bunton, Kecamatan Adipala, yang sehari-harinya berjualan nasi goreng. Kaminem telah sepuluh tahun berjualan nasi goreng, dan untuk memperlancar usahanya tersebut ia meminjam uang SPP Rp 1 juta pada tahun 2010 dengan angsuran Rp 105.000/bulan selama 11 bulan. Setelah lunas pada tahun 2011 ibu seorang anak ini meminjam lagi uang SPP sebesar Rp 2 juta dengan angsuran Rp 200.100/bulan selama 11 bulan.

Berkat suntikan uang  SPP warung nasi gorengnya berjalan lancar dan omsetnya Rp 500.000/hari. Sedangkan sebelum mendapat dana SPP omsetnya sekitar Rp 250.000 – Rp 300.000/hari. Dari usaha warung nasi tersebut Kaminem telah membantu meringankan beban suaminya, Tamso, yang bekerja sebagai buruh tani.

Manfaat SPP juga dinikmati Rastri yang menekuni usaha pembuatan bata merah di Desa Bunton. Rastri telah belasan tahun membuat bata merah dan menjualnya ke toko material bangunan dengan harga Rp 200/bata. Rastri telah tiga kali meminjam uang SPP yakni Rp juta tahun 2010, Rp 2 juta tahun 2011, dan Rp 3 juta tahun 2013. Uang SPP dipergunakan untuk tambahan modal membeli tanah dan kayu untuk membuat bata merah, sehingga produksinya meningkat menjadi 50.000 bata/bulan dari sebelumnya 20.000 bata/bulan. Hal ini juga berarti terjadi  peningkatan omset dari Rp 400 ribu /bulan menjadi Rp 10 juta/bulan, dan ia memperoleh keuntungan 20%.

PNPM Mandiri diluncurkan oleh Presiden SBY di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tanggal 30 April 2007. PNPM Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan adalah Program Pro Rakyat Klaster 2 dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Pembiayaan utama PNPM Mandiri ditanggung secara bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Secara  nasional anggaran PNPM Mandiri tahun 2007 sebesar Rp 3,88 triliun, menjangkau 33 provinsi, 424 kabupaten/kota, dan 3.349 kecamatan hingga Tahun 2014 anggarannya mencapai  Rp 9,33 triliun, menjangkau 34 provinsi, 505 kecamatan, dan 6.724 kecamatan. Dengan demikian total dana PNPM Mandiri sepanjang 2007 – 2014 sebesar Rp 72,56 triliun.

Sepanjang  tahun  2007 – 2013 PNPM Mandiri   Perdesaan membangun  520.878  unit  jalan  sepanjang  650.978  km,  314.315 unit jembatan, 319.463 unit irigasi,  350.000  unit sarana air bersih,  236.977 unit mandi cuci kakus (MCK), 2.733 unit pasar desa, listrik untuk  3.666 desa,  80.224  unit sekolah, 12.884  unit polindes/posyandu, dan lain sebagainya. Sedangkan PNPM  Mandiri Perkotaan telah membangun 125.988 unit jalan sepanjang 479.900 km,  77.555  unit  drainase,  7.987  unit  jembatan, 15.567  unit MCK,  8.438  unit sarana air bersih,  989 unit penerangan umum,  3.289 unit gerobak sampah, 13.456  unit  rumah,  393  sarana  pendidikan,  1.200 unit sarana kesehatan, 1.232 unit sarana perdagangan,  4.500 unit pembuangan limbah, dan lain-lain.

PNPM Mandiri  juga  menyalurkan dana bergulir kepada kaum perempuan  untuk tambahan modal berdagang melalui program Simpan Pinjam untuk  Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk masyarakat umum. Pada periode 2007 – 2013 dana untuk kegiatan usaha yang digulirkan mencapai Rp 12,5 triliun. (Fajar Ilham & Arif Rahman Hakim)

Latest Pro People