PNPM Mandiri Tanggamus: Oleh Rakyat Untuk Rakyat

By Alfurkon Setiawan
Date 21 November 2013
Category: Pro People

jalan_betonKehadiran PNPM Mandiri di Tanggamus telah memberikan dorongan atau spirit bagi masyarakat perdesaan untuk senantiasa bergotong-rotong, saling  bahu-membahu dalam membangun berbagai infrastruktur. Masyarakat urun rembug, berdiskusi, bermusyawarah untuk menentukan infrastruktur apa saja yang akan dibangun. Maklum, PNPM Mandiri memberikan keleluasaan sepenuhnya kepada warga desa untuk merencanakan dan menentukan infrastruktur yang akan dibangun sesuai dengan kebutuhan warga. Dalam hal ini, pemerintah melalui PNPM Mandiri menyalurkan dana dengan “mandat penuh” untuk didayagunakan agar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Masyarakat desa juga mendapat pendampingan dari fasilitator PNPM Mandiri baik dari sisi teknis bangunan maupun pengelolaan keuangannya. Para pendamping PNPM Mandiri ini rata-rata berpendidikan sarjana yang ditempatkan di setiap kecamatan dengan tugas mendampingi warga di seluruh desa yang ada di kecamatan binaannya. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan juga diajak berembug, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dan diterima semua pihak.

Anggaran PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Tanggamus tahun 2012 sebesar Rp 21,3 miliar yang terdiri dari APBN sebesar Rp 20 miliar dan APBD sebesar Rp 1,3 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk 141 Desa di 9 kecamatan. Pada tahun 2013, anggaran PNPM di Kabupaten Tanggamus tercatat Rp 17,7 miliar dengan perincian dari APBN sebesar Rp 16,65 miliar dan APBD mencapai Rp 1,05  miliar.

Berbagai infrastruktur yang dibangun PNPM Mandiri tahun 2012 antara lain pembangunan jalan beton sepanjang 20.267 meter, jembatan sepabnayk 13 unit, drainase sepanjang 5,476 meter dan jaringan irigasi sepanjang 7.697 meter. Pembangunan infrastruktur oleh PNPM Mandiri dilanjutkan tahun 2013 dengan membangun 59 unit jembatan, 2.170 meter drainase dan 847 meter jaringan irigasi. Selain itu, PNPM Mandiri juga memberikan dan bergulir melalui Kredit Simpan Pinjam untuk Perempuan sebesar Rp 800 juta untuk 51 kelompok.

Semua infrastruktur yang dibangun PNPM berdampak pada lingkungan masyarakat di Tanggamus. Masyarakat terlibat aktif dalam pelaksanaan, ada yang menyumbang uang, tanah, makanan dan tenaga. Pembangunan jalan desa dengan PNPM merubah jalan tanah yang kotor, bergelombang, becek menjadi jalan beton. Masyarakat merasakan kehadiran PNPM merubah wajah desa menjadi lebih baik tanpa menunggu pembangunan dari pemerintah kabupaten setempat. Masyarakat sukarela menyumbangkan tanah untuk pelebaran jalan yang sebelumnya hanya 1-1,5 meter jalan tanah menjadi 2-3 meter jalan beton. Kendaraan roda empat bisa masuk dan memudahkan distribusi hasil desa ke jalan raya untuk kemudian diangkut ke pasar. Program PNPM yang mengajak swadaya masyarakat setempat juga membuat lebih responsif ikut menjaga jalan dengan kerja bakti setiap minggu sekali, bahkan mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam.

Pembangunan jembatan membuka akses antar desa yang selama ini terputus akibat dibelah oleh sungai. Jika memaksakan hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dengan menuruni sungai tersebut. Dengan pembangunan PNPM masyarakat tidak lagi hanya berangan-angan memiliki jembatan. Akses antar desa terbuka membuat pergerakan  masyarakat antar desa semakin tinggi, aktivitas warga desa pun menjadi lancar.

Sementara itu, drainase berdampak pada kelancaran pembuangan limbah rumah tangga serta air hujan.  Limbah air rumah tangga desa bisa mengalir tanpa sempat menggenang, begitu juga ketika hujan datang tidak lagi menimbulkan kebecekan dan banjir yang sebelumnya kerap terjadi. Sebelumnya limbah rumah tangga terutama air banyak menggenang sehingga sekitar rumah kumuh dan potensi menimbulkan penyakit.

Sedangkan irigasi berdampak pada kemudahan mengairi lahan pertanian dan menghindari keributan mendapatkan jatah pengairan. Dengan dibangunnya jaringan irigasi para petani, yang sebelumnya kesulitan mengaliri sawahnya, kini bisa lebih mudah, karena air mengalir dengan lancar. Para petani di desa merasa senang, karena jaringan irigasi yang selama ini alakadarnya, dengan mengandalkan saluran dari tanah, kini telah ditembok sehingga memperlancar aliran air ke persawahan.

Salah satu contoh pembangunan jalan beton oleh PNPM Mandiri pada tahun 2013 berlokasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Talang Padang. Pada tahun 2013, pembangunan jalan beton di desa ini mencapai 570 meter, lebar 2 meter dan ketebalan 10 cm dengan anggaran sebesar Rp 133.000.000 dan dana swadaya Rp 8.045.000. Pembangunan jalan beton tersebut dikerjakan selama 21 hari dan selesai 3 Agustus 2013, dengan tenaga kerja yang terserap sebanyak 49 orang.

Pembangunan jalan beton oleh PNPM Mandiri telah mengubah jalan desa yang sebelumnya tanah, becek ketika musim hujan dan hanya  bisa dilalui oleh pejalan kaki atau sepeda motor, kini menjadi lebih bersih, lebih kuat serta bisa dilalui mobil. Sebelumnya, jalan yang menjadi akses warga menuju daerah pertanian tersebut hanya memiliki lebar sekitar 1 meter, kini menjadi 2 meter sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat seperti pick up.Dengan ketebalan sekitar 10 cm, jalan beton tersebut mampu menahan beban kendaraan hingga bobot sekitar 6 ton.

Pembangunan jalan beton juga dilengkapi dengan drainase di kanan kiri jalan yang membantu aliran air hujan atau limbah dari rumah warga agar bisa langsung mengalir ke sungai. Tersedianya drainase yang memadai menjadikan lingkungan lebih bersih serta jalan lebih awet, karena terbebas dari genangan air.

Manfaat pembangunan jalan beton dan drainase salah satunya dirasakan Meilana, warga Desa Banjarsari, yang sehari-hari berjualan makanan. Menurutnya, jalan beton yang ada membuat nyaman bagi masyarakat khususnya anak-anak dan ibu-ibu sehingga tidak ada kekhawatiran lagi ketika musim hujan datang karena jalan tidak becek dan licin. “Sekarang jalan lebih bersih dan indah. Anak-anak bisa main sepeda dengan nyaman, mobil bisa masuk. Anak-anak yang pergi ke sekolah juga jadi lebih mudah,” ujarnya.

Infrastruktur lainnya yang dibangun PNPM Mandiri adalah jembatan beton sepanjang 6 meter dan lebar 3 meter yang menelan dana Rp 78.000.000 dan ditambah dana swadaya mencapai Rp 7 juta. Jembatan ini menjadi penghubung Desa Banjar Sari dengan Gunung Urip dan talang Padang yang sebelumnya terputus oleh sungai. Gunung Urip merupakan daerah pertanian dengan luas lahan sekitar 100 hektar lahan sawah. Para petani di Banjarsari merasakan manfaat jembatan tersebut, karena kini bisa lebih mudah mengangkut hasil pertanian ke rumahnya. “Sebelum adanya jembatan ini, warga harus turun ke sungai untuk menuju area pertanian, sekarang enak bisa bawa hasil tani pakai motor atau mobil,” tutur Kepala Pekon Banjarsari.

PNPM Mandiri juga membangun jaringan irigasi salah satunya berlokasi di Pekon atau Desa Kejayaan, Kecamatan Talang Padang sepanjang  598 meter, lebar 60 cm, tinggi saluran 90 cm dan ketebalan dinding 25 cm. Pembangunan jaringan irigasi dengan anggaran Rp 238. 400.000 ini ditujukan mengairi sekitar 200 hektar lahan sawah yang ada di empat pekon/desa yakni Sukabumi, Sukanegeri Jaya, Pariaman dan Kejayaan. Berdasarkan peninjauan di lapangan, pembangunan jaringan irigasi ini sudah mencapai 40 persen, dan sedang memasuki laporan pertanggungjawaban untuk kemudian dicairkan pendanaan tahap berikutnya.

Saluran irigasi menjadi urat nadi bagi lahan persawahan. Tanpa irigasi yang memadai, produksi hasil pertanian tidak akan maksimal. Karena itu, PNPM Mandiri Perdesaan senantiasa mendukung usulan warga desa untuk membangun saluran irigasi tersier di perdesaan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.

Herman, salah satu buruh tani di Desa Kejayaan, yang mengolah sawah dengan sistem bagi hasil seluas 1 hektar menyambut baik pembangunan jaringan irigasi oleh PNPM Mandiri. Herman mengakui akan ada peningkatan penghasilan setelah dibangunnya saluran irigasi di kawasan persawahan Desa Kejayan. Selain mengolah sawah, ia juga budidaya lele, yang juga membutuhkan suplai air yang cukup. ”Dengan adanya irigasi ini, sawah lebih mudah mendapatkan air dan lebih hemat tanpa menggunakan pompa air untuk mengairi sawah. Selain sawah, budidaya lele lebih mudah mengelola airnya,” ujarnya.

Selain membangun, PNPM Mandiri juga menggulirkan kredit Simpan Pinjam untuk Perempuan atau dikenal dengan Kredit SPP. Manfaat SPP antara lain dirasakan sekitar 130 ibu-ibu pelaku usaha kecil di Banjarsari yang tergabung dalam 13 kelompok dengan mendapat kredit SPP sebesar Rp 345 juta. Setiap kelompok mendapat pinjaman Rp 30 juta, artinya setiap anggota mendapat pinjaman rata-rata Rp 3 juta. Rata-rata ibu-ibu membuat usaha keripik pisang, keripik tempe dan gorengan. Adanya Dana SPP dirasakan oleh Nurhayati warga Banjarsari yang tergabung dengan kelompok SPP Sejahtera III. “Alhamdulillah dengan adanya SPP bisa usaha menjual keripik pisang, hasilnya bisa untuk tambahan pemasukan keluarga. Mohon dana SPP bisa ditambah lebih besar lagi ,” ujarnya.

 (Firmansyah dan Syamsud Dhuha)

Latest Pro People