web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 30 December 2015
  • 47855 Views

Quo Vadis Strategi Pembangunan Daerah Tertinggal di Indonesia

IMG_20150529_145950_edit JPEGMuhammad Agvian Megantara, S.H.

Analis Hukum pada Asisten Deputi Bidang Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Sekretariat Kabinet

Presiden Joko Widodo telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019 pada tanggal 4 November 2015 (Perpres 131/2015). Dalam Perpres,ditetapkan 122 Kabupaten sebagai Daerah Tertinggal. Perpres tersebut merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 (PP 78/2014) tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

  • 21 December 2015
  • 50637 Views

Dukungan Data Beras Yang Akurat Agar Langkah Kebijakan Tepat

OktaOleh: Oktavio Nugrayasa, SE, M.Si*)

Begitu beragam penjelasan dan analisa yang dikemukakan oleh banyak kalangan mengenai awal penyebab gejolak harga beras di penghujung tahun 2014 dan di awal tahun 2015. Tak ada satupun dari analisa-analisa tersebut mampu menjelaskan secara gamblang mengenai penyebab adanya votalitas harga sangat tinggi yang dirasakan di seluruh pasar-pasar sentra beras di Indonesia.

  • 17 December 2015
  • 51294 Views

Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Sejumlah teknisi melakukan proses perakitan produk Alut Sista pada hanggar PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/10).Oleh : Tri Achya Ngasuko, pegawai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI*)

Harian surat kabar Kompas tanggal 25 November 2015 melansir berita bahwa Institute of Management Development (IMD) yang merupakan lembaga pendidikan bisnis terkemuka di Swiss melaporkan hasil penelitiannya berjudul IMD World Talent Report 2015. Penelitian ini berbasis survei yang menghasilkan peringkat tenaga berbakat dan terampil di dunia tahun pada tahun 2015. Tujuan dari diadakannya pemeringkatan oleh IMD adalah untuk menilai sejauh mana negara tersebut menarik dan mampu mempertahankan tenaga berbakat dan terampil yang tersedia di negaranya untuk ikut berpartisipasi dalam perekonomian di suatu negara.

  • 11 December 2015
  • 54663 Views

APBN 2016 dan Tantangan Bagi BUMN

Waskita KaryaOleh: Hendi Kristiantoro, pegawai Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu

Penyertaan modal negara untuk 24 BUMN dalam APBN 2016 resmi ditunda. Penundaan menjadi jalan tengah demi mencegah ancaman deadlock. Jeda yang diambil adalah kesempatan untuk menguji seberapa pantas penyertaan modal Rp39,42 triliun tersebut dapat diberikan.

  • 8 December 2015
  • 57943 Views

Industrialisasi dan Transformasi Ekonomi

Oleh: Eddy Cahyono, Tenaga Profesional Pada Kantor Kepala Staf Presiden

eddy_cahyono_sugiartoKemajuan ekonomi suatu bangsa  dapat dicermati dari  seberapa besar konstribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonominya. Industri dan pertumbuhan ekonomi  ibarat dua sisi mata uang,  karena industri identik dengan nilai tambah, transfer teknologi dan penyerapan tenaga kerja sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi.

Pada beberapa negara yang tergolong maju, peranan sektor industri  lebih dominan dibandingkan dengan sektor lainnya,  sektor industri memegang peran kunci sebagai mesin pembangunan  ekonominya.

  • 3 December 2015
  • 57877 Views

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

ListrikOleh: Joko Tri Haryanto, pegawai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI*)

Rencananya per 1 Januari 2016, pemerintah akan mencabut subsidi listrik secara proporsional, sehingga nantinya yang berhak menerima subsidi listrik hanyalah kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin. Sontak kebijakan tersebut akan menghapuskan sekitar 23,3 juta pelanggan PLN dari total 48 juta pelanggan rumah tangga R1/450 VA dan R1/900 VA. Pencabutan subsidi listrik tersebut juga berdampak pada penurunan besaran subsidi listrik dari Rp66 triliun menjadi 37,3 triliun.

  • 1 December 2015
  • 48363 Views

Strategi Pencegahan Korupsi Sistemik

RobiOleh: Roby Arya Brata *)

Satu per satu para wakil Negara Pihak Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB Melawan Korupsi (United Nations Convention Against Corruption/UNCAC) melaporkan perkembangan  implementasi UNCAC.  Dalam  Konferensi  dunia   yang diselenggarakan di St. Petersburg, Rusia, 2 – 6 November 2015 tersebut, delegasi dari 177 negara sepakat pentingnya strategi pencegahan dalam pemberantasan korupsi sistemik.

  • 29 November 2015
  • 45262 Views

Indonesia can play a vital role in ensuring global

Pelayanan InternasionalBy: Gordon B. Manuain*)

Our world is not so compartmentalized geographically and socially as it once was and we are becoming increasingly less insular than in the past. What were once less accessible parts of the world, are now frequent destinations for travelers. We have taken this phenomenon for granted, so much so that we barely bother to think how far we have come in this direction and what implications it may have for us to live as members of a global community. Technology-driven mobility and communication have been pushing the barriers between countries, or territories, even further.

  • 23 November 2015
  • 48291 Views

APBN 2016 dan’ Double Trap Spending’

rupiahOleh: Joko Tri Haryanto, pegawai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI*)

Pemerintah dan DPR akhirnya menyetujui postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Target pendapatan negara disepakati mengalami penyesuaian dari Rp1.841,1 triliun menjadi Rp1.822,5 triliun, sementara belanja negara juga menyesuaikan menjadi Rp2.095,7 triliun dari awalnya sekitar Rp2.121,3 triliun.

  • 15 November 2015
  • 48749 Views

Antara Pesona Antalya dengan Nusa Dua dan Pertemuan Tingkat Dunia

Oleh: Edi Nurhadiyanto, S.S, M.Si *)

Edi NBukan Ankara, bukan pula Istanbul, Pemerintah Turki pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan ternyata lebih memilih Antalya sebagai tempat penyelenggaraan KTT G-20.

Ada beberapa alasan yang mungkin menjadi alasan pemilihan tempat Antalya menjadi tempat penyelenggaraan KTT G-20. Pertama, Antalya memiliki pertumbuhan penduduk tercepat di Turki dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan daerah, kemudian juga telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam migrasi ke daerah Antalya dari kota-kota lain. Sektor yang paling menonjol adalah pariwisata, pertanian, dan industri merupakan andalan ekonomi daerah. Inilah yang kemudian membuat Antalya menempati posisi ke delapan dalam hal populasi dan pendapatan.