web analytics

Home

BERITA

  • 27 April 2015
  • 1677 Views

29 Sudah Berhasil Dikontak, 20 WNI Yang Sedang Berada Di Nepal Belum Bisa Dihubungi

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4), sejauh ini telah mengakibatkan lebih dari 2.000 orang menjadi korban tewas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) belum bisa memastikan ada tidaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengemukakan, saat ini terdapat 18 WNI yang tinggal dan menetap di Nepal, dan 31 WNI lainnya yang statusnya sedang berkunjung ke negara tersebut.

Dari jumlah itu, lanjut Retno, 9 (sembilan) WNI yang tinggal dan menetap di Nepal sudah bisa dihubungi, sedangkan 9 (sembilan) lainnya belum berhasil dihubungi.

  • 27 April 2015
  • 2600 Views

Eksekusi Mati Terpidana Narkoba, Menlu: Kita Keras Karena Situasinya Mengkhawatirkan

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi memberikan tanggapan atas sejumlah komentar menentang dan kritik yang disampaikan sejumlah pemimpin dunia terhadap pelaksanaan eksekusi mati terhadap sejumlah narapidana narkotika dan obat-obatan (narkoba) di tanah air.

Menlu menegaskan, bahwa pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba masalah ini adalah masalah hukum ,dan Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki kedaulatan hukum.

“Kita sampaikan status emergency bahwa Indonesia bisa free drugs crime. Jadi indonesia memang harus mengambil tindakan yang keras karena situasinya sangat mengkawatirkan,” kata Retno kepada wartawan di sela-sela kehadirannya mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-26, Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4).

  • 27 April 2015
  • 4226 Views

Dihadiri Presiden Jokowi, PM Malaysia Puji Semangat ASEAN Saat Evakuasi Di Yaman

Presiden Jokowi di antara para pemimpin ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi

Presiden Jokowi di antara para pemimpin ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi

Pada hari kedua kunjungannya di Malaysia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para Kepala Negara/Pemerintahan Asean ke 26 di Plenary Hall Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Senin (27/4) pagi. Kedatangan Presiden Jokowi di KLCC disambut oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak selaku Ketua sekaligus tuan rumah KTT Asean ke 26.

PM Malaysia Najib Razak dalam pidato sambutannya mengatakan, terbentuknya komunitas Asean pada akhir Desember 2015, perlu ada penguatan roadmap agar komunitas ini berjalan secara stabil. “Untuk masa depan Asean dan masyarakatnya,” kata PM Najib.

  • 27 April 2015
  • 4652 Views

Punya Produk, Presiden Jokowi Optimistis Indonesia Siap Masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi pembukaan KTT ASEAN ke-26, di KLCC, Kuala Lumpur, Senin (27/4)

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi pembukaan KTT ASEAN ke-26, di KLCC, Kuala Lumpur, Senin (27/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesiapan  Indonesia dalam menghadapi masa berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai  pada awal 2016 mendatang.

“Kita harus optimistis karena Indonesia punya produk yang macam-macam, dan itu yang harus diidentifikasi, mana yang punya daya saing untuk masuk ke negara kanan kiri,” kata Presiden Jokowi usai menghadiri Gala Dinner atau jamuan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN  ke-26, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/4) malam.

Presiden juga menyatakan optimistis dan tidak mundur lagi terkait akan diterapkan MEA mulai awal 2016, karena produk yang dimiliki Indonesia sangat beragam.

  • 26 April 2015
  • 7493 Views

Presiden Jokowi: Indonesia Siapkan Pengiriman Tim SAR Dan Tim Medis Ke Nepal

Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi, di Kuala Lumpur, Minggu (26/4) memberikan keterangan mengenai rencana pengiriman bantuan RI ke Nepal.

Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi, di Kuala Lumpur, Minggu (26/4) memberikan keterangan mengenai rencana pengiriman bantuan RI ke Nepal.

Gempa bumi berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) di Nepal, Sabtu (25/4), yang mengakibatkan ribuan korban jiwa mendapat perhatian Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kesiapan Pemeritah RI untuk membantu Nepal mengatasi masalah yang muncul paska terjadinya bencana itu.

“Indonesia sedang menyiapkan pengiriman tim SAR, tim media, dan bantuan medis untuk membantu bencana gempa di Nepal,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/4) malam.

  • 26 April 2015
  • 8185 Views

Hadiri ‘Gala Dinner’ KTT ASEAN, PM Malaysia Sambut Langsung Kedatangan Presiden Jokowi

PM Malaysia Najib Rasak dan istrinya Datin Sri Rosmah Mansor saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi pada Gala Dinner KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Minggu (26/4) mala

PM Malaysia Najib Rasak dan istrinya Datin Sri Rosmah Mansor saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi pada Gala Dinner KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Minggu (26/4) mala

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak menyambut langsung kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pada acara Gala Dinner atau Jamuan Makan Malam para Kepala Negara/Pemerintahan yang menghadiri KTT ASEAN ke-26, di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur,  Minggu (26/4) malam.

Sebelum jamuan makan malam dilaksanakan, terlebih dahulu para kepala negara/pemerintahan melakukan sesi foto bersama. Tampak hadir di antaranya PM Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah, Presiden Myanmar Thein Sein, dan Presiden Filipina Benigno Aquino III.

  • 26 April 2015
  • 7580 Views

Tiba di Kuala Lumpur, Presiden Jokowi Bersiap Hadiri KTT ASEAN

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Najib Razak

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Najib Razak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandar Udara internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/4) pukul 5 sore waktu setempat. Kedatangan Presiden Jokowi beserta rombongan diantaranya Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno.

Lawatan Presiden Jokowi ke Malaysia kali ini dimaksudkan untuk menghadiri Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke 26 yang diselenggarakan pada hari Senin (27/4) di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, dan akan dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

BERITA TERPOPULER

  • 27 April 2015
  • 1678 Views

29 Sudah Berhasil Dikontak, 20 WNI Yang Sedang Berada Di Nepal Belum Bisa Dihubungi

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4), sejauh ini telah mengakibatkan lebih dari 2.000 orang menjadi korban tewas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) belum bisa memastikan ada tidaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengemukakan, saat ini terdapat 18 WNI yang tinggal dan menetap di Nepal, dan 31 WNI lainnya yang statusnya sedang berkunjung ke negara tersebut.

Dari jumlah itu, lanjut Retno, 9 (sembilan) WNI yang tinggal dan menetap di Nepal sudah bisa dihubungi, sedangkan 9 (sembilan) lainnya belum berhasil dihubungi.

  • 27 April 2015
  • 2601 Views

Eksekusi Mati Terpidana Narkoba, Menlu: Kita Keras Karena Situasinya Mengkhawatirkan

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi memberikan tanggapan atas sejumlah komentar menentang dan kritik yang disampaikan sejumlah pemimpin dunia terhadap pelaksanaan eksekusi mati terhadap sejumlah narapidana narkotika dan obat-obatan (narkoba) di tanah air.

Menlu menegaskan, bahwa pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba masalah ini adalah masalah hukum ,dan Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki kedaulatan hukum.

“Kita sampaikan status emergency bahwa Indonesia bisa free drugs crime. Jadi indonesia memang harus mengambil tindakan yang keras karena situasinya sangat mengkawatirkan,” kata Retno kepada wartawan di sela-sela kehadirannya mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-26, Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4).

  • 27 April 2015
  • 4227 Views

Dihadiri Presiden Jokowi, PM Malaysia Puji Semangat ASEAN Saat Evakuasi Di Yaman

Presiden Jokowi di antara para pemimpin ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi

Presiden Jokowi di antara para pemimpin ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi

Pada hari kedua kunjungannya di Malaysia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para Kepala Negara/Pemerintahan Asean ke 26 di Plenary Hall Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Senin (27/4) pagi. Kedatangan Presiden Jokowi di KLCC disambut oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak selaku Ketua sekaligus tuan rumah KTT Asean ke 26.

PM Malaysia Najib Razak dalam pidato sambutannya mengatakan, terbentuknya komunitas Asean pada akhir Desember 2015, perlu ada penguatan roadmap agar komunitas ini berjalan secara stabil. “Untuk masa depan Asean dan masyarakatnya,” kata PM Najib.

  • 27 April 2015
  • 4653 Views

Punya Produk, Presiden Jokowi Optimistis Indonesia Siap Masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi pembukaan KTT ASEAN ke-26, di KLCC, Kuala Lumpur, Senin (27/4)

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi pembukaan KTT ASEAN ke-26, di KLCC, Kuala Lumpur, Senin (27/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesiapan  Indonesia dalam menghadapi masa berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai  pada awal 2016 mendatang.

“Kita harus optimistis karena Indonesia punya produk yang macam-macam, dan itu yang harus diidentifikasi, mana yang punya daya saing untuk masuk ke negara kanan kiri,” kata Presiden Jokowi usai menghadiri Gala Dinner atau jamuan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN  ke-26, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/4) malam.

Presiden juga menyatakan optimistis dan tidak mundur lagi terkait akan diterapkan MEA mulai awal 2016, karena produk yang dimiliki Indonesia sangat beragam.

ARTIKEL

PERATURAN

  • PRORAKYAT
  • PERATURAN
  • NUSANTARA

  • NUSANTARA
  • INTERNASIONAL
  • TRANSKRIP PIDATO PRESIDEN

    SUARA RAKYAT

    Suara Rakyat 9

    Pada masa Presiden SBY, pendapatan per kapita meningkat 300% lebih, dari Rp 10,54 juta (2004) menjadi Rp 36,5 juta (2013).(9949)


    Suara Rakyat 8

    Pertumbuhan ekonomi rata-rata hampir 6%, tertinggi kedua di dunia pada 2012 dan tertinggi kedua di antara negara-negara G-20 pada tahun 2013. (9949)


    Suara Rakyat 7

    Selama Pemerintahan SBY, telah dikucurkan Kredit Usaha Rakyat Rp 137,69 triliun bagi 10,03 juta pelaku UMKM.


    Suara Rakyat 6

    Pak SBY, tetap doa mohon "petunjuk, rahmat, karunia" dalam menjalankan roda Pemerintahan serta diberikan sehat, tenang, selaras dan semangat, amin, kami mendukung bapak.


    Suara Rakyat-5

    RI juara

    harland
    Suara Rakyat 4

    Selamat atas terpilihnya Bapak Jokowi sebagai presiden RI ke-7

    Harland
    Suara Rakyat 1

    Pak SBY, Pak tolong guru honor Daerah di Padang Lawas Utara yang sudah lama mengabdi yang masuk dalam K1 tapi belum di angkat jadi PNS sebanyak 81 orang. (08137630xxxx)

    Suara Rakyat 1
    nn
    Suara Rakyat 2

    Selama Presiden SBY, angka kemiskinan turun dari 16,7 (2004) menjadi 11,37% (2013) dan pengangguran dari 9,9% (2004) menjadi 6,25% (2013). (08128241xxxx)

    Suara Rakyat 2
    nn
    Suara Rakyat 3

    Pada masa Presiden SBY, pendapatan per kapita meningkat 300% lebih, dari Rp 10,54 juta (2004) menjadi Rp 36,5 juta (2013).(9949)

    Suara Rakyat 3
    hh

    Read More Testimonials »