web analytics

Home

BERITA

  • 28 April 2015
  • 642 Views

Seskab: Anggaran Militer Harus Dikelola Transparan

Seskab Andi Widjajanto sebagai panelis dalam Forum Akuntabilitas Nasional Bidang Pertahanan di Balai Samudra, Jakarta Utara, Selasa (28/4).

Seskab Andi Widjajanto sebagai panelis dalam Forum Akuntabilitas Nasional Bidang Pertahanan di Balai Samudra, Jakarta Utara, Selasa (28/4).

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menegaskan pentingnya transparansi anggaran militer untuk untuk Minimum Essential Force (MEF), antara lain untuk mambangun iklim saling percaya dalam kehidupan bertetangga.

“Jangan sampai  usaha uuntuk  memperkuat perbatasan disalahaartikan negara tetangga,” kata Andi Widjajanto, yang berbicara sebagai panelis dalam Forum Akuntabilitas Nasional Bidang Pertahanan di Balai Samudra, Jakarta Utara, Selasa (28/4).

Secara berseloroh Seskab Andi menambahkan pentingnya transparansi dalam mengelola anggaran bidang pertahanan. “Untuk  pertahanan, masalah  transparansi sederhana saja. Kalau tidak bisa dilakukan, maka prajurit mati.”

  • 28 April 2015
  • 1924 Views

Pemerintah Kirim Bantuan 1 Juta Dollar Untuk Korban Gempa Nepal

Gempa NepalPemerintah Indonesia memutuskan akan mengirimkan senilai 1 juta dollar AS untuk membantu korban gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang terjadi Nepal, Sabtu (25/4) lalu. Selain itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga kemanusiaan lainnya di Indonesia juga akan mengirimkan bantuan senilai 1 juta sehingga total bantuan Indonesia senilai 2 juta dollar AS.

“Rencana pengiriman pada Jumat (1/5), atau paling lambat Minggu (3/5),” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran persnya Senin (27/4).

  • 27 April 2015
  • 7297 Views

Soal Kritik Pedas, Presiden Jokowi: Buat Saya Segar-Segar Saja

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku selalu mengikuti pemberitaan media massa nasional, baik yang disampaikan media mainstream, online sampai media-media yang kecil.

“Saya selalui baca, ngga pagi,nggak siang, nggak malam, sehingga kalau dia nulis aneh-aneh yang melintir saya makan semuanya. Karena apapun itu adalah fungsi kontrol,” kata Presiden Jokowi pada Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4) malam.

  • 27 April 2015
  • 7402 Views

Program Baru Mulai Dilaksanakan, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Pelihara Rasa Optimisme

Presiden Jokowi didampingi Ketua PWI Margiono seusai acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi didampingi Ketua PWI Margiono seusai acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, meski baru 6 (enam) bulan ia memimpin negara ini, sudah ada yang mempertanyakan hasil  pemerintahannya. Namun  Presiden Jokowi berharap masyarakat tetap memelihara rasa optimismenya bahwa ke depan bangsa ini akan lebih baik. Hanya saja, pemerintah memerlukan waktu untuk mewujudkan keinginan masyarakat.

Berbicara di hadapan insan pers nasional dalam acara Silaturahmi Pers Nasional, di TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam, Presiden Jokowi mengemukakan, pemerintah yang dipimpinnya baru bisa menggunakan anggaran itu setelah diketuk DPR-RI pada pertengahan Januari. Setelah itu, butuh waktu 2-3 bulan untuk melaksanakan proses administrasi, dan proses lelang.

  • 27 April 2015
  • 7563 Views

Temui Presiden Jokowi, Presiden Filipina Minta Pengampunan Mary Jane Dari Eksekusi Mati

Mary Jane, warga Filipina yang terancam eksekusi mati

Mary Jane, warga Filipina yang terancam eksekusi mati

Presiden Filipina Benigno Aquino III telah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela acara pembukaan KTT ASEAN ke-26, di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4) pagi, untuk memohon pengampunan agar warganya Mary Jane dibebaskan dari rencana eksekusi mati yang akan dilaksanakan Pemerintah RI dalam waktu dekat.

“Intinya dia (Presiden Filipina)  menyampaikan untuk diberikan pengampunan,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawa saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (27/4) sore.

Lalu apa jawaban Presiden Jokowi terhadap permintaan Presiden Filipina itu? “Saya tadi sampaikan, akan saya jawab nanti sore,” katanya.

  • 27 April 2015
  • 9843 Views

29 Sudah Berhasil Dikontak, 20 WNI Yang Sedang Berada Di Nepal Belum Bisa Dihubungi

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Salah satu reruntuhan bangunan korban gempa di Nepal, Sabtu (25/4)

Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal, Sabtu (25/4), sejauh ini telah mengakibatkan lebih dari 2.000 orang menjadi korban tewas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) belum bisa memastikan ada tidaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengemukakan, saat ini terdapat 18 WNI yang tinggal dan menetap di Nepal, dan 31 WNI lainnya yang statusnya sedang berkunjung ke negara tersebut.

Dari jumlah itu, lanjut Retno, 9 (sembilan) WNI yang tinggal dan menetap di Nepal sudah bisa dihubungi, sedangkan 9 (sembilan) lainnya belum berhasil dihubungi.

  • 27 April 2015
  • 9038 Views

Eksekusi Mati Terpidana Narkoba, Menlu: Kita Keras Karena Situasinya Mengkhawatirkan

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menlu Retno L.P. Marsudi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi memberikan tanggapan atas sejumlah komentar menentang dan kritik yang disampaikan sejumlah pemimpin dunia terhadap pelaksanaan eksekusi mati terhadap sejumlah narapidana narkotika dan obat-obatan (narkoba) di tanah air.

Menlu menegaskan, bahwa pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba masalah ini adalah masalah hukum ,dan Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki kedaulatan hukum.

“Kita sampaikan status emergency bahwa Indonesia bisa free drugs crime. Jadi indonesia memang harus mengambil tindakan yang keras karena situasinya sangat mengkawatirkan,” kata Retno kepada wartawan di sela-sela kehadirannya mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-26, Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4).

BERITA TERPOPULER

  • 28 April 2015
  • 643 Views

Seskab: Anggaran Militer Harus Dikelola Transparan

Seskab Andi Widjajanto sebagai panelis dalam Forum Akuntabilitas Nasional Bidang Pertahanan di Balai Samudra, Jakarta Utara, Selasa (28/4).

Seskab Andi Widjajanto sebagai panelis dalam Forum Akuntabilitas Nasional Bidang Pertahanan di Balai Samudra, Jakarta Utara, Selasa (28/4).

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menegaskan pentingnya transparansi anggaran militer untuk untuk Minimum Essential Force (MEF), antara lain untuk mambangun iklim saling percaya dalam kehidupan bertetangga.

“Jangan sampai  usaha uuntuk  memperkuat perbatasan disalahaartikan negara tetangga,” kata Andi Widjajanto, yang berbicara sebagai panelis dalam Forum Akuntabilitas Nasional Bidang Pertahanan di Balai Samudra, Jakarta Utara, Selasa (28/4).

Secara berseloroh Seskab Andi menambahkan pentingnya transparansi dalam mengelola anggaran bidang pertahanan. “Untuk  pertahanan, masalah  transparansi sederhana saja. Kalau tidak bisa dilakukan, maka prajurit mati.”

  • 28 April 2015
  • 1925 Views

Pemerintah Kirim Bantuan 1 Juta Dollar Untuk Korban Gempa Nepal

Gempa NepalPemerintah Indonesia memutuskan akan mengirimkan senilai 1 juta dollar AS untuk membantu korban gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang terjadi Nepal, Sabtu (25/4) lalu. Selain itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga kemanusiaan lainnya di Indonesia juga akan mengirimkan bantuan senilai 1 juta sehingga total bantuan Indonesia senilai 2 juta dollar AS.

“Rencana pengiriman pada Jumat (1/5), atau paling lambat Minggu (3/5),” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran persnya Senin (27/4).

  • 28 April 2015
  • 1299 Views

Mitigasi Pelambatan Ekonomi

Oleh: Eddy Cahyono, Staf Pada Sekretariat Kabinet Pelambatan ekonomi global tampaknya menjadi tantangan utama bagi negara-negara di belahan dunia dalam tetap memacu pertumbuhan ekonominya. Kekhawatiran tersebut menyita perhatian yang besar dari pada ekonom dalam menyikapi konstelasi ekonomi global 2015  yang masih belum menguntungkan. Dalam pertemuan para menteri keuangan yang tergabung kelompok negara G-20 bersama Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, Amerika Serikat, medio April 2015 yang baru lalu, kembali muncul peringatan akan kondisi ekonomi global yang masih rentan terhadap guncangan kurs mata uang, utang publik yang tinggi, ketegangan geopolitik dan risiko pasar IMF memproyeksikan rata-rata potensi pertumbuhan ekonomi negara maju untuk periode 2015-2020 hanya sebesar 1,6%. Proyeksi ini naik sedikit dari rata-rata pertumbuhan ekonomi kelompok negara ini sepanjang tahun 2008-2014 sebesar 1,3%. Sementara untuk kelompok negara emerging, IMF memproyeksikan rata-rata potensi pertumbuhan 2015- 2020 sebesar 5,2%. Proyeksi ini jauh lebih rendah dari rata-rata realisasi pertumbuhan ekonomi negara emerging sepanjang tahun 2008-2014 yang sebesar 6,5%. Apabila pada tahun lalu rata-rata pertumbuhan ekonomi kelompok negara emerging tercatat 4,6%, tahun ini diperkirakan hanya sebesar 4,3%. Melemahnya pertumbuhan ekonomi negara berkembang sangat dipengaruhi sejumlah faktor seperti melemahnya harga dan permintaan komoditas dunia, melemahnya pertumbuhan ekonomi China, menguatnya mata uang dolar AS, dan melemahnya konsumsi domestik. Dalam konstelasi
  • 27 April 2015
  • 7298 Views

Soal Kritik Pedas, Presiden Jokowi: Buat Saya Segar-Segar Saja

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Jokowi bersama Ketua PWI Pusat Margiono pada acara Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin (27/4) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku selalu mengikuti pemberitaan media massa nasional, baik yang disampaikan media mainstream, online sampai media-media yang kecil.

“Saya selalui baca, ngga pagi,nggak siang, nggak malam, sehingga kalau dia nulis aneh-aneh yang melintir saya makan semuanya. Karena apapun itu adalah fungsi kontrol,” kata Presiden Jokowi pada Silaturahmi Pers Nasional, di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4) malam.

ARTIKEL

PERATURAN

  • PRORAKYAT
  • PERATURAN
  • NUSANTARA

  • NUSANTARA
  • INTERNASIONAL
  • TRANSKRIP PIDATO PRESIDEN

    SUARA RAKYAT

    Suara Rakyat 9

    Pada masa Presiden SBY, pendapatan per kapita meningkat 300% lebih, dari Rp 10,54 juta (2004) menjadi Rp 36,5 juta (2013).(9949)


    Suara Rakyat 8

    Pertumbuhan ekonomi rata-rata hampir 6%, tertinggi kedua di dunia pada 2012 dan tertinggi kedua di antara negara-negara G-20 pada tahun 2013. (9949)


    Suara Rakyat 7

    Selama Pemerintahan SBY, telah dikucurkan Kredit Usaha Rakyat Rp 137,69 triliun bagi 10,03 juta pelaku UMKM.


    Suara Rakyat 6

    Pak SBY, tetap doa mohon "petunjuk, rahmat, karunia" dalam menjalankan roda Pemerintahan serta diberikan sehat, tenang, selaras dan semangat, amin, kami mendukung bapak.


    Suara Rakyat-5

    RI juara

    harland
    Suara Rakyat 4

    Selamat atas terpilihnya Bapak Jokowi sebagai presiden RI ke-7

    Harland
    Suara Rakyat 1

    Pak SBY, Pak tolong guru honor Daerah di Padang Lawas Utara yang sudah lama mengabdi yang masuk dalam K1 tapi belum di angkat jadi PNS sebanyak 81 orang. (08137630xxxx)

    Suara Rakyat 1
    nn
    Suara Rakyat 2

    Selama Presiden SBY, angka kemiskinan turun dari 16,7 (2004) menjadi 11,37% (2013) dan pengangguran dari 9,9% (2004) menjadi 6,25% (2013). (08128241xxxx)

    Suara Rakyat 2
    nn
    Suara Rakyat 3

    Pada masa Presiden SBY, pendapatan per kapita meningkat 300% lebih, dari Rp 10,54 juta (2004) menjadi Rp 36,5 juta (2013).(9949)

    Suara Rakyat 3
    hh

    Read More Testimonials »