web analytics

Kategori : Artikel

Artikel


  • 15 March 2019
  • 12712 Views

Mari Sukseskan Pesta Demokrasi 2019

Oleh : Alfurkon Setiawan…*)


17 April 2019 adalah tanggal yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia dimana saja berada. Mengingat pada tanggal tersebut akan dilaksanakan “Pesta Demokrasi (PEMILU) Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)” untuk memilih pemimpin bangsa dan negara Indonesia lima tahun ke depan, secara langsung, umum, bebas dan rahasia (luber).

Pilpres 2019 tentunya membawa angin segar bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia, karena dalam mensukseskan pesta demokrasi ini masyarakat mengharapkan agar pelaksanaannya dapat berjalan secara bersih, damai dan berkualitas, serta mampu menghasilkan perubahan di berbagai segi kehidupan yang positif.

  • 15 March 2019
  • 12341 Views

Bung Karno, Lukisan Pahlawan, dan Lukisan Wanita

Joes Supadyo, Jenderal Soedirman (77 X 58,5 cm)

Oleh: Kukuh Pamuji*)

Di mata Bung Karno,  lukisan pahlawan tidak kalah menariknya dibandingkan dengan lukisan wanita telanjang (nude) yang kemudian menjadi collectable. Kesukaan Bung Karno pada lukisan nude memberikan dampak kepada perluasan apresiasi seni lukis Indonesia. Bung Karno yang begitu giat untuk mempromosikan kebaya yang banyak kita jumpai pada koleksi lukisan Istana Kepresidenan, meneriakkan kepribadian nasional, ternyata juga menyukai lukisan nude.

  • 4 February 2019
  • 53306 Views

Cerita di Balik Lukisan “Mengungsi” Salah Satu Lukisan Maestro Koleksi Istana Kepresidenan Karya S. Sudjojono

S.Sudjojono (1948), Mengungsi (105 X 145 cm)

S.Sudjojono (1948), Mengungsi
(105 X 145 cm)

Oleh: Dr. Kukuh Pamuji *)

Lukisan Sudjojono yang bertajuk “Mengungsi” saat ini menjadi salah satu bagian dari  koleksi lukisan yang menjadi milik Istana Kepresidenan. Sebagian masyarakat pecinta seni tentu sudah mengenal baik lukisan ini. Akan tetapi mungkin hanya segelintir orang saja yang mengetahui latar belakang peristiwa yang mengilhami seorang Sudjojono melahirkan karya yang sangat luar biasa ini.

  • 4 February 2019
  • 53209 Views

Kisah di Balik Lukisan: Di Depan Kelambu Terbuka

di-balik-kelambu-1939dgi-indonesia-com

S.Sudjojono (1939), Di Depan Kelambu Terbuka (89 X 60 cm)

Oleh: Dr. Kukuh Pramuji *)

Sunter adalah sebuah tempat dimana Sudjojono menemukan cinta pertamanya dengan seorang pujaan hati. Ia merupakan seorang gadis asli Betawi yang berparas manis bernama Yoyok. Sudjojono sempat merekam dan mengabadikan paras manis gadis Betawi itu dalam sebuah lukisan potret menggunakan media pastel.

  • 4 February 2019
  • 53313 Views

Pengelolaan Transportasi Jabodetabek

20190131-nabila_Oleh: Nabila Azwida Faradisa*)

Integrasi transportasi Jabodetabek diperlukan dalam pembangunan sarana dan layanan transportasi dan perlu dikelola secara efektif agar dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di Jabodetabek. Hal ini disampaikan pada rapat terbatas tanggal 7 Januari 2019 lalu yang membahas mengenai pengelolaan transportasi di wilayah Jabodetabek. Presiden telah menyampaikan bahwa pengelolaan moda transportasi di Jabodetabek agar berjalan dengan baik dan saling terintegrasi. Menurut data Bappenas, kemacetan di wilayah Jabodetabek mengakibatkan kerugian sebesar Rp 65 Trilliun per tahun, yang dihitung dari segi kesehatan, lingkungan, biaya operasional, konsumsi bahan bakar yang tidak efisien, serta produktivitas ekonomi masyarakat yang terhambat.

  • 28 December 2018
  • 93329 Views

Alam Sebagai Sumber Inspirasi Lukisan Bung Karno

kampung ambugagaOleh: Kukuh Pamuji *)

Bung Karno adalah salah seorang yang dikaruniai banyak bakat. Darah seni  begitu kuat mengalir dalam dirinya. Bakat dan jiwa senimannya telah ditunjukkan sejak masa remaja. Menggambar dan menonton wayang sudah menjadi kegemarannya. Hobi ini berlanjut ketika menjadi mahasiswa, bahkan pada masa pembuangan hingga pada akhirnya Ia menjadi seorang Presiden. Bakat dan jiwa seninya tetap bergolak.

Pada saat menjalani pembuangan di Ende, Bung karno sempat menyelesaikan beberapa lukisan.Sayangnya, hingga saat ini masyarakat umum hanya mengetahui lukisan karya Bung Karno adalah lukisan yang berjudul Rini, Pantai Flores dan belakangan ada sebuah lagi lukisan yang bertemakan panorama keindahan alam perkampungan tradisional di Ende yang diberi judul Kampung Ambugaga.

  • 14 December 2018
  • 108814 Views

Deklarasi Djuanda dan Visi Mochtar Kusumaatmadja*)

Eko SulistyoOleh: Eko Sulistyo**)

Tanggal 13 Desember 1957, adalah tonggak sejarah yang penting bagi perjuangan bangsa Indonesia paska kemerdekaan dalam meneguhkan kedaulatan wilayah NKRI.  Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, belum mampu menyatukan wilayah nusantara yang terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan seperti Indonesia saat ini.  Namun pada hari ini, 61 tahun yang lalu, Perdana Menteri Djuanda menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memiliki “kedaulatan mutlak” atas semua perairan yang berada di garis pangkal lurus yang ditarik di antara pulau-pulau terluar Indonesia.

  • 10 December 2018
  • 111744 Views

Tantangan Hubungan Masyarakat Pemerintah dalam Pranata Digital

HardyantoOleh: Drs. Hardyanto, M.P.A, M.A…*)

“Everyone has the right to freedom of opinion and expression;
this right includes freedom to hold opinions
without interference and to seek, receive and impart information and ideas
through any media and regardless of frontiers”.
Universal Declaration of Human Rights 1948, Article 19

  • 13 November 2018
  • 145120 Views

Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia

eddy cahyonoOleh: Eddy Cahyono Sugiarto…*)

Gelombang Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global, ditandai dengan semakin  berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang mendisrupsi berbagai sendi kehidupan global, termasuk persaingan dalam bidang ekonomi.

Disrupsi tersebut  dapat kita saksikan dengan  cepatnya perubahan yang terjadi akibat pemanfaatan artificial intelligence (AI), internet of things, human-machine interface, dan merebaknya fenomena sharing economy, menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai garda terdepan memenangkan persaingan ekonomi global.

  • 5 November 2018
  • 149386 Views

UU Nomor 30 Tahun 2014 dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018

Pengadaan-Barang-dan-Jasa-PemerintahOleh: Muhamad Zulfikar Ali *)

Hal yang berbeda dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah antara lain dapat dilihat pada diktum mengingat, yakni tercantumnya UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang secara subtansi pengaturan tidak terkait dengan regim pengaturan keuangan negara/keuangan daerah. Intinya UU Nomor 30 Tahun 2014 memberikan panduan hak dan kewajiban serta pedoman bagi badan/pejabat negara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjadi lebih tegasdari pengaturan pengadaan barang/jasa pemerintah sebelumnya, karena dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 memberikan ruang yang luas kepada Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai dengan kewenangan masing-masing.