web analytics

Blog

Pemerintah Akan Bangun Perumahan Bagi Tenaga Medis di Papua

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 31 Mar 2018 ; 3530 Views Kategori: Nusantara
Kementerian PUPR akan membangun rumah khusus bagi para tenaga medis di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (Foto: Kementerian PUPR)

Pemerintah lewat Kementerian PUPR akan membangun rumah khusus bagi para tenaga medis di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (Foto: Kementerian PUPR)

Menanggapi isu kesehatan di Papua, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan akan bangun rumah khusus bagi para tenaga medis di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Perumahan bagi tenaga medis yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Papua itu dibangun di atas tanah seluas lima hektar yang merupakan tanah hibah dari Suku Pay dan Bebe Kampung Holtekam, Distrik Muara Tami.

Direktur Jendral Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Papua yang memberikan perhatian para tenaga medisnya, lebih lanjut dia berharap agar pemerintah daerah pun segera mempersiapkan kelengkapan administrasi.

“Semoga pembangunan ini segera bisa cepat dilaksanakan, segera disiapkan surat-suratnya dari DPR Papua untuk menyiapkan surat-suratnya. Agar lahan ini nantinya bisa diserahkan, dan dibalik nama atas nama Pemda Provinsi Papua, sehingga setelah kita bangun nanti asetnya bisa kita serahkan ke Pemda Papua,” ujar Khalawi, Selasa (27/3) saat acara peletakan batu pertama sebagai tanda komitmen Pemerintah atas pembangunan perumahan bagi tenaga medis tersebut.

Khalawi mengungkapkan bahwa selain di Papua, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dan melakukan MoU dengan Kementerian Kesehatan terkait pembangunan rumah bagi para tenaga medis yang belum memiliki rumah. “Khususnya bagi tenaga medis yang bertugas di daerah terpencil, perbatasan dan lainnya,” ungkapnya.

Aloysius Giyai pada sambutannya mengungkapkan bahwa penyediaan perumahan bagi tenaga medis sebagai bentuk apresiasi terhadap pelayanan mereka selama ini. Karena, negara selalu menuntut mereka untuk bekerja dan melayani masyarakat dengan prima.

Pembangunan rumah khusus ini akan dilaksanakan dengan anggaran tahun 2019, dikarenakan lokasi untuk pembangunan penyediaan perumahan anggaran 2018 telah ditetapkan pada tahun 2017. Sementara itu Pemda Provinsi Papua diharapkan mempersiapkan berkas administrasi dan penyiapan lahan. Khalawi juga mengingatkan agar lokasi yang hendak dibangun tersebut perlu ditimbun, karena tanahnya masih rendah.

Aloysius memaparkan, awal  2018 ini Dinkes Papua melakukan penataan lahan.  Pada  2019 Dinkes mengharapkan Dirjen PUPR dari Kementerian PUPR mulai membangunnya pelan-pelan. “Kami berharap mau bangun lima unit, 10, 100 atau 1000 unit rumah  kami membutuhkan bantuan itu,” kata Aloysius.

“Insya Allah tahun 2018 ini kalau ada dana yang masih bisa dialokasikan akan mulai kita bangun berapapun, tidak harus menunggu tahun 2019 mendatang,” ungkap Khalawi.

Untuk Tahun Anggaran 2018 sendiri di Provinsi Papua akan dibangun 1 TB Rusun di Merauke, 355 unit rumah khusus yang tersebar di beberapa Kabupaten, beberapa diantaranya adalah Kabupaten Asmat, Puncak Jaya, Jayawijaya dan Tolikara. Serta juga akan disalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang merupakan bantuan perbaikan untuk 5.500 unit rumah tidak layak huni.

Kepala Suku Pay dan Bebe Kampung Holtekamp mengatakan, dengan adanya pembangunan rumah dinas bagi tenaga kesehatan ini diharapkan warga mendapat pelayanan kesehatan yang baik, khusus di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura atau bahkan Provinsi Papua.

“Saat ini rumah sakit milik Kota Jayapura yang berada di Koya, Distrik Muara Tami, sudah mulai dibangun dan nantinya masyarakat disekitar Distrik Muara Tami hingga perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea (PNG) tentunya tidak harus jauh-jauh lagi berobat ke wilayah Kota Jayapura,” katanya.

Menurutnya wilayah Distrik Muara Tami hingga ke Perbatasan Indonesia-PNG sangat kekurangan tenaga medis, sehingga dengan adanya rumah dinas ini nantinya para tenaga medis akan bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Kami juga minta kepada Dirjen Penyediaan Rumah, Kementerian PU-PR dan Dinas PU Provinsi Papua, bukan hanya tenaga medis yang membutuhkan rumah, tapi kami masyarakat juga membutuhkan bantuan rumah. Kami dari adat mendukung penuh pembangunan rumah ini, dan kami akan bersama-sama siap untuk menjaga tempat ini ketika mulai membangun daerah perbatasan Indonesia-PNG,” kata Khalawi. (Kementerian PUPR/EN)

Artikel lainnya :