web analytics

Blog

Presiden Jokowi Sebut Jember Fashion Carnaval Tidak Kalah Dengan Karnaval di Pasadena Hingga Berlin

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 13 Aug 2017 ; 13346 Views Kategori: Berita
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyaksikan Jember Fashion Carnaval (JFC), di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyaksikan Jember Fashion Carnaval (JFC), di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8). (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyaksikan Jember Fashion Carnaval (JFC), di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8) siang. Saat berjalan kaki dari Pendopo Kabupaten Jember menuju alun-alun untuk menyaksikan JFC, Presiden Jokowi disambut antusias warga yang berebut bersalaman dengan dirinya.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku sangat bergembira sekali karena dapat hadir di Jember kota karnaval dunia. Ia menambahkan bahwa kehadirannya untuk menyaksikan Jember Fashion Carnaval yang telah berjalan 16 tahun.

Presiden juga menilai karnaval ini bukan hanya menjadi icon bagi Jember, tetapi telah menjadi icon yang membanggakan bangsa dan negara Indonesia.

“Karnaval ini tidak kalah menariknya, tidak kalah kreatifnya, tidak kalah hebohnya dengan karnaval yang diselenggarakan di negara-negara lain. Tidak kalah dengan karnaval Pasadena di Amerika Serikat, tidak kalah dengan karnaval Rio de Janeiro di Brazil, tidak kalah dengan karnaval Noting Hill di Berlin, tidak kalah,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, ini adalah sebuah karnaval  yang digarap, yang dicanangkan, yang diorganisasi, dan dilaksanakan secara detail dengan sangat baiknya.

“Saya ingin kota-kota lain di Indonesia juga bisa memiliki festival yang khas, memiliki karnaval yang unik yang menjadi  agenda kesenian yang diselenggarakan secara rutin, yang ada kalender event-nya, yang ada kalender tahunannya seperti Jember Fashion Carnaval ini, karena keberagaman budaya kita adalah sebuah kekuatan sekaligus keunggulan, keunggulan kita dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lainnya” ujar Presiden.

Presiden Jokowi berharap kalau Jember Fashion Carnaval ini dilaksanakan setiap tahun, agar nanti bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk  dilaksanakan setiap 3 tahun sekali, bisa di Jakarta atau kota-kota yang lainnya di Indonesia. Tetapi Jember tetap  menjadi ikonnya.

Dengan menampilkan konsep busana Kerajaan Sriwijaya, tema besar JFC tahun ini adalah Victory Unity in Diversity. Selain itu juga ditampilkan 10 kostum nasional yang telah tampil di event internasional, secara berurutan, yaitu Srivijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Wonderful of Betawi, dan Unity in Diversity.

Mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (FID/AGG/ES)

Artikel lainnya :