web analytics

Blog

Tinjau Program Padat Karya di Lampung, Presiden: Target Buka Lapangan Kerja

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 21 Jan 2018 ; 12105 Views Kategori: Berita
Presiden saat tinjau program padat karya tunai di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Minggu (21/1). (Foto: Humas/Oji)

Presiden saat tinjau program padat karya tunai di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Minggu (21/1). (Foto: Humas/Oji)

Setelah meresmikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni dan segmen Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kotabaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Minggu (21/1).

Sebanyak 150 petani pekerja terlibat dalam Program Padat Karya Tunai yang akan membangun dan meningkatkan saluran irigasi tersier atau pemeliharaan saluran irigasi sekunder sepanjang 150 meter per lokasi.

Proyek membangun irigasi ini, lanjut Presiden, seperti di tempat lain, pembayaran untuk para pekerjanya dilakukan tiap minggu.

“Tadi saya tanya berapa diberikan kepada yang kerja, untuk yang pembantu tukang Rp80 ribu yang tukangnya Rp100 ribu,” tambah Presiden seraya berharap dengan proyek padat karya tunai ini peredaran uang di desa/di daerah semakin meningkat, konsumsi dan daya beli masyarakat juga semakin meningkat.

Di seluruh Lampung, lanjut Presiden, ada 151 titik yang dimulai seperti ini.

“Ini yang ingin saya cek, saya pastikan. Ada yang sudah berjalan seminggu, ada yang baru berjalan dua hari, ada yang baru berjalan sehari, tapi sudah mulai berjalan,” tambah Kepala Negara.

Yang paling penting, menurut Kepala Negara adalah membuka lapangan pekerjaan yang ditargetkan 1 desa paling tidak 100-200 orang. “Yang kedua karena ini dibayar cash sehingga nanti konsumsi daya beli masyarakat menjadi meningkat,” pungkas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo. (DNS/OJI/EN)

Artikel lainnya :