2-3 Minggu Lalu Masih Naik Kuda, Presiden Jokowi: Sekarang Fokus Lagi Ke Target

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 34.217 Kali
Presiden Jokowi menjadi pembicara kunci pada Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/11) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menjadi pembicara kunci pada Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/11) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui jika situasi politik dalam 2-3 minggu terakhir sedikit menghangat. Tidak banyak, sedikit menghangat. Hal ini menurutnya, karena pemilihan gubenur (Pilgub) di DKI Jakarta, meskipun sesunggunya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar di 101 provinsi, kabupaten/kota, di Indonesia.

Namun Presiden Jokowi menegaskan, bahwa roda pemerintahan berjalan seperti biasa. “Kalau 2-3 minggu yang lalu saya masih naik kuda karena dinamika politik memanas, saya kira sekarang ini saya balik lagi fokus pada persoalan-persoalan yang akan menjadi target kita semuanya,” kata Presiden Jokowi ketika menjadi pembicara kunci pada Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/11) siang.

Dalam acara yang dihadiri oleh para pengusaha dan para CEO perusahaan-perusahaan terkemuka Indonesia itu, Presiden Jokowi intinya hanya ingin menyampaikan satu kata, yaitu optimisme.

“Jangan sampai kita kehilangan satu kata, optimisme, meskipun faktor-faktor eksternal tidak mendukung ke arah sana,” tutur Presiden Jokowi.

Ada beberapa alasan yang menurut Presiden Jokowi seharusnya membuat dunia usaha harus tetap optimis. Presiden Jokowi menunjuk keberhasilan melaksanakan program tax amnesty, yang menurutnya sangat berhasil, namun agak tertutup dalam 2-3 minggu terakhir.

“Sebetulnya, pada pertengahan bulan November ini saya sudah akan memulai lagi untuk sosialisasi pada babak periode yang kedua. Karena apa, dari angka-angka yang kita lihat, terutama repatriasi, masih mempunyai peluang yang sangat besar,” kata Presiden Jokowi seraya menyebutkan bahwa Indonesia  menjadi negara yang paling sukses melaksanakan tax amnesty dalam sejarah dunia.

Presiden juga menyampaikan, bahwa cadangan devisa Bank Indonesia meningkat dari 100 miliar dollar AS pada awal tahun menjadi 115 miliar dollar AS saat ini karena banyaknya uang masuk (capital in flow) karena keberhasilan tax amnesty itu.

Selain itu, lanjut Presiden, pengamat dan asosiasi internasional juga telah memberikan persepsi investor yang signifikan kepada Indonesia, terutama dari keberhasilan tax amnesty dan 14 paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya mendorong optimisme, bukan hal-hal yang membuat pesimis yang dibesarkan.

“Kita harus kita miliki optimisme, walau dalam situasi yang sulit ini. Tapi situasi sesulit apapun pasti ada peluang dan kesempatan yang bisa kita pakai,” tutur Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (OJI/ES)

 

 

Berita Terbaru