2 Tahun, Presiden Jokowi Targetkan Selesaikan Sertifikat Tanah Wakaf

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Februari 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 24.489 Kali
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menyerahkan 19 Sertifikat Tanah Wakaf kepada 16 orang perwakilan, Jumat (9/2). (Foto: Humas/Anggun)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menyerahkan 17 Sertifikat Tanah Wakaf kepada 16 orang perwakilan, Jumat (9/2). (Foto: Humas/Anggun)

Usai menghadiri acara Hari Pers Nasional Tahun 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan menunaikan salat Jumat di Masjid Raya Sumatra Barat, Jalan Chatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, yang dilanjutkan penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada perwakilan.

“Ya ini dilakukan di sini, ada yang di Sumsel juga sudah kita lakukan. Saya kira ini akan kita lakukan di seluruh provinsi. Kenapa? Karena banyak sengketa-sengketa antara yayasan dengan individu, antara keluarga dengan masjid, dengan musala, itu banyak sekali hal-hal seperti itu,” ujar Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menyerahkan 17 Sertifikat Tanah Wakaf kepada 16 orang perwakilan, Jumat (9/2).
Setelah diberikan, lanjut Presiden, sertifikat tersebut sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah menjadi jelas, baik untuk masjid, musala, atau surau. Ia menambahkan bahwa target 2 tahun ini akan dikerjakan untuk diselesaikan.

Mengenai hambatan di lapangan, Presiden menyampaikan bahwa kendalanya adalah pengukuran serta jika masih ada komplain-komplain dari pihak lain.

“Tapi dengan sudah disertifikatkan, yang kita harapkan dengan yang namanya sengketa lahan, sengketa tanah yang berkaitan dengan di yayasan atau tanah wakaf itu betul-betul nanti bisa kita minimalisasi,” sambung Presiden Jokowi.

Disinggung mengenai langkah terobosan untuk mempercepat, Presiden menjawab bahwa 2 tahun adalah target untuk penyelesaian dan sudah disampaikan kepada Menteri PUPR. “Ya ini dipercepat ini, 2 tahun ini sudah dikejar harus selesai, harus selesai. Sudah Pak Menteri ATR/BPN tadi, selesai. Sudah saya sampaikan, selesai. Insyaallah tidak ada masalah,” tambah Kepala Negara.

Pembangunan Masjid Raya Sumatra Barat

Soal pembangunan Masjid Raya Sumatra Barat yang belum selesai, Presiden menyampaikan bahwa saat 2 tahun yang lalu dia salat Ied di masjid ini, telah memerintahkan kepada Menteri untuk landscape, penataan parkir, dan semuanya dikerjakan oleh pemerintah pusat dan saat ini sudah selesai. Ia menambahkan bahwa anggaran yang dihabiskan sebesar Rp45 miliar.

“Tapi tadi Pak Kyai masih menyampaikan ada yang sedikit-sedikit yang masih kurang, ya nanti kita tambah. Tadi beliau menyampaikan pagar Pak, ya pagar boleh. Nanti saya perintah lagi ke Menteri,” pungkas Presiden Jokowi akhiri jawaban kepada pers.

Mendampingi Presiden saat menunaikan salat Jumat Seskab Pramono Anung, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensos Idrus Marham, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Wamen ESDM Archandra Tahar, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi. (DNA/EN)

Berita Terbaru