Seskab Teddy: Presiden Prabowo Serukan Dialog dan Perdamaian Kawasan dalam Retreat KTT ASEAN ke-48

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 9 Mei 2026
Kategori: Berita
Dibaca: 79 Kali

Presiden Prabowo Subianto pada sesi Retreat KTT ke-48 ASEAN di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis bagi para pemimpin negara Asia Tenggara untuk membahas dinamika global dan kawasan yang tengah berkembang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya menyampaikan bahwa pada sesi tersebut, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN memperkuat komitmen bersama untuk menjaga stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara di tengah ketidakpastian global.

“Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN membahas berbagai tantangan global yang berdampak langsung pada kawasan, sekaligus memperkuat komitmen menjaga stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara,” ujar Seskab Teddy.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dalam menghadapi berbagai persoalan di kawasan. Kepala Negara menilai bahwa komunikasi yang konstruktif dan semangat persaudaraan menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni regional.

“Presiden Prabowo juga mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan,” ungkap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya mendorong proses perundingan damai dalam sejumlah isu kawasan, termasuk situasi antara Thailand dan Kamboja, serta perkembangan di Myanmar. Menurut Presiden, stabilitas dan perdamaian kawasan harus terus dijaga melalui pendekatan dialog dan kerja sama.

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” kata Seskab Teddy.

Seskab Teddy pun menyebut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ASEAN ke-48 kembali menegaskan komitmen aktif Indonesia dalam memperkuat persatuan dan soliditas ASEAN. Indonesia juga terus mendorong agar ASEAN tetap menjadi jangkar perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan dunia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Kehadiran Indonesia dalam KTT ASEAN ke-48 kembali menegaskan komitmen aktif Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi, memperkuat persatuan kawasan, serta menjaga ASEAN tetap solid sebagai jangkar perdamaian dan stabilitas dunia,” pungkas Seskab Teddy. (BPMI SETPRES)

Berita Terbaru