Dikunjungi Soetrisno Bachir, Presiden Jokowi Akui Bahas Komite Ekonomi Dan Industri Nasional

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.110 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana membagikan buku tulis saat blusukan, di Kel. Manggarai, Kec. Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9) sore

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana membagikan buku tulis saat blusukan, di Kel. Manggarai, Kec. Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9) sore

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pertemuannya dengan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/9) siang, membicarakan masalah ekonomi dan investasi, termasuk rencana pembentukan Komite Ekonomi dan Industri Nasional.

“Ya, ya itu, bicara masalah ekonomi, masalah investasi, dan masalah industri,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan yang mencegatnya di sela-sela blusukan menyerahkan paket bahan pokok kepada warga di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta, Selatan, Kamis (10/9) petang.

Pertemuan dengan Soetrisno Bachir, lanjut Presiden Jokowi, baru pemberian masukan nama-nama calon anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional yang akan dibentuk dalam waktu dekat. “Tapi belum, belum keputusan, masih akan kita godok lagi,” ujarnya.

Presiden Jokowi mengakui rencana pembentukan Komite Ekonomi dan Industri itu, karena pemerintah ingin fokus ke industri. “Yang dibutuhkan adalah industrialisasi dan hilirisasi,” kata Presiden menambahkan.

Menuju Negara Industri

Soetrisno Bachir sendiri dalam keterangannya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/9) siang, mengakui jika pertemuannya dengan Presiden Jokowi membahas mengenai pembentukan lembaga yang dulu bernama Komite Ekonomi Nasional (KEN).

Namun, kata Sutrisno, nantinya lembaga tersebut bukan hanya berfokus pada ekonomi tetapi juga industri. Karena itu, namanya kemungkinan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Lembaga baru itu, menurut Soetrisno, bertujuan mendorong Indonesia ke arah negara industri, sesuai dengan yang diinginkan oleh pemerintah. Artinya nanti akan disiapkan sebuah formulasi atau saran di berbagai kebijakan oleh KEIN.

“Kita akan menuju negara industri jadi hilirisasi, manufaktur, sehingga negara kita tak hanya jadi negara impor saja, tetapi memproduksi,” jelas Soetrisno. (RAH/ PS/ES)

Berita Terbaru