Kunjungi Kab. Nduga, Presiden Pilih Pendekatan Pembangunan Untuk Stabilkan Keamanan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 31 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 37.989 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana saat mengunjungi Pasar Lokal Keyabi Kabupaten Nduga, Papua (31/12)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana saat mengunjungi Pasar Lokal Keyabi Kabupaten Nduga, Papua (31/12) (Foto:rusman/Setpres)

Pada hari kedua kunjungannya di Papua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan agenda kunjungan kerjanya dengan meninjau pembangunan jalan di wilayah Desa Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua (31/12). Jalan inilah yang akan menghubungkan Nduga dan Wamena.

Presiden Jokowi berharap pembangunan jalan tersebut dimaksudkan agar Kabupaten Nduga yang termazuk zona merah atau belum stabil kondisi keamanannya akan menjadi lebih terbuka.

?”Membuka jalan, jalan-jalan harus tembus semuanya. Distribusi barang harus masuk dan harga pasti jauh lebih murah,” kata Presiden

Ditegaskan Presiden, untuk menstabilkan keamanan suatu wilayah, dapat juga dilakukan melalui pendekatan pembangunan dan pendekatan kesejahteraan, tidak melulu melalui pendekatan keamanan.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pada tahun 2016 ini, jalan dari Wamena ke Nduga harus sudah tembus. Untuk itu, pengerjaan jalan ini melibatkan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, dan TNI.? “Tahun 2018, seluruh kabupaten yang ada di Papua harus tembus,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan, selain dibangun jalan tembus menuju Wamena, di wilayah Nduga juga akan dibuka pelabuhan besar Mumugu. Dengan dibukanya pelabuhan besar ini, maka logistik dan material dari dan ke Mumugu ini akan didistribusikan menggunakan jalur darat yang telah menembus semua kabupaten di Papua.

Presiden meyakini, dengan adanya pelabuhan dan jalan yang sudah tembus, maka harga-harga barang di Papua pasti akan segera turun.

Perjalanan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan dari Wamena menuju Desa Kenyam, Kabupaten Nduga itu ditempuh ?selama 2 jam dengan berganti moda transportasi dari Hercules VVIP A 1314 dan Heli Super Puma TNI AU.
?
Kunjungi Pasar Keyabi

Usai meninjau persiapan jalan Agats, Presiden Jokowi dan rombongan meninjau Pasar Lokal Keyabi Kabupaten Nduga?. Di pasar ini, masyarakat menyambut antusias kehadiran Presiden. Matahari terik dan cuaca panas tidak menghalangi keinginan masyarakat untuk melihat Presiden dan Ibu Negara dari dekat.

Bahkan beberapa ibu yang menanti Presiden dan Ibu Negara yang menggunakan payung agar terhindar dari sengatan matahari diteriaki warga. “Turunkan payungnya, kami mau melihat Presiden, bukan melihat payung”.
?
?Saat berkeliling pasar itu, Presiden Jokowi sempat membeli jeruk nipis, pisang, cabai. “Barangnya bagus-bagus. Tempatnya memang sedang disiapkan Pak Bupati,” kata Presiden.

Pasar Keyabi itu tampak terlihat sederhana terlebih untuk melayani warga Kabupaten Nduga yang memiliki 198.000 jiwa, tentunya memerlukan pasar yang lebih baik. “Harus punya pasar sendiri. Ini memang kabupaten hasil pemekaran,” ujar Presiden.

?Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan bahwa selama ini belum pernah ada Presiden Republik Indonesia yang pernah singgah di ?Nduga. “Presiden Jokowi yang pertama ke sini karena di sini terisolasi. “Ini luar biasa,” kata Lukas.

?Presiden saat ditanya apakah tidak ada kekhawatiran karena mengunjungi kabupaten dalam zona merah. “Saya tanya bupati, kondisinya baik, sehingga mau datang ya datang saja. Kenapa takut,” ucap Presiden. (TKP/ES)

Berita Terbaru