5 Arahan Presiden Menuju Tatanan Baru Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Juni 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 539 Kali

Presiden saat memberikan arahan di Kantor Gugus Tugas Covid-19 Grha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pramuka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (10/6). 
(Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa pembukaan sebuah daerah menuju sebuah tatanan baru masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 harus melalui tahapan-tahapan yang ketat dan hati-hati.

”Jangan sampai ada kesalahan kita memutuskan sehingga terjadi kenaikan kasus di sebuah daerah karena tahapan-tahapan tidak kita kerjakan secara baik,” tutur Presiden saat kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Covid-19 Grha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pramuka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (10/6). Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa arahan, sebagai berikut:

Pertama, Presiden mengingatkan perlunya prakondisi yang ketat.

”Ini yang paling penting sosialisasi kepada masyarakat itu harus masif sehingga bagaimana mengenai penggunaan masker, mengenai jaga jarak, mengenai cuci tangan, mengenai jangan masuk ke kerumunan/keramaian yang terlalu padat,” imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Presiden meminta untuk terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti, dan dijalankan dengan simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat masuk ke dalam tatanan normal baru maka kedisiplinan warga sudah betul-betul siap dan ada.

Inilah, menurut Presiden, prakondisi yang disiapkan sehingga disiplin pakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas harus terus disampaikan kepada masyarakat.

”Saya juga sudah perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin, untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan,” kata Presiden.

Kedua, berkaitan dengan penentuan waktu.

”Ini penting sekali, kapan timing-nya, ini penting sekali. Ini harus tepat. Kalkulasinya, hitungan-hitungannya berdasarkan data dan fakta lapangan yang ada,” tandas Presiden.

Jadi, Presiden mengingatkan juga pada daerah apabila sudah ingin memutuskan masuk ke kenormalan baru agar dibicarakan dulu dengan Ketua Gugus Tugas, dengan Gugus Tugas.

”Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, fakta-faktanya seperti apa. Karena itu data di sini ada, saya lihat ada semuanya. Jadi lihat perkembangan data epidemologi, terutama angka R0 dan angka Rt,” terang Presiden.

Ia juga menyampaikan untuk memperhatikan juga tingkat kepatuhan masyarakat dan memastikan manajemen di daerah siap/tidak melaksanakan.

”Kemudian juga hitung kesiapan daerah dalam, ini yang berkali-kali saya sampaikan, dalam pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar semuanya harus kita hitung dan kita pastikan,” ujarnya.

Ketiga, prioritas.

”Tidak semua langsung kita buka, tidak. Sektor dan aktivitas apa yang dimulai dibuka secara bertahap. Itupun secara bertahap, tidak langsung dibuka 100 persen. Beberapa daerah sudah melakukan dibuka dulu 50%, dibuka dulu separuh,” katanya.

Menurut Presiden, contoh-contoh beberapa daerah yang sudah melakukan akan dievaluasi dan sangat bagus sebagai contoh, persiapan dalam pembukaan tempat ibadah dengan protokol kesehatan.

”Untuk sektor ekonomi, sektor dengan penularan Covid yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu didahulukan dan terutama ini sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, perminyakan. Saya kira ini sudah disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas agar hal-hal ini menjadi catatan kita semuanya,” imbuhnya.

Keempat, Presiden ingin betul-betul diperkuat konsolidasi, koordinasi antara pusat dan daerah. Provinsi, kabupaten dan kota, sampai tentu saja ke tingkat desa, RT dan RW serta perkuat juga koordinasi di internal Forkompinda.

”Ini penting sekali dan tentu saja yang lebih penting  lagi, libatkan semua elemen masyarakat sehingga kita semuanya bergotong royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan pada saat ini,” terangnya.

Kelima, evaluasi secara rutin.

”Sekali lagi, meskipun misalnya sebuah daerah kasus barunya sudah menurun hati-hati jangan sampai lengah. Karena sekali lagi, di lapangan itu masih sangat dinamis. Keberhasilan pengendalian Covid ini sangat ditentukan oleh kedisplinan dan protokol kesehatan,” jelas Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan, jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, kenaikan kasus, maka langsung akan dilakukan pengetatan atau penutupan kembali.

Diakui Presiden, penjelasan dari Ketua Gugus Tugas dan para pakar terkait hal-hal yang perlu dilakukan dari data-data yang ada.

”Saya kira kita harus semuanya optimis bahwa tantangan yang kita hadapi ini bisa kita kendalikan dengan baik dengan harapan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali,” pungkas Presiden. (FID/EN)

Berita Terbaru