5 Bulan Keluarkan 10 Paket Kebijakan, Presiden Jokowi: Kita Mau Memenangkan Kompetisi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Februari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 30.787 Kali
Presiden berbicara di depan Diaspora Indonesia di San Fransisco, Amerika Serikat (Foto:BPMI/Laily)

Presiden berbicara di depan Diaspora Indonesia di San Fransisco, Amerika Serikat (Foto:BPMI/Laily)

Dalam bagian lain pidatonya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sejak dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2016 ini, kita sudah total masuk era kompetisi dari regional hingga global.

“Tampaknya para pemimpin ASEAN itu seperti bergandengan tangan, tapi sebenarnya kami ini sedang bersaing satu sama lain,” kata Presiden Jokowi pada pertemuan denganĀ  Diaspora Indonesia, di Auditorium Palaces Art Fine, San Fransisco, AS, Selasa (16/2) malam waktu setempat.

Presiden menegaskan, meski tampak bergandengan tangan tidak berarti para pemimpin ASEAN itu bisa saling memberi. “Ndak, apapun mereka adalah kompetitor kita,” ujarnya.

Bukan hanya di tingkat regional, Presiden Jokowi mengingatkan kita juga dihadapkan persaingan di tingkat global mulai dari Trans Pasific Parnertship (TPP), hingga Uni Eropa sekalipun.

Presiden menunjuk contoh, kalau tidak masuk TPP produk kita akan dikenai barriers 15-20%, sehingga tidak akan bersaing.

Diperbaiki

Untuk itulah, lanjut Presiden Jokowi, hal-hal yang belum baik diperbaiki, yang belum bagus dibenahi. “Tidak ada pilihan lain kita harus menyiapkan agar kita memenangkan kompetisi yang ada di depan kita,” tuturnya

Terkait dengan langkah persiapan itu Presiden menunjuk contoh dikeluarkannya 10 paket deregulasi dalam 5 bulan terakhir.

“Kita dalam situasi yang sulit sehingga kita harus punya fleksibilitas yang tinggi menghadapi situasi yang berubah-ubah,” terang Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu juga Presiden Jokowi menunjuk adanya 42 ribu regulasi bermasalah, dan 3.000 Perda yang juga membawa masalah, yang ia minta segera dipotong paling tidak separuhnya dalam setahun ini.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 800 Diaspora Indonesia. Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Menlu Retno Marsudi, Kepala BEK Triawan Munaf, dan Dubes RI di Washington Budi Bowoleksono. (AS/ES/EN)

Berita Terbaru