5 Hari Digoyang Gempa, Bupati Halmahera Barat Tetapkan Tanggap Darurat

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 23 November 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 11.669 Kali

gempaBupati Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara,  menetapkan Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 21-11-2015  hingga 6-12-2015, akibat gempabumi yang mengguncang Kecamatan Jailolo.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BPBD bersama SKPD  telah melakukan kaji cepat serta penanganan sementara di lokasi terdampak.

“Kendala di lapangan adalah lokasi terdampak bencana cukup jauh dan aksesnya sulit dijangkau. Jumlah personil sangat terbatas. Kebutuhan mendesak adalah logistik berupa permakanan, dan bahan bangunan,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (22/11).

Gempabumi yang mengguncang Kecamatan Jailolo  sejak 16-11-2015 hingga 21-11-2015 telah menyebabkan 370 rumah rusak. Gempa terjadi secara terus menerus, baik yang berasal dari jalur subduksi di laut maupun di kalur sesar di darat dengan pusat gempa 61 km Timur Laut Ternate. Bahkan pada 20-11-2015 terjadi gempa sebanyak 130 kali dalam kurun waktu 16 jam. Gempa yang ditimbulkan tidak besar (kurang dari 5 SR) namun guncangannya cukup kuat di Kec Jailolo.

Satu orang luka ringan akibat tertinpa bangunan di Desa Guaeria. Kerusakan rumah terjadi di dua desa yaitu Desa Bovanehena dan Desa Galala Kec Jailolo. Kerusakan di Ds. Bobanehena 276 Unit rumah rusak ringan (RR), 53 Unit rumah rusak sedang (RS), 21 Unit rumah rusak berat (RB ), 2 Unit masjid rusak sedang, 1 Unit Sekolah Dasar rusak sedang. Sedangkan di Ds. Galala 15 Unit rumah (RR), 5 Unit rumah (RB ), 1 Unit Musholah (RS), 1 rusas alan umum (RB). (Humas BNPB/ES)

Nusantara Terbaru