7 Kota Ini Ditetapkan Sebagai ‘Pilot Project’ Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Februari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 68.355 Kali
Seskab Pramono Anung menyampaikan keterangan pers usai rapat terbatas, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/2) sore. (Foto: Jay/Humas)

Seskab Pramono Anung menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/2) sore. (Foto: Jay/Humas)

Pemerintah memutuskan akan mengawali  dengan percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah. Ketujuh kota yang akan dijadikan pilot project itu adalah: Jakarta, Bandung, kemudian Tangerang, Semarang, Surabaya, Solo, dan Makassar.

“Dari tujuh kota tersebut memang ada kota-kota besar, kota besar itu biasanya  produksi sampahnya di atas 1.000 ton per hari, sedangkan Solo itu di bawah. Kenapa Solo dimasukkan, supaya ini menjadi pilot project buat kota-kota menengah yang produksi sampahnya diantara di satu kota itu 200-250 ton per hari, dan diharapkan bekerja sama dengan tempat sekeliling dari kota tersebut,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/2) sore.

Seskab menjelaskan,  penunjukan tujuh kota yang akan menjadi pilot project pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah itu akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang akan diajukan oleh Menko Perekonomian berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman.

“Pemerintah berharap dengan ditunjuknya tujuh kota ini persoalan sampah yang selama ini menjadi persoalan yang sangat serius bagi kota-kota besar di seluruh Indonesia akan tertangani,” ujar Pramono.

Mengenai mekanisme pembelian hasil ataupun listrik yang dihasilkan dari sampah tersebut, menurut Seskab, nantinya akan diatur dalam Perpres yang sedang dipersiapkan oleh Menko Perekonomian itu.

Sebelumnya saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/2) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, mengenai pengelolaan sampah menjadi energi listrik. “Ini sudah kita bahas ndak tahu berapa kali. Dan saya harapkan ini adalah rapat yang terakhir,  dan sudah putus, dan langsung bisa dikerjakan, dilaksanakan,” ujarnya.

Presiden mengingatkan, sudah beberapa kali dirinya meminta adanya penggunaan teknologi agar pengelolaan sampah bisa efektif dan cepat bisa hilang dari kota-kota besar kita. Dan juga telah dilakukan di beberapa kota mengenai bank sampah, juga budaya reduce, reuse, dan recycle.

“Pada sore hari ini saya kira kita akan kembali, sampah sebagai sumber energi listrik. Dan kita harapkan ini menambah pasokan listrik kita,” kata Presiden Jokowi. (FID/JAY/ES)

Berita Terbaru