Ada Rp 100,3 Trililun, Presiden Jokowi Minta Penyaluran Dana Bansos Sederhana dan Transparan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 32.024 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin ratas dana Bansos, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (27/11)

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin ratas dana Bansos, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (27/11) (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, tujuan utama dari bantuan sosial (Bansos) adalah melindungi masyarakat dari kemungkinan terjadi risiko sosial dan meningkatkan daya beli masyarakat. Menurut Presiden, ada angka Bansos yang sangat besar sekali.

“Yang ada di saya ini ada Rp 100,3 trilyun, tapi nanti Menteri Keuangan tolong diingatkan kalau angka ini mungkin masih lebih besar,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas masalah Bansos, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/11) siang.

Presiden Jokowi berharap, agar dana Bansos yang tersebar di beberapa Kementerian ini betul-betul tidak campur antara belanja Bansos dengan belanja barang, sehingga lebih terencana, tepat sasaran.

“Kemudian mekanisme penyaluran juga dibuat lebih sederhana, dan tentu saja mekanisme pencairan dilakukan secara transparan, akuntabilitasnya juga harus terjaga. Sehingga, perlu dibuatkan aturan jika memang diperlukan,” pinta Presiden Jokowi.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, Presiden Jokowi secara khusus meminta Menteri Keuangan menyampaikan total dana Bansos yang ada, kemudian yang masuk belanja barangnya ada berapa, kemudian yang betul-betul Bantuan Sosial itu berapa.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. (FID/UN/RAH/ES)

Berita Terbaru