Agar Bisa Fokus, Pemerintah Akan Beri Jaminan Pesanan Kepada PT INKA Selama 5 Tahun

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Maret 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 31.067 Kali
Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam peninjauan ke PT INKA, Madiun, Jatim, Jumat (6/3)

Presiden Jokowi memberikan arahan dalam peninjauan ke PT INKA, Madiun, Jatim, Jumat (6/3)

Setelah meninggalkan kota ‘reog’ Ponorogo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melanjutkan perjalaan ke kota Madiun, Jumat (6/3) siang, untuk meninjau PT. Industri Kereta Api (INKA).

Seusai melihat fasilitas produksi dan hasil-hasil produksi PT. INKA, Presiden Jokowi dalam sambutannya meminta perusahaan tersebut untuk mengerjakan kereta, baik gerbongnya,  monorail, mungkin rail bus-nya, baik juga LRT-nya.

Namun Presiden mengingatkan agar PT INKA menghitung dulu secara efisien. Ia memberikan contoh, misalnya  angkutan cepat massal atau Mass Rapid Transport (MRT ) itu Rp 1,2 triliun per kilo karena bawah tanah. Kalau monorel ada yang  Rp 350 miliar, ada yang Rp 240 miliar, sementara  LRT kira-kira Rp 200-an miliar.

“Jadi kalau di sini mestinya harusnya lebih murah gitu. Kalau lebih mahal berarti saya akan beli ke tempat lain. Perjanjiannya tadi ini. Di sini pasti lebih efisien,” ungkap Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, Pemerintah akan memberikan penugasan selama 5 (lima) tahun kepada PT. INKA, sehingga produksinya bisa dijamin. “Saya akan cari regulasi agar jaminan produksi di sini itu ada terus sehingga kerja siang malam 2 (dua) shift,” ujarnya.

Presiden memastikan, akan memberikan pekerjaan kepada PT. INKA. Namun pemerintah masih menghitung, apakah pekerjaan itu  yang LRT Bogor ke Jakarta atau yang dari Jakarta ke Cengkareng atau dari Bekasi ke Jakarta.

Diakui Presiden Jokowi, untuk perusahaan seperti PT INKA memang diperlukan jaminan kelangsungan pesanan. ” Tidak bisa ordernya tahun ini ada, tahun depan nggak ada, tahun ini ada, tahun depan nggak ada; kemaren produksi kereta ganti bis, bis nanti ganti mobil, jangan seperti itu. Memang produksi itu harus fokus,” paparnya.

Untuk itu, Presiden memohon doa restu agar hitungannya nanti masuk. Ia menegaskan, tidak akan memberikan juga sebuah pekerjaan, sebuah proyek besar, tetapi hitungannya tidak efisien. Mesti dibandingkan dengan negara yang lain.

“Saya yakin di sini lebih efisien. Saya meyakini itu. Karena saya pernah pakai bus dari INKA. Nggak apa-apa, nggak perlu saya ceritakan, nggak apa-apa. Awal-awal seperti itu nggak apa-apa tapi yang kedua yang ketiga mesti harus lebih baik,” tutur Jokowi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Presiden Jokowi berharap perhitungan  penugasan kepada PT. INKA segera kelar, sehingga pesanan bisa dilakukan tahun ini juga. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru