Agar Pintar dan Bisa Bersaing, Presiden Jokowi: Anak-Anak Gizinya Harus Bagus

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Juni 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 22.020 Kali

IMG-20170617-WA0014

Usai membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan 1.675 bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (17/6) siang.

“Untuk PKH, tadi sudah disampaikan oleh Menteri Sosial, diberikan anggaran dalam kartu itu Rp1.890 ribu. Sebentar lagi bisa dicairkan Rp500 ribu, Rp500 ribu, berarti Rp1 juta ,” jelas Presiden Jokowi. 
Presiden menjelaskan jika uangnya tidak diambil semuanya tetap tersimpan di buku tabungan. Misalnya diambil bertahap, Rp200 ribu, nanti sebulan lagi diambil Rp300 ribu.

“Yang perlu saya ingatkan, bahwa dana itu hanya dipakai untuk keperluan anak-anak kita, untuk sekolah. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan, juga bisa dipakai untuk gizi anak kita,” tambah Presiden.

Jika suami meminta uang PKH untuk membeli rokok, Presiden Jokowi mengajak ibu-ibu untuk memberitahu dan mengedukasi suami bahwa uang tersebut tidak boleh dilakukan.

Untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Presiden Jokowi menjelaskan bahwa anak-anak bisa mengonsumsi roti biskuit sebanyak 6 keping per hari. Untuk anak balita umur 6 bulan-11 bulan mengonsumsi 8 keping per hari. Anak umur 1-5 tahun bisa mengonsumsi 12 keping.

Sedangkan untuk ibu hamil umur kandungan 1-3 bulan bisa mengonsumsi 2 keping per hari, umur kandungan 4-9 bulan bisa mengonsumsi 3 keping per hari.

“Roti biskuit ini komposisinya tinggi sekali. Ini saya bacakan. Ada energinya 300 gram, kalori, karbohidrat 400 gram, protein 6 gram, lemak 13 gram. Vitamin ini ada 11 macam vitamin di sini. A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, vitamin C, vitamin D, vitamin E. Ada juga kandungan mineral di sini, 8 macam,” jelas Presiden mengingatkan agar tidak kebanyakan makan biskuit.

Menurut Presiden, anak-anak Indonesia gizinya harus baik sehingga menjadi anak-anak yang sehat, pintar dan tidak kalah bersaing dengan anak-anak dari negara lain karena persaingan antar negara ketat sekali.

“Jangan hanya makan roti ini. Harus diberi ikan. Makan ikan itu penting. Meskipun sedikit tapi itu penting, daging penting, telur penting, tahu penting, tempe penting. Karena itu kandungan proteinnya baik untuk anak-anak kita,” sambung Presiden Jokowi seraya mengingatkan, bahwa konsumsi biskuit harus diikuti dengan makan makanan bergizi.

Terakhir, Presiden Jokowi mengingatkan Indonesia adalah negara besar dengan 17.000 pulau, 714 suku bangsa, 1.100 bahasa daerah yang merupakan anugerah dari Allah yang diberikan kepada Indonesia.

“Negara lain tidak ada sebesar Indonesia ini,” tambah Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak masyarakat antar suku tidak saling menjelekkan, tidak boleh saling mencela, tidak boleh saling mencemooh karena semuanya adalah saudara.

“Saya titip agar kita semuanya rukun, kita semuanya bersatu,” tutup Presiden.

Sebelumnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melaporkan ada 975 orang penerima PKH yang sebagian sudah mencairkan sebesar Rp1 juta dan Rp500 ribu. Mensos juga mengajak penerima PKH untuk mencairkan PKH karena ada 20 agen BNI yang siap menerima pencairan kedua hari ini.

Hadir juga masyarakat yang menerima menerima PMT sebanyak 100 orang ibu hamil, 150 orang ibu membawa balita, dan 450 orang anak-anak SD.

Hadir mendampingi Presiden dalam kesematan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Wonosobo, Pangdam Diponegoro, dan Kapolda Jateng. (RMI/FID/ES)

Berita Terbaru