Agar Tumbuh Lebih Cepat, Presiden Jokowi Minta Sulsel Fokus Pertanian, Pengolahan, dan Perdagangan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Mei 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 21.253 Kali
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (Nomor tiga dari kiri) mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/5) sore. (Foto: JAY/Humas)

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (Nomor tiga dari kiri) mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/5) sore. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah salah satu provinsi yang bisa menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi dan bahkan di kawasan Timur Indonesia. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan 7,41%,  di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hampir separuh atau sekitar 49,6%, perekonomian di Pulau Sulawesi terletak di Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Selatan juga menjadi simpul utama konektivitas yang menghubungkan antar daerah di Indonesia Timur,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Selatan, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/5) sore.

Presiden meyakini, Sulawesi Selatan bisa tumbuh lebih cepat lagi dengan fokus kepada pengembangan sektor pertanian dan perikanan, sektor pengolahan dan perdagangan. Hal ini sesuai data yang diperoleh Presiden, yang menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terutama tanaman pangan masih merupakan sektor yang dominan dalam perekonomian Sulawesi Selatan, dengan kontribusi sebesar 23,29%.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar pengembangan sektor pertanian ini terus betul-betul diperhatikan karena sektor ini bukan saja menyerap banyak tenaga kerja, tapi bisa menjadi pintu masuk untuk mensejahterakan rakyat, utamanya petani kita.

“Hal ini selalu saya tekankan, karena kita ingin perekonomian bisa tumbuh secara berkualitas, di mana pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan pendapatan,” tegas Presiden.

Untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian, Presiden Jokowi meminta infrastruktur pendukung, seperti bendungan, saluran irigasi harus dipersiapkan dengan baik. Begitu juga dengan akses permodalan melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat). Juga pengembangan industri pengolahan yang berkaitan dengan kesiapan tenaga listrik, suplai air baku, sampai dengan infrastruktur jalan transportasi, termasuk kereta api dan pelabuhan harus disiapkan.

Rapat terbatas  dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukan Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkominfo Rudiantara, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaeman, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. (FID/JAY/ES)

Berita Terbaru