Amanat Presiden Joko Widodo pada Upacara Pembinaan Tradisi Polri dalam rangka Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara Tahun 2018, 11 Juli 2018, di Istora Senayan, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Juli 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 3.834 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla,
Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno,
Yang saya hormati Ketua dan Wakil Ketua lembaga-lembaga tinggi negara,
Yang saya hormati Yang Mulia para Duta Besar dan perwakilan negara-negara sahabat,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, dan seluruh jajaran TNI,
Yang saya hormati Kapolri beserta sesepuh, senior, dan para purnawirawan Polri, segenap anggota Polri,
Hadirin sekalian yang saya muliakan.

Pertama-tama, atas nama saya rakyat, atas nama bangsa, atas nama negara, saya menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-72 kepada segenap anggota dan keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia di manapun Saudara-saudara berada dan bertugas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Pada momen yang berbahagia ini saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada anggota Polri yang dengan penuh kesungguhan bertugas di daerah pedalaman, di wilayah perbatasan, di wilayah terpencil, dan di pulau-pulau terdepan, serta yang sedang mengemban misi internasional di luar negeri.

Saya juga menyampaikan apresiasi ke anggota Polri yang selalu hadir menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga umat Islam bisa menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan tenang. Yang telah bertugas di jalan raya untuk memastikan lalu lintas selama mudik Lebaran berjalan dengan lancar. Yang juga telah bekerja keras agar penyelenggaraan pilkada serentak di 171 daerah bisa berjalan dengan aman dan tertib.

Saya yakin, apa yang dilakukan oleh setiap anggota Polri adalah wujud pengabdian terbaik kepada rakyat, kepada bangsa, dan kepada negara. Seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia di manapun berada tengah melaksanakan tugas mulia, terhormat, dan membanggakan sebagai bhayangkara negara. Bhayangkara negara yang selalu sigap menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pengayoman, perlindungan, dan pelayanan kepada segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Hadirin yang saya muliakan, segenap anggota Polri yang saya cintai,
Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-72 ini kita mendapatkan kabar baik. Gallup’s Law and Order telah menempatkan Indonesia ke dalam daftar 10 negara teraman di dunia. Sebuah capaian yang membanggakan kita semuanya, yang harus kita jaga dan kita pertahankan, yang merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa. Di dalamnya tentu ada peran kerja keras serta pengabdian dan dedikasi anggota Polri.

Tapi, saya juga mengingatkan agar seluruh anggota Polri tidak cepat berpuas diri. Ke depan, Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. Tuntutan dan harapan rakyat terhadap Polri semakin meningkat. Terlebih lagi, dunia sekarang ini terus berubah, terus berkembang, dan bergerak yang membawa ancaman-ancaman baru terhadap situasi keamanan.

Di era digital seperti saat ini, Polri harus mampu mengantisipasi perkembangan tindak kejahatan yang semakin beragam yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Polri juga harus semakin siap menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional, seperti ancaman kejahatan cyber, human trafficking, drug trafficking, sampai dengan arms smuggling.

Selain itu, Polri harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan terorisme. Negara-negara majupun juga sedang menghadapi ancaman yang sama. Di dalam negeri, kita tidak akan pernah melupakan tindakan biadab dari para pelaku bom bunuh diri yang bukan hanya menimbulkan korban jiwa warga masyarakat tetapi juga menjadikan aparat Kepolisian sebagai target aksi terornya.

Oleh sebab itu, saya minta agar seluruh anggota Polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam menjalankan tugas. Selalu mengembangkan diri dan melakukan terobosan-terobosan untuk terus mengatasi berbagai ancaman yang ada. Polri harus selalu melakukan pemetaan dini atas potensi ancaman keamanan dan ketertiban yang terjadi dalam masyarakat dan selanjutnya segera melakukan langkah-langkah pencegahan. Polri juga harus senantiasa menjalankan perannya dalam menjaga kerukunan serta menjaga nilai-nilai kebinekaan. Polri harus terus mengantisipasi dan mencegah berbagai potensi konflik horizontal dengan mengangkat sentimen primordial, seperti mempertentangkan perbedaan suku, perbedaan agama, dan perbedaan ras. Polri harus terus tetap membangkitkan rasa persaudaraan, menggalang kerukunan, dan persatuan antarelemen masyarakat sehingga kita tidak masuk dan terjebak dalam lingkaran permusuhan dan kebencian.

Ada banyak tugas besar yang menanti Polri, mulai dari pengamanan rangkaian tahapan pileg dan pilpres 2019 yang sudah semakin dekat, pengamanan Natal dan Tahun Baru, pengamanan agenda internasional seperti pelaksanaan Asian Games ke-18 dan Asian Paragames, serta pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. Semua itu membutuhkan langkah antisipatif, memerlukan perencanaan yang detail dan matang agar segala potensi kerawanan dapat dicegah dari awal.

Hadirin yang saya muliakan, segenap anggota Polri yang saya cintai.
Sebelum mengakhiri amanat ini, saya menginstruksikan seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kinerjanya. Pertama, mantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.

Kedua, lakukan perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan yang ada, terutama dalam penegakan hukum, harus dilakukan secara profesional, transparan dan berkeadilan.

Ketiga, buang budaya koruptif dan hindari tindakan yang berlebihan, serta tingkatkan kepercayaan publik kepada Polri.

Keempat, kedepankan langkah-langkah pencegahan dan lakukan tindakan humanis dalam menangani setiap permasalahan sosial yang timbul.

Kelima, tingkatkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi dengan TNI dan semua elemen pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan tugas.

Saya yakin dengan ikhtiar untuk melakukan perbaikan-perbaikan, memperkuat soliditas, dan meningkatkan profesionalisme, maka Polri akan bisa menjadi institusi yang semakin dipercaya rakyat dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan penegakan hukum, serta sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Demikian amanat saya. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan rida-Nya kepada kita sekalian dalam melaksanakan pengabdian terbaik kepada rakyat, kepada bangsa, dan kepada negara.

Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ke-72. Terus tegaklah menjadi Rastra Sewakottama, Abdi Utama Nusa dan Bangsa.

Terima kasih.
Selamat bertugas!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om shanti shanti om,
Namo Buddhaya.

Transkrip Pidato Terbaru