Amankan Natal dan Tahun Baru, Kapolri Imbau Masyarakat Tidak Bawa Bungkusan ke Gereja

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Desember 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 22.695 Kali
Kapolri Jendral Sutarman

Kapolri Jendral Sutarman

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Sutarman memastikan, seluruh personil  baik Polri, TNI Mitra Polri, maupun pemerintah daerah siap mengamankan kegiatan masyarakat merayakan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

“Ada 145.000 ribu lebih personel yang dilibatkan, termasuk di dalamnya 80.000 anggota Polri dan 19 ribu prajurit TNI, yang tersebar di 1.900 titik pengamanan, dan 600 lebih titik-titik pelayanan, termasuk 39.000 gereja dan tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang dipergunakan untuk perayaan penggantian tahun,” kata Kapolri kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/11) siang.

Guna persiapan menuju pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru itu, menurut Kapolri, jauh sebelumnya pihaknya sudah melakukan operasi “Cipta Kondisi” untuk melakukan razia untuk minuman keras, minuman berakohol yang beredar tidak pada tempatnya.

Kapolri Jendral Sutarman berharap, menjelang Natal, pada saat Natal dan pasca Natal nanti kondisinya aman, demikian juga pada saat menjelang Tahun Baru 2015 akan aman.

Kepada masyarakat yang akan merayakan kedua hari ‘istimewa’ itu, Kapolri mengimbau agar tidak terlalu berhura-hura yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun yang dapat mengakibatkan korban.

Adapun kepada mereka yang akan berlibur dengan menggunakan kendaraan bermotor ke kampung halaman masing-masing, Kapolri mengimbau agar melakukan cheking kendaraannya sebelum berangkat sehingga tidak terjadi kesalahan di jalan.

Kepada umat Nasrani yang akan merayakan Natal ke gereja-geraja, Kapolri meminta agar tidak membawa bungkusan atau apapun, karena  akan dilakukan kegiatan sterilisasi yang ada di gereja, sehingga  tidak mengganggu aktivitas jemaah yang lain.

“Yang membawa bungkusan akan kita lakukan pemeriksaan sehingga apabila seluruh jemaah membawa bungkusan akan memakan waktu yang cukup lama,” ujar Jendral Sutarman.

Ia menyebutkan, titik-titik khusus pengamanan di Gereja tentu akan diamankan seluruhnya, dan  SOP-nya adalah gereja akan disterilkan sebelum pelaksanaan misa, sebelum melaksanakan Natal, dan  orang yang masukpun akan dilakukan pemeriksaan melalui metal detector.

Terkait pengamanan perayaan Natal di Papua yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Kapolri, pengamanan standard ke Presiden ada di Panglima dan Pangdam. Adapun Polri akan mendukung dan membackup pelaksanaan-pelaksanaan disana, di Ring 1, Ring 2, Ring 3. “Itu seluruhnya sudah kita siapkan,” pungkas Kapolri. (Kun/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru