Amankan Perayaan Idul Fitri 1437H, Polri Gelar Operasi Ramadhan 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 22.944 Kali
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti didampingi sejumlah menteri menyampaikan keterangan pada wartawa, usai sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) petang. (Foto" JAY/Humas)

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti didampingi sejumlah menteri menyampaikan keterangan pada wartawa, usai Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) petang. (Foto: Humas/Jay)

Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri 1437H, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar Operasi Ramadhan 2016, yang akan berlangsung dari 30 Juni hingga 15 Juli mendatang.

“Jadi waktunya cukup panjang. Tujuan operasi kita adalah yang pertama adalah masalah Kantibmas yang kedua masalah Kamseltibjalantas. Jadi kalau Pak Menhub menyiapkan sarana transportasinya, nanti kelancaran di jalannya nanti kita yang mengaturnya,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kepada wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) sore.

Tujuan kedua digelarnya Operasi Ramadhan 2016 ini, menurut Kapolri, adalah bagaimana masyarakat kita merayakan Idul Fitri ini dengan aman dan lancar tanpa ada gangguan. Untuk itu, personil yang dilibatkan sebanyak 157.115 personil, baik dari Polri, TNI, maupun satuan-satuan dari kementerian yang lain.

Kapolri menegaskan, dalam masalah yang terkait dengan keamanan itu, pihaknya sudah menyiapkan pengamanan-pengamanan. Ia menyebutkan, ada 2.782 pos pengamanan yang disiapkan, baik itu di pusat-pusat perbelanjaan, di pelabuhan, terminal, stasiun, termasuk juga bandara dan juga pusat rekreasi. Termasuk juga pengamanan shalat Idul Fitri, dan juga nantinya adalah malam takbiran, dimana biasanya juga masyarakat merayakan di jalan-jalan.

Ancaman
Mengenai kemungkinan adanya gangguan dalam perayaan Idul Fitri 1437 H, Kapolri menyebutkan  ancaman yang paling utama, mulai dari terorisme, radikalisme, intoleransi termasuk juga masalah sweeping.

“Ini juga kita antisipasi. Termasuk masalah perkelahian antar kelompok, antara kampung itu juga kita antisipasi. Narkoba, kebut-kebutan, termasuk juga petasan dan minuman keras. Semuanya ini termasuk premanisme dan kejahatan jalanan, ini sudah kita lakukan antisipasi yang cukup tinggi, biasanya secara rutin tiap tahun kita laksanakan dari berbagai daerah,” papar Badrodin.

Kemudian yang kedua masalah kelancaran lalu lintas. Menurut Kapolri, ada beberapa tempat-tempat yang menjadi sumber kemacetan, mulai dari gerbang tol di Cikarang Utama, yang akan diberlakukan contraflow, juga akan ditambah gerbangnya, ditambah juga petugasnya. Kemudian di tempat-tempat rest area, biasanya sampai membludak keluar, sehingga menimbulkan kemacetan, “Itu juga akan kita lakukan pengaturan kontrol di sana,” jelas Kapolri.

Polri juga mengantisipasi kemungkinan kemacetan yang terjadi di  SPBU-SPBU, pada persimpangan-persimpangan keluar tol, termasuk persimpangan kalau nanti dari Jakarta ini lancar sampai kemudian Cikampek.

“Di Cikampek itu ada pos, di Cikopo akan membagi arus kalau terjadi kepadatan. Bisa nanti di KM 66 diarahkan ke Bandung, bisa nanti dikeluarkan Cikampek di Simpang Jomin Jalan Arteri, atau lewat Subang bisa juga diluruskan. Sehingga peran sentral pengaturan arus itu ada di situ nanti, ada di Cikopo ini. Kalau kepadatan cukup panjang, ini bisa kita lepaskan,” terang Kapolri.

Kemudian termasuk juga kalau itu nanti lancar, macetnya nanti di Pejagan, termasuk juga di Brebes Timur. Keluar tol Brebes Timur, menurut Kapolri, ini yang nanti dilakukan pengaturan. Sehingga nanti dari Jawa Tengah diperketat pengaturannya di Brebes dan Tegal, kemudian yang di Jawa Barat, mulai jalur Pantura termasuk Jalur Selatan di Nagrek. “Semua itu kita lakukan antisispasi,” ujarnya.

Kapolri bersyukur karena ditolong oleh waktu yang agak panjang liburnya, karena dari tanggal 1 – 10, dan baru masuk tanggal 11. Sehingga waktu yang cukup panjang diharapkan masyarakat tidak sama-sama tanggal 1 mudiknya, tetapi bisa bergantian. Ada yang tanggal 2, ada yang tanggal 3 dan seterusnya.

Kemudian manakala terjadi sesuatu yang sifatnya darurat (emergency), yang sifatnya kontigensi, menurut Kapolri, pihaknya sudah menyiapkan pasukan-pasukan yang siap untuk mem-back up dari Mabes Polri. “Ini yang kita terjunkan untuk wilayah-wilayah yang kemungkinan akan ada kerawanan yang cukup tinggi,” ungkap Kapolri. (FID/ES)

 

Berita Terbaru