Anggap Wajar Gesekan Kecil, Presiden Jokowi: Insya Allah Kita Tetap Bersatu Dalam NKRI

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Juli 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 18.424 Kali
Presiden Jokowi saat berikan sambutan pada acara Kongres Pancasila IX yang diselenggarakan di Halaman Balairung UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7) pagi. (Foto: Humas/Anggun)

Presiden Jokowi saat berikan sambutan pada acara Kongres Pancasila IX yang diselenggarakan di Halaman Balairung UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7) pagi. (Foto: Humas/Anggun)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Kongres Pancasila IX yang diselenggarakan di Halaman Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7) pagi.

Dalam sambutannya Presiden mengemukakan, banyak pemimpin negara lain yang penasaran tentang Indonesia, yang memiliki 17 ribu pulau, 714 suku yang berbeda-beda dan beragam, serta 1.100 lebih bahasa lokal. 
“Betul-betul mereka sangat kagum, sangat mengagumi bangsa kita Indonesia. 250 juta penduduk tetapi sampai saat ini dan insya Allah nanti sampai di hari akhir kita tetap bersatu di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kepala Negara.

Dijelaskan Presiden Jokowi, banyak pertanyaan yang diajukan para pemimpin dunia kepadanya, bagaimana Bangsa Indonesia membuat yang sangat majemuk, yang sangat bineka, yang sangat bermacam tersebut bersatu, rukun, dan damai.

Kepala Negara mengaku, jawaban dirinya sederhana, karena Indonesia memiliki Pancasila. “Sekali lagi, karena Indonesia memiliki Pancasila. Jangan melupakan ini,” tegasnya.

Meski demikian, Presiden Jokowi meminta, kalau ada gesekan kecil-kecil segera dirukunkan.

“Kita ini biasa kok, namanya negara besar seperti kita, kalau ada gesekan kecil enggak apa-apa, tapi segera rukun kembali, segera bersatu kembali. Wajar dalam kehidupan sehari-hari ada gesekan-gesekan,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa Pancasila itu bukan hanya kebanggaan Bangsa Indonesia tetapi negara-negara lain mulai melihatnya.

Karena itu, Kepala Negara berpesan agar semua harus belajar pengalaman buruk negara-negara lain yang dihantui konflik-konflik sosial dan perang saudara.

Ia bersyukur karena Bangsa Indonesia selalu terhindar dari masalah tersebut. Ia menambahkan bahwa Bangsa Indonesia bisa hidup bergotong-royong untuk memajukan negeri ini bersama-sama.

Dengan Pancasila, lanjut Presiden, Indonesia diharapkan nanti menjadi rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, adil, dan makmur di tengah kemajemukan dunia.

Tampak hadir dalam acara itu antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (UN/GUN/ES)

Berita Terbaru