Aparat Sudah Bekerja Cepat, Menko Polhukam: Jangan Buat Kegaduhan Yang Tidak Perlu

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 29.770 Kali
MEnko Polhukam memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas terkait ledakan bom di Sarinah, Jakarta (14/1) (Foto:Humas/Deni)

Menko Bidang Polhukam memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas terkait ledakan bom di Sarinah, Jakarta (14/1) (Foto:Humas/Deni)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Luhut B. Pandjaitan memuji cara kerja aparat kepolisian yang dengan cepat mengatasi masalah ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) siang.

“Kalau prosesnya itu Anda lihat, hanya mulai dari jam 10.30, itu selesai tadi jam 3 kita sudah buka jalan tadi semua. Artinya apa? Polisi menangani cepat,” kata Luhut kepada wartawan seusai Rapat Terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/1) sore.

Dikisahkan Luhut, dirinya masih berteleponan dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol, Tito Karnavian, saat Kapolda masih menerima (laporan, red) ada ledakan-ledakan, tapi semua menyelesaikan dengan cepat. Kemudian Panglima TNI saya telepon, langsung men-set-up semua.

“TNI yang anda lihat tadi semua dengan cepat berada di tempat. Ini satu penanganan yang menurut saya sangat baik sekali. Kita terus terang sangat berduka cita terhadap kejadian ini, tetapi ini tidak bisa kita hindari,” ujar Luhut.

Mengenai pengaruh peledakan itu, Menko Bidang Polhukam mengemukakan, dari segi ekonomi market tidak terpengaruh. Sebentar terpengaruh, kembali lagi normal. “Artinya apa? Confidence itu tinggi karena penanganan cepat. Dalam 4 jam kita semua sudah bikin normal,” katanya.

Menko Bidang Polhukam berharap besok Starbucks sudah buka kembali. “Mudah-mudahan malam ini bisa diganti segala macam. Kalau belum, ya mungkin nunggu beberapa tempat saja. Tapi semua tadi olah TKP oleh Pak Tito itu sudah diselesaikan selama hampir setengah jam, 1 jam, dan itu semua berjalan dengan bagus,” papar Luhut.

Jangan Spekulasi

Dalam kesempatan itu Menko Bidang Polhukam Luhut B. Pandjaitan mengatakan, bahwa kejadian ini sebenarnya sudah sangat diwaspadai sejak bulan Desember. Karena pihaknya sudah dapat intelijen dari Desember bahwa akan ada orkestra di Asia Tenggara ini. Atas dasar informasi itulah, polisi bekerja dengan sangat keras, dan mereka melakukan penangkapan-penangkapan selama bulan Desember.

Namun Menko Bidang Polhukam menekankan, satu hal yang tidak bisa kita jamin adalah kita tidak tahu kapan, dimana itu dilakukan. Hal ini juga terjadi di manapun di dunia juga. “Kita melihat di Amerika, di Inggris, di Paris kemarin, kemarin baru-baru lagi di Turki, itu juga tidak bisa,” tegasnya.

Karena itu, Luhut tidak ingin ada istilah kecolongan. “Tidak! Kami sudah mewaspadai dan Presiden sangat paham dari waktu ke waktu kami lapori ada perkembangan itu. Kerja sama antara polisi, BIN, dengan TNI sangat baik sekali,” tuturnya.

Lebih lanjut Menko Bidang Polhukam meminta media massa tidak berspekulasi. Ia menegaskan, tidak ada satu negara pun yang mengatakan tadi pagi mereka sudah tahu bahwa akan ada kejadian ini. “Jadi saya minta jangan kita membuat keributan, kegaduhan yang tidak perlu. Kami, sekali lagi, dari aparat keamanan itu bekerja dengan profesional. Jangan dipertanyakan keprofesionalitasan dari teman-teman di polisi, di BIN, maupun di TNI,” tukas Luhut. (UN/SLN/ES)

Berita Terbaru