Arahan Presiden Joko Widodo kepada Prajurit Korps Marinir, Jumat, 11 November 2016, di Lapangan Upacara Markas Korps Marinir Cilandak

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 November 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 10.519 Kali

Logo-PidatoBismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh 

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja, yang saya hormati panglima TNI, yang saya hormati Kepala Staf Angkatan Laut, yang saya hormati Komandan Korps Marinir, beserta seluruh perwira dan prajurit marinir yang saya banggakan.

Saya dan seluruh rakyat Indonesia, selalu bangga pada prajurit Korps Marinir, karena prajurit-prajurit Korps Marinir, saya tahu, dekat dengan rakyat, selalu mendengar rakyat, dan melekat di hati rakyat dimanapun prajurit Korps Marinir berada dan bertugas.

Prajurit Korps Marinir adalah prajurit TNI yang disegani, yang selalu akan hadir di setiap ladang pertempuran, di seluruh pelosok nusantara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan prajurit Korps Marinir juga selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai negara sahabat ketika menagmbil bagian sebagai pasukan  perdamaian dunia.

Saya tahu, disini ada Brigade Infanteri, Resimen Arteleri, Resimen Kaveleri, Resimen Bantuan Tempur dan Denjaka. Kita tahu, loyalitas prajurit Korps Marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara, tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu pegangan bagi setiap prajurit Korps Marinir yakni kebanggaan dan harga diri sebagai prajurit sejati. Prajurit sejati yang memiliki jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara professional.

Sebagai panglima tertinggi TNI, saya memerintahkan kepada para perwira dan prajurit marinir, untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan, yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai tentara nasional, prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di negara kita, kita ingin yang mayoritas itu melindungi minoritas, yang minoritas menghormati mayoritas, saling menghargai, saling menghormati. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahysat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI. Banyak  bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah terpecah belah, tercerai berai karena tidak mampu mengelola perbedaan dan menjaga kemajemukan. Bangsa Indonesia ingin selalu menikmati indahnya kedamaian, indahnya persaudaraan di tengah keberagaman.

Terakhir, sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya tekankan kepada setiap prajurit TNI termasuk Korps Marinir, untuk selalu memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Selalu setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 serta menjaga Bhinneka Tunggal Ika, selalu membela ideologi negara dan Pancasila, tetaplah sebagai benteng dari negara dan bangsa Indonesia.

Terima kasih, salam marinir. Jalesu Bhumyamca Jayamahe, jaya di darat dan di laut.  Aua!

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Marinir!

Transkrip Pidato Terbaru