Atasi Rob di Jakarta Utara, Pemerintah Bangun Tanggul Laut Sepanjang 4,5 kilometer

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Oktober 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 21.076 Kali

Tanggul LautGuna melindungi dari ancaman ancaman banjir rob yang kerap terjadi di utara Jakarta akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) serta kenaikan muka air laut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan pantai DKI Jakarta Tahap 2.

Kepala BBWS Ciliwung Cisadane T. Iskandar menyatakan proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017. “Kontrak yang direncanakan selesai April 2018, diusahakan selesai akhir tahun 2017, atau lebih cepat 4 bulan dari kontrak,” kata Iskandar di Jakarta, Jumat (30/9) lalu.

Proyek Pembangunan Pantai DKI Jakarta tahap 2 itu, menurut Iskandar, terdiri dari dua paket pekerjaan, yaitu Paket 1 yang berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2.300 meter.  Dan Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2.200 meter.

“Untuk Paket 1 saat ini sudah 104 batang spun pile di Paket 1 ini. Adapun untuk Paket 2, saat ini sudah 60 spun pile yang terpasang,” kata Iskandar.

Kedua paket proyek itu, menurut Iskandar, sudah dimulai pekerjaannya sejak Juli 2015 lalu, dan saat ini telah mencapai progress sebesar 5 persen.

Sebelumnya proyek Tahap 1, lanjut Iskandar, tanggul sudah dikerjakan sepanjang 75 meter dan selesai pada tahun 2014.

Iskandar menjelaskan, pembangunan Pengamanan Pantai DKI Jakarta Tahap 2 menggunakan spun pile (bulat) berdiameter 1,2 meter panjang 24 meter yang akan dipancang menggunakan metode inner boring dengan trase ke arah laut kurang lebih 10 meter sampai 20 meter dari garis pantai.  Teknologi ini baru pertama kali dilakukan di laut.

Tidak Ganggu Nelayan

Dalam kesempatan itu Kepala BBWS Ciliwung Cisadane T. Iskanda menjamin proyek pembangunan tanggul laut DKI Jakarta yang dilakukan oleh Kementerian PUPR saat ini tidak akan mengganggu aktivitas nelayan untuk melaut, bahkan akan dibangun dermaga untuk perahu nelayan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BBWS Ciliwung Cisadane T. Iskandar di Jakarta, Jumat (30/9). “Nanti kita akan buatkan dermaga khusus untuk perahu-perahu nelayan sehingga tidak menggangu aktivitas nelayan untuk mencari ikan,” ujarnya.

Iskandar menjelaskan, pembangunan tanggul laut tersebut bukanlah bertujuan untuk menutup akses warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai nelayan untuk ke laut, namun justru untuk menata agar para nelayan yang hidup di pinggir pantai lebih nyaman tanpa khawatir akan banjir rob.

“Hal ini sudah kita sosialisasikan beberapa kali sebelum kita melakukan pekerjaan ini, sehingga warga mengerti dan tidak melakukan penolakan terhadap proyek ini,” kata Iskandar.

Selain menjamin keberlangsungan nelayan dalam melaut, Iskandar juga menyatakan bahwa dengan dibangunnya tanggul tersebut, kawasan sekitar pinggir pantai menjadi lebih nyaman dan tertata. “Nantinya di atas tanggul ini akan dibuat jalan untuk pejalan kaki, jalur sepeda, dan jalan inspeksi dengan ditumbuhi tanaman di sepanjang jalannya sehingga menjadi jalur hijau yang nyaman,” jelasnya.

Menurut Iskandar, proyek pembangunan tanggul laut tersebut sudah memasuki tahap 2 yang terdiri dari dua paket pekerjaan. Paket 1 yang berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2.300 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp379 miliar.

Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2.200 meter dengan nilai kontrak Rp405 milyar.

Dalam perjanjian kontrak tahap 2 ini, disepakati pekerjaan akan selesai pada April 2018, namun Iskandar optimis dapat mengejar penyelesaian empat bulan lebih cepat yaitu pada akhir 2017. (BIP Kementerian PUPR/ES)

Nusantara Terbaru