Bagikan 1.000 KIP dan 1.000 PKH di Buleleng, Presiden Jokowi: Tidak Boleh Untuk Beli Pulsa, Juga Rokok

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 September 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 17.962 Kali
Presiden Jokowi saat menghadiri pembagian KIP dan PKH di Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (26/9) siang. (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi saat menghadiri pembagian KIP dan PKH di Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (26/9) siang. (Foto: BPMI)

Usai bertemu dengan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Nusa Dua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung bertolak ke Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (26/9) siang, untuk membagikan 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat setempat.

Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp450 ribu per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.
Sementara bagi penerima PKH, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 bagi tiap penerima. Dana total yang tersedia dalam kartu PKH ini, menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya, dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.

Presiden mengingatkan bahwa bantuan yang didapat dari KIS dan PKH hanya untuk keperluan pendidikan dan kesehatan serta peningkatan gizi. “Untuk beli pulsa tidak boleh, beli rokok juga tidak boleh. Kalau dilanggar kartunya dicabut,” ucap Presiden.

Mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. (EN/AS/JAY/ES)

Berita Terbaru