Bantah Dukung Calon Tertentu, Seskab: Pemerintah Tidak Campur Tangan Munaslub Golkar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Mei 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 18.718 Kali

SESKAB_JALANTerkait dengan isu adanya dukungan dari Istana atau pemerintah kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam Munas Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, di Nusa Dua, Bali, 15-17 Mei mendatang, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan isu tersebut tidak berdasar.

“Bapak Presiden telah menyampaikan berulang kali, baik kepada siapapun maupun calon-calon yang ingin bertemu secara langsung dengan BapakPresiden menyampaikan bahwa dipersilakan untuk Golkar menyelenggarakan Munasnya secara demokratis,” kata Pramono kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5) petang.

Seskab menegaskan, pemerintah sama sekali tidak ingin campur tangan dalam penentuan siapapun yang mau menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

“Eranya saat ini sudah era terbuka, era demokrasi, dan pemerintah sangat menghargai kemandirian partai politik. Sehingga dengan demikian tidak ada pikiran oleh pemerintah untuk mencampuri urusan demokrasi yang ada di Partai Golkar,” tegas Pramono.

Bahwa kemudian ada orang per orang yang kemudian mempunyai latar belakang sebagai kader Golkar, menurut Seskab, ya silakan-silakan saja kalau mau mendukung. “Tetapi bukan kemudian artinya adalah Presiden, artinya adalah Istana, artinya adalah Pemerintah,” ujarnya.

Karena yang bersangkutan karena kader Golkar, lanjut Seskab, ya kalau kader Golkar ya monggo-monggo saja, untuk memberikan dukungan adalah urusan personal.

Menjawab wartawan kemungkinan adanya pernyataan dari Luhut (Menko Polhukam, red) kepada Presiden untuk mendukung salah satu calon di Golkar, Seskab menegaskan tidak ada pembicaraan itu.

“Tapi yang jelas sekali lagi, yang paling penting ditegaskan supaya ini tidak menjadi rumor. Karena baiknya para petinggi Golkar menanyakan langsung kepada kami, apakah ada hal tersebut, kami juga sudah sampaikan kepada Bapak Presiden maupun Bapak Wapres, sekali lagi sebagai pemerintah kita tidak ikut campur urusan Munas Golkar. Kalau ikut campur pun hanya membuka karena memang diundang, tidak ada yang lain,” tegas Pramono. (FID/ES)

Berita Terbaru