Bantu Pemilik Bangunan Roboh, Pemerintah Langsung Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Gempa di Pidie Jaya

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Desember 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.218 Kali
Presiden Jokowi meninjau posko pengungsian di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12). (Foto: BPMI/Kris)

Presiden Jokowi meninjau posko pengungsian di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12). (Foto: BPMI/Kris)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa penanganan korban bencana gempa Aceh saat ini terus berjalan dan dilakukan dengan baik. Adapun bantuan dan santunan bagi para korban juga telah disalurkan langsung oleh pemerintah.

“Bantuan untuk korban yang meninggal sudah langsung diberikan tadi. Kemudian yang masih dirawat di rumah sakit bantuan juga semuanya sudah diberikan langsung,” kata Presiden Jokowi kepada para wartawan usai meninjau posko pengungsian di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12).

Menurut Presiden, pemerintah juga akan langsung menangani perbaikan kerusakan infrastruktur pendukung seperti gedung sekolah, pesantren, dan kantor pemerintahan.

Untuk kerusakan kantor pemerintahan dan juga masjid, lanjut Presiden, akan langsung ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara untuk perbaikan gedung-gedung sekolah akan ditangani oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Sementara itu, untuk bantuan bagi kerusakan sejumlah rumah warga, Presiden menerangkan bahwa saat ini masih dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.

“Ini masih dalam proses verifikasi jumlah. Ada dua kategori nanti, yaitu yang rusak berat, artinya sudah roboh total dan yang rusak-sedang. Ini baru dihitung jumlahnya berapa,” kata Presiden seraya menambahkan, bangunan yang rusak berat dibantu Rp40 juta, yang rusak sedang ringan dibantu Rp 20 juta.

Presiden Jokowi berharap, agar bantuan tersebut bisa dipakai untuk stimulan membangun kembali rumah-rumah yang ada.

Terkait dengan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, guna menunjang kegiatan belajar mengajar yang harus terus berjalan, menurut Presiden, pemerintah untuk sementara waktu akan menyiapkan tenda atau lokasi khusus bagi para murid dan guru.

“Untuk sekolah, karena dalam proses pembangunan, yang rusak-rusak tadi sementara disiapkan tenda (tempat khusus) untuk anak-anak. Saya kira pembagian dan organisasi lapangan sudah baik,” terang Presiden.

Adapun mengenai kondisi korban yang dilihatnya langsung usai peninjauan di RSUD Tgk. Chik Ditiro, Sigli, menurut Presiden, hampir seluruhnya telah tertangani dengan baik.

Diperkirakan, seluruh penanganan pengobatan dan perawatan terhadap korban gempa akan dapat diselesaikan pada hari ini.

“Tadi kalau yang di rumah sakit, saya kira sudah hampir semuanya telah tertangani, yang patah sudah dioperasi. Hari ini dokter menyampaikan akan selesai semuanya,” ucap Presiden.

Mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peninjauan tersebut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo.

(BPMI Setpres/ ES)

Berita Terbaru