Bantuan Luar Negeri Untuk Penanganan Kabut Asap Dikonsentrasikan di Sumatera Selatan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 35.254 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana berdialog dengan warga saat mengunjungi Puskesmas Kuok, Desa Lereng Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi ?Riau, Jumat (9/10).

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat mengunjungi Puskesmas Kuok, Desa Lereng Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi ?Riau, Jumat (9/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan,bantuan beberapa negara yaitu Singapura, Malaysia, Korea, Rusia, Australia dan Tiongkok untuk penanganan bencana asap akan dikonsentrasikan  untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

“Bantuan berupa pesawat itu akan dikonsentrasikan di Sumatera Selatan, karena memang dari hasil cheking kita, titik api terbanyak itu memang masih di Sumsel,” kata Presiden Jokowi saat meninjau Posko Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kuok, Desa Lereng Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi ?Riau, Jumat (9/10).

Pesawat-pesawat itu, lanjut Presiden Jokowi, membawa air untuk keperluan waterbombing dengan kapasitas 12.000-15.000 liter sedangkan pesawat yang ada hanya memiliki kapasitas angkut 500-4300 liter. ?

Mengenai penegakan hukum terkait dengan kebakaran hutan, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa saat ini masih diproses di Kepolisian. “Dalam waktu dekat kemungkinan akan diumumkan siapa yang secara hukum memang melanggar,” ungkapnya.??

Kebakaran lahan yang banyak terjadi saat ini di lahan gambut dimana pada bagian atas gambut tidak terlihat ada api, tapi di bawahnya masih membara. “Oleh sebab itu memang yang benar mengerjakan dengan blocking kanal.  sekat kanal untuk rewetting lahan gambut tapi itu perlu waktu,” kata Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan, pembangunan blocking kanal itu telah dimulai. “Kita sudah bekerja keras untuk membuat sekat kanal. Di Riau, di Sumsel, juga yang di Kalimantan, sudah dimulai semuanya. Tapi perlu waktu,” ucap Presiden.?

Sebelumnya saat meninjau perkembangan pengeboran terowongan MRT di Jakarta, Kamis (8/10), Presiden Jokowi menyampaikan, beberapa negara seperti yaitu Singapura, Rusia, Malaysia, dan Tiongkok telah menyatakan kesediaannya untuk membantu Indonesia menghentikan bencana asap

“Kita kemarin sudah minta bantuan dan dibantu oleh Singapura masih dalam proses, Rusia dan Malaysia, kemudian Jepang. Kita harapkan nanti bisa mempercepat penanganan karena memang menangani kebakaran lahan gambut berbeda dengan menganani kebakaran hutan biasa. Sangat berbeda sekali,” papar Presiden Jokowi seraya menyebutkan, bantuan dari negara lain tersebut berupa pesawat pengangkut air yang mampu membawa kapasitas air 12 hingga 15 ton.

Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Kabupaten K ampar, Provinsi Riau, setelah menempuh perjalanan darat sekitar 4 (empat) jam dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Perjalanan darat dilakukan untuk mengatasi kendala cuaca yang terhalang kabut asap di sebagian besar wilayah Provinsi Riau.

Kehadiran Presiden Jokowi di Puskesmas Kuok untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terkena damp?ak bencana asap diberikan dengan baik. Usai melihat pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan bertemu dengan Kepala Puskesmas Puok, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, bahwa terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang terkena ISPA di Kampar menjadi sebanyak 18-20 orang per hari.

“Tetapi setelah diberi dengan obat, kemudian diberi oksigen, sudah kembali ke rumah, tidak ada yang menginap,” kata Presiden.?

Kedatangan Presiden Jokowi di Kabupaten Kampar disambut Pelaksana Tugas Gubernur Riau Asyadjuliandi Rachmad, Bupati Kampar Jefry Noer, Forkopimda Riau dan Kampar serta warga sekitar yang sudah memadati lokasi sejak pagi.  (TKP/ES)

Berita Terbaru