Banyak Peluang, Presiden Jokowi Minta Hasil Kunjungan Kerjanya ke Eropa Ditindaklanjuti

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 26.203 Kali
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas mengenai tindak lanjut hasil kunjungan kerjanya ke Eropa, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/4) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas mengenai tindak lanjut hasil kunjungan kerjanya ke Eropa, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (25/4) siang. (Foto: Humas/Jay)

Setelah selama sepekan melakukan kunjungan ke beberapa negara di Eropa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (25/4) siang, di Kantor Presiden, Jakarta, memimpin Rapat Terbatas (ratas) yang membahas hasil kunjungan kerja tersebut.

Dalam pengantarnya Presiden Jokowi menginginkan agar setiap kunjungan itu bisa ditindaklanjuti dan juga fokus. “Tidak usah banyak-banyak, satu, satu, satu saja, itu sudah lebih dari cukup tetapi betul-betul bisa menetas, ada hasil konkret, ada hasil yang nyata di kunjungan-kunjungan kita,” tuturnya.

Presiden menyebutkan, meskipun dari business to business,  swasta dan BUMN tercatat 20,5 miliar dolar AS yang bisa direalisasikan. Presiden menginginkan agar dari kunjungan ke negara-negara yang dikunjunginya ada tindak lanjutnya yang jelas.

Hasil kunjungan ke Jerman misalnya, menurut Presiden Jokowi, kita hanya punya satu fokus saja yaitu di bidang sekolah vokasi, dan juga training vokasi, vokasi international school. Tapi dalam jumlah yang cukup besar.

Oleh sebab itu, Presiden meminta nanti kepada Menko untuk koordinasi bidang ini melakukan pendidikan vokasional besar-besaran, antara Menteri Dikti, Menteri Dikbud, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Perindustrian betul-betul segera melakukan, sehingga kesempatan dan peluang yang ada betul-betul ada tindak lanjutnya.

Untuk Inggris, Presiden Jokowi mengatakan, juga hanya satu yaitu di bidang ekonomi kreatif. Ia meminta ini juga untuk segera ditindaklanjuti kerja samanya, baik di bidang desain, handicraft, seni pertunjukan, musik, dan lain-lainnya.

Sementara dengan Belanda juga sama,  di bidang kemaritiman. Presiden menegaskan, kita hanya konsentrasi di situ saja karena mereka adalah unggul di bidang pengelolaan pelabuhan dan  pengelolaan air. Saya kira nanti Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan dan Kementerian-Kementerian terkait bisa masuk ke bidang ini,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan, bahwa pada Agustus mendatang,  Ratu Maxima juga akan datang kesini untuk hal yang berkaitan dengan financial inclusion. Karena itu, Presiden meminta agar disiapkan oleh Menko. Sehingga waktu datang kesini semua siap dan kita tinggal langsung masuk ke pelaksanaan.

Presiden mengingatkan, bahwa financial inclusion itu ternyata sudah ini dirintis lama, tetapi kita belum bisa menindaklanjuti dengan baik. “Mereka sekarang percaya bahwa kita bisa melakukan itu,” tuturnya.

Mengenai kerja sama dengan Uni Eropa, Presiden Jokowi mengingatkan tindak lanjut dari The Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ia menyebutkan, setelah scoping papers ini diselesaikan, negosiasinya segera dilaksanakan agar yang telah dibicarakan kemarin betul-betul ada tindak lanjutnya.

Rapat Terbatas itu diikuti oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menlu Retno Marsudi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menkumham Yasonna Laoly, Menaker Hanif Dhakiri, Menristek Dikti M. Nasir, dan Mendikbud Anis Baswedan. (DID/FID/ES)
.

Berita Terbaru