Bekali Capaja TNI-Polri, Presiden Jokowi: Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai Masukan Perbaikan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 Juli 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 27.026 Kali
Presiden Jokowi berbincang sejenak dalam acara pembekalan Capaja TNI dan Polri di Yogyakarta (25/7). (Foto: Humas/Fitri).

Presiden Jokowi berbincang sejenak dalam acara pembekalan Capaja TNI dan Polri di Yogyakarta (25/7). (Foto: Humas/Fitri).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, seiring dengan kompetisi yang terjadi antarnegara, persaingan yang terjadi antarnegara, persaingan antarkawasan, maka ancaman terhadap pertahanan negara maupun gangguan kamtibmas akan semakin berat, akan semakin kompleks dan modern dari segi teknologi maupun modusnya.

Untuk itu, Presiden mengingatkan kepada prajurit TNI dan anggota Polri harus bersikap responsif, harus bersikap peka dengan kecepatan yang sangat cepat, dengan terus meningkatkan kualitas kinerja secara profesional.

“Jadikan kritik dari masyarakat terkait kinerja TNI dan Polri sebagai masukan untuk perbaikan kita, perbaikan kinerja TNI dan Polri. Semua itu diperlukan agar kalian melaksanakan tugas dengan baik serta mampu mengukir prestasi, mampu mencapai kinerja yang membanggakan,” pesan Presiden Jokowi saat memberikan pembekalan kepada 720 calon perwira remaja (capaja) TNI dan Polri tahun 2016, di Gedung Sabang-Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Senin (25/7) malam.

Presiden meminta para calon perwira remaja TNI dan Polri menjadi perwira yang mampu menyesuaikan diri, cepat beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis, baik dalam lingkup nasional, lingkup regional, maupun dalam lingkup global.

Hadapi Penugasan Dengan Ikhlas

Sebelumnya saat mengawali pembekalannya, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa meniti karir sebagai perwira berarti semuanya adalah calon pemimpin-pemimpin masa depan. Karena itu, ia meminta kepada para Capaja agar memastikan bahwa setiap langkah mereka harus mencerminkan sikap seorang ksatria dan loyalitas penuh terhadap bangsa dan negara.

“Hadapilah setiap penugasan yang datang dengan rasa ikhlas dan semangat yang tinggi. Maksimalkan segala kemampuan dan kekuatan yang dimiliki berlandaskan semangat pantang menyerah, semangat rela berkorban,” pesan Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta para perwira Capaja yang besok Selasa (22/9) akan diwisuda menjadi perwira TNI dan Polri agar jangan pernah menghindari dari penugasan, karena setiap penugasan merupakan bagian dari proses pendewasaan bagi seluruh prajurit TNI dan anggota Polri.

“Bangsa Indonesia menaruh harapan kepada kalian semua untuk siap dan mampu menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” tutur Presiden.

Presiden juga menyinggung mengenai konektivitas hubungan antarwilayah di tanah air yang sekarang belum sepenuhnya terwujud. Ia mengingatkan, tanpa konektivitas ketimpangan antarwilayah akan terus berlangsung dan tanpa konektivitas persatuan Indonesia juga tidak akan kokoh.

Karena itu, lanjut Presiden, adalah tugas calon perwira nantinya untuk ikut menjaga, ikut memastikan, bahwa konektivitas di seluruh tanah air segera akan terwujud.

Selain itu, beberapa tantangan yang dihadapi dan perlu diperhatikan bersama, menurut Presiden, adalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, korupsi, terorisme, radikalisme, premanisme, serta konflik dan ketegangan sosial akibat dari intoleransi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Acara pembekalan oleh Presiden tersebut juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Seskab Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Setelah pembekalan malam ini, pada Selasa (26/7) pagi, Presiden Jokowi dijadwalkan akan memimpin upacara pelantikan sebanyak 720 perwira remaja TNI dan Polri di Gedung Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. (DND/ES)

Berita Terbaru