Beri Kuliah Umum di UGM, Presiden Jokowi Terkenang Rambutnya Yang Gondrong

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Desember 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 14.591 Kali
Presiden Jokowi berfoto bersama kawan seangkatan semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angkatan Tahun 1980, di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12). (Foto: Fitri/Humas)

Presiden Jokowi berfoto bersama kawan seangkatan semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angkatan Tahun 1980, di
Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12). (Foto: Fitri/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kenangannya kembali ke-37 tahun lalu, saat dirinya memasuki kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk memberikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ke-68 perguruan tinggi tersebut, di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12) pagi.

“37 Tahun yang lalu sebagai mahasiswa yang rambutnya gondrong celananya cutbray,” kata Presiden Jokowi yang kehadirannya disambut dengan sangat antusias oleh civitas akademika UGM yang memenuhi ruangan Grha Sabha Pramana.

Sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan, Presiden mengaku dulu cita-citanya ingin menjadi pegawai di Perhutani, tapi enggak kesampaian. “Dan ternyata malah menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Jokowi seraya menambahkan, kadang-kadang cita-cita itu kan boleh, tapi Allah yang berkehendak lain.

Menurut Kepala Negara, itu semua berkat pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Pendidikan di UGM, menurut Presiden, membuat alumninya mencintai Indonesia, yang melahirkan para pembela Pancasila, yang menancapkan jiwa kerakyatan, dan yang menanamkan integritas serta profesionalisme.

Peran Sentral

Presiden Jokowi menilai, sampai kapan pun perguruan tinggi akan menempati peran sentral dalam pembangunan bangsa dan negara. “Peran yang selalu sentral dalam menciptakan sumber daya manusia yang andal, dalam melahirkan karya riset- riset yang unggul, dalam menjawab setiap tantangan zaman,” ungkapnya.

Tapi yang harus diwaspadai, menurut Presiden Jokowi, adalah tantangan zaman yang selalu berubah yang sangat-sangat dinamis saat ini.

Ia menyebutkan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat-sangat cepat. Kepala Negara mencontohkan yakni teknologi otomasi seperti teknologi informasi, robotik, artifisial intelejensi akan sangat mempengaruhi kehidupan manusia ke depan.

“Teknologi yang baru, baru kita pelajari, beberapa saat kemudian sudah muncul teknologi baru lagi. Inilah perubahan sekarang ini begitu sangat cepatnya,” terang Presiden.

Perkembangan ini, lanjut Presiden, tentu sangat mempengaruhi tantangan bagi pendidikan. Apalagi, lahirnya teknologi baru membuat beberapa jenis pekerjaan hilang. “Inilah yang akan terjadi dalam masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Ristekdikti M. Nasir, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan para civitas akademika UGM. (FID/ES)

Berita Terbaru