Beri Nama Jagung Nakula Sadewa, Presiden Jokowi Saksikan Benih Jagung Yang Bisa Panen ‘Double’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 33.526 Kali
Presiden saat meninjau jagung varietas berjonggol ganda, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/10). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi meninjau jagung varietas berjonggol ganda, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/10). (Foto: Humas/Jay)

Areal lahan pertanian dengan luas yang sama bisa menghasilkan panen sebesar dua kali lipat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ada tiga kunci yang bisa dilakukan untuk mencapai hasil double dengan hektar yang sama. Pertama, kuncinya ada di benih. Selain itu, yang kedua juga air.

Menurut Presiden, tahun depan, pemerintah akan konsentrasi di embung, waduk-waduk kecil yang bisa mengairi di sekitarnya. Ketiga, kuncinya di mekanisasi. Harapannya setelah dipanen, detik itu juga bisa langsung ditanam.

“Ini saya kira tiga ini kalau kita kerjakan secara terus-menerus saya kira juga. Saya sudah tanya sekali lagi Kementan, tadi berasnya kapan. Tahun ini tidak impor. Jadi tahun depan sudah produksi, sudah terus seperti tahun ini,” kataa Presiden saat meninjau jagung varietas berjonggol ganda, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Sama dengan hasil panen padi di Boyolali yang meningkat dua kali lipat, panen jagung juga bisa mencapai 11 ton/hektar. Bahkan bisa berpotensi mencapai 13 ton/hektar.

“Karena satu batang tanaman jagung bisa buahnya ada dua. Ini memang baru pertama ini. Jadi hal-hal seperti ini menjadi kunci nantinya bagaimana kita swasembada. Kuncinya di benih sudah,” sambung Presiden sambil memamerkan hasil panen jagung berjonggol dua.

Dalam kesempatan sama, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebutkan bahwa impor jagung tahun ini turun 60%. Diharapkan paling lambat tahun 2018, tidak ada lagi impor jagung. Sebelumnya, impor jagung terus naik 5 persen tiap tahunnya.

“Ini sudah langsung anjlok karena hal-hal seperti ini, yang lapangan-lapangan ini yang akan terus kita kerjakan,” sambung Presiden.

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga memberikan nama jagung berjonggol dua dengan nama Nakula Sadewa (Nasa) 29.

“Karena satu batang ini dua tongkol, ini Nakula ini Sadewa, disingkat Nasa 29,” ujarnya.

Presiden juga meninjau Pameran Gelar Inovasi Teknologi, dan mampir di beberapa stan pameran. Gelar Inovasi Teknologi pada peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini yang mengangkat tema “Inovasi Pertanian Lahan Kering Merespon Perubahan Iklim dalam rangka Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Pangan” ini menampilkan Teknologi Unggulan Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Tanaman Hortikultura, Peternakan, Teknologi Tata Kelola Air, Performans Teknologi, Saung Inovasi sebagai wahana Display Produk, Klinik Agribisnis, dan Pelatihan. (RMI/ES)

Berita Terbaru