Berpotensi Tanam Modal 8 Triliun Dollar AS, Presiden Ajak Investor 20-20 Masuk di Infrastruktur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 41.816 Kali
Presiden Jokowi saat menerima para investor yang tergabung dalam Ivestment Association, di Istana Negara, Selasa (4/11)

Presiden Jokowi saat menerima para investor yang tergabung dalam Ivestment Association, di Istana Negara, Selasa (4/11)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Investor 20 -20 Invesment Association di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/11), dalam upaya mencari dana segar bagi pembangunan infrastruktur, pembangkit listrik, jaringan kereta api, dan pembangunan kelautan Indonesia.

Kepada para investor, yang siap menanamkan 8 triliun dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 96.000 triliun, Presiden Jokowi mempresentasikan potensi investasi berikut kendala dan solusinya, seperti misalnya sektor perketaapian yang membutuhkan pembebasan lahan.

“Kita memang membutuhkan dana segar untuk membangun infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, jaringan kereta api di luar Jawa karena APBN kita tidak mencukupi,” kata Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofyan Jalil, usai berfoto bersama para investor swasta yang datang dari 20 negara.

Presiden  menegaskan bahwa pemerintah Indonesia lah yang akan mengatur sistem kerja sama investasi ini. Namun Presiden Jokowi menambahkan bahwa kerja sama yang akan terjalin membuka peluang antar pemerintah, maupun antar pengusaha swasta.

Kepada wartawan Presiden Jokowi kembali menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan ditunda-tunda. “Membangun infrastruktur itu mahal, dan makin ditunda makin naik harganya,” katanya seraya menambahkan bahwa para investor yang diterimanya itu memiliki potensi dana segar delapan triliun dolar AS.

Magnet “Jokowi”

Thomas Lembong, Managing Partner Qufat Invesment satu-satunya anggota 20-20 dari Indonesia, menilai bahwa program Presiden Jokowi sangat masuk akal dan menarik bagi investor asing.

“Kami  20-20 sudah sejak awal tahun punya rencana investasi di Indonesia. Tapi terus terang magnetnya Pak Jokowi . Kami ini investor kualitas tinggi, bukan investor spekulatif, ”  tandas Thomas Lembong.

IMG_20141104_164736

Dia menambahkan bahwa  Asosiasi 20-20 adalah para investor buy and hold, bukan jual-beli semata. Ini yang akan mengurangi Indonesia  dari ketergantungan hot money.

Investor yang hadir antara lain dari Canadian Pension Plan, NPS (National Pension System) dari Korea, dan sejumlah investor infrastuktur dari Amerika Serikat.

Selama seminggu di Indonesia, para investor ini selain ke Jakarta juga akan mengunjungi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali. Pertimbangannya, Jawa Tengah sangat potensial dan sumber daya manusia serta alamnya sangat mendukung . Sedang di Yogyakarta, mereka tertarik akan kreativitasnya sehingga mereka akan mengunjungi salah satu industri IT Game Lost. Bali bagi mereka sangat berpeluang untuk menanamkan investasi yang berhubungan dengan sektor pariwisata.

Dalam agenda panel, Asosiasi 20-20 antara lain bertemu dengan investor infrastruktur lokal seperti Jasa Marga, Pelindo 3, AKR Corporindo,  (WID/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru