Bertemu Menlu Iran, Presiden Jokowi: Iran akan Berinvestasi di Bidang Pembangkit Listrik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 26.792 Kali
Suasana pertemuan Presiden Jokowi dan Menlu Iran (7/3) di JHCC. (Foto: Humas/ Jay)

Suasana pertemuan Presiden Jokowi dan Menlu Iran M. Javad Zarif (7/3) di JHCC. (Foto: Humas/ Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dalam pertemuan bilateral dengan Iran, Indonesia dengan Iran mempunyai  komitmen yang sama bahwa kedua negara memberikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat menerima Kunjungan Kehormatan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di sela-sela KTT Luar Biasa ke-5 OKI mengenai Palestina Al-Quds dan Al Sharif di JCC Senayan, Senin (7/3) sore.

“Tadi kami menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Iran untuk disampaikan kepada Presiden Hassan Rouhani mengenai pentingnya menahan diri untuk menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di Timur Tengah dan beliau sangat setuju dan itu akan disampaikan kepada Presiden Rouhani,” kata Presiden Jokowi.Presiden Jokowi menyatakan bahwa penyelenggaraan KTT ini merupakan dukungan penuh dan solidaritas Indonesia dan OKI terhadap Palestina. Ia juga berharap adanya terobosan dan penyelesaian isu Palestina serta Al-Quds Al- Sharif, dan  Indonesia siap bekerja sama untuk menyampaikan pesan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin.

Indonesia menyambut baik perkembangan positif kerja sama dan hubungan bilateral Indonesia-Iran. Indonesia juga mengajak Iran untuk memajukan perdamaian di kawasan dan internasional, antara lain dalam pemulihan hubungan Iran dengan Arab Saudi, serta kerja sama saling dukung di fora internasional.

Selanjutnya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia dan Iran ingin menjalin kerjasama investasi. Indonesia akan berinvestasi di Iran untuk bidang-bidang yang berkaitan dengan minyak, dan gas, serta pupuk.

“Dan Iran akan berinvetasi ke Indonesia di bidang pembangkit listrik, baik yang mikrohidro maupun yang angin karena mereka memiliki teknologi untuk itu,” jelas Presiden.

Indonesia ingin mendorong realisasi kesepakatan kerja sama kedua negara di bidang energi dan migas. Mengundang Iran untuk berinvestasi pada berbagai proyek pembangunan di Indonesia. Mendorong kerja sama perdagangan kedua negara, utamanya perluasan pasar produk komoditi Indonesia.

“Dan juga hubungan perbankan akan segara kita buka kembali karena ini salah satu kendala yang kita hadapi,” tambah Kepala Negara. 

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kendala tersebut telah disampaikan kepada Ketua OJK dan telah disanggupi bahwa ini akan segera dibuka. Sehingga pengembangan dan memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Iran dapat segera dilakukan. 

(FID/SLN)

Berita Terbaru