Bertemu Para Sekjen Partai, Seskab: Pemerintah Siapkan Hal-Hal Yang Perlu Dikomunikasikan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Mei 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 15.085 Kali
Seskab usai mendampingi Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (7/5) sore. (Foto: Humas/Oji).

Seskab usai mendampingi Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (7/5) sore. (Foto: Humas/Oji).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui telah bertemu dengan 9 (sembilan) sekretaris jenderal (sekjen) partai-partai politik pendukung pemerintah, Senin (7/5) siang.

Hal ini dilakukan karena sudah memasuki persiapan tahapan pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang.

“Intinya pemerintah juga mempersiapkan hal-hal yang perlu dikomunikasikan oleh partai-partai pendukung pemerintah,” kata Pramono kepada wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (7/5) sore.

Bagaimanapun, jelas Seskab, dalam pemilu yang bersamaan antara legislatif dan pemilihan presiden, partai politik juga harus siap untuk itu. “Ya itulah intinya,” ujarnya.

Mengenai inisiatif pertemuan tersebut, Seskab Pramono Anung mengaku dirinya yang berinisiatif.

Adapun sekjen partai politik yang hadir adalah Hasto Kristiyanto (PDIP), Lodewijk Paulus (Golkar), Arsul Sani (PPP), Imam Anshori Saleh (PKPI), Ahmad Rofiq (Perindo), Abdul Kadir Karding (PKN), Herry Lontung (Hanura), Johnny G Plate (Nasdem), dan Raja Juli Antoni (PSI).

Mengenai tidak hadirnya Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini memiliki wakil di Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Seskab menduga mungkin ada kelupaan.

15.000 Caleg
Seskab Pramono Anung berharap, dari pertemuan tersebut para sekjen partai politik yang merupakan jantung organisasi partai bisa menyampaikan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, kinerja pemerintahan.

Ia mengingatkan, masing-masing partai akan mempunyai kurang lebih 15.000 calon anggota legislatif (caleg).

Kalau kemudian yang bergabung dengan koalisi mendukung Presiden Jokowi ini misalnya 10 partai, tambah Seskab, walaupun sekarang 9, misalnya 10 partai, artinya ada 150.000 orang caleg yang juga sekaligus berfungsi untuk menjadi juru kampanye bagi dirinya maupun bagi Presiden Jokowi.

“Orang-orang ini kan harus tahu apa yang dilakukan oleh pemerintah, apa yang sudah, dan apa yang belum, apa yang menjadi kekurangan, termasuk isu-isu yang sekarang ini digulirkan oleh pihak luar. Misalnya masalah TKA (tenaga kerja asing), masalah utang. Kita kan harus bisa menjawab dengan benar, berapa TKA yang sebenarnya, berapa utang yang sebenarnya,” terang Pramomo seraya menambahkan, karena hal ini sangat berbeda pandangan itu dengan apa yang disampaikan oleh orang-orang yang mengritik pemerintah.

Padahal, jelas Seskab, utang Indonesia defisitnya masih sangat aman,  jauh di bawah 3%. Yang kedua masih di bawah 60%, lanjut Seskab, rasio terhadap PDB 29% .

“Jadi utang itu sangat amatlah bagi pemerintahan ini,” ujar Seskab.

Mengenai apakah pertemuan dengan para sekjen partai politik itu sudah dilaporkan kepada Presiden Jokowi, Seskab Pramono Anung memastikan, dirinya sudah melaporkan.

“Pasti saya lapor, apa saja, pokoknya apa saja saya pasti lapor,” tegas Seskab.

Nantinya, lanjut Seskab, setelah pertemuan dengan para sekjen pasti ada pertemuan ketua-ketua umum untuk memberikan masukan dan saran kepada Presiden, tepatnya siapa untuk menjadi cawapres, karena banyak sekali yang ingin menjadi cawapres Presiden Jokowi.

Soal kemungkinan pemerintah disalahartikan terkait pengumpulan para sekjen itu, Seskab mengingatkan, bahwa mereka adalah partai pendukung, yang sudah mendukung.

“Dalam tradisi demokrasi kan biasa-biasa saja, dan saya juga enggak menggunakan jam (kerja) saya, di luar jam saya bekerja. Ini jam istirahat jam 12.00 sampai jam 13.00,” tegas Seskab. (DNA/ES)

Berita Terbaru